Wed. Jan 20th, 2021

BLAM

KEREN

Prof Adlin Sila Sarankan BLAM Jalin Kerjasama dengan Pemerintah Daerah

2 min read

Kapuslitbang Bimas, Prof. Dr. H. Adlin Sila (berbatik), Ph.D, berbincang dengan Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si ditemani beberapa peneliti Bimas BLAM, Senin, 28 Desember 2020. Foto: Dok. BLAM.

9,941 total views, 65 views today

MAKASSAR, BLAM – Kapuslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Adlin Sila, Ph.D, meminta Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) memperluas jejaring dengan pemerintah daerah di wilayah kerjanya.

Selain memperkenalkan produk riset dan kegiatan pengembangan BLAM, ini juga dimaksudkan untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat.

“Mulai tahun depan dan tahun-tahun mendatang, kita juga perlu memikirkan untuk memperbanyak dan memperluas jejaring dengan pemerintah setempat. Jadi, kita jangan hanya menjalin kerjasama dengan sesama stakeholder di kementerian agama saja, tetapi juga dengan pemerintah daerah,” kata Prof Adlin Sila, saat berbincang-bincang dengan Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si, Senin, 28 Desember 2020.

Saat berbincang dengan Prof.Adlin Sila di ruangan kerja Kepala BLAM, Saprillah ditemani beberapa Peneliti Bimas Agama dan Layanan Keagamaan BLAM. Suasana perbincangan terlihat cukup santai, dan bahkan sesekali disertai tawa.

Menurut Adlin Sila, produk unggulan yang dihasilkan tiga Balai Litbang di bawah naungan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, yaitu BLAM, Balai Litbang Agama Jakarta (BLAJ), Balai Litbang Agama Semarang (BLAS), sudah cukup banyak.

Karena itu, kata Prof Adlin Sila, berbagai macam produk yang telah dihasilkan itu, sudah sepantasnya diketahui dan dirasakan manfaatnya juga oleh masyarakat yang lebih luas.

Dalam hal kerjasama, BLAM selama ini sudah menjalin dengan beberapa kementerian agama (kemenag) dan kampus di kawasan Timur Indonesia.

Untuk 2021, BLAM sudah mencatat beberapa agenda yang bakal dikerjasamakan dengan kemenag dan kampus di sejumlah daerah, antara lain, riset Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) di Kalimantan Timur, riset Indeks Kesalehan Sosial, dan Indeks Pelayanan Umrah dan Haji.

Adlin Sila juga menyarankan kepada tiga Balai (BLAM, BLAJ, dan BLAS) untuk terus saling berkoordinasi dalam penentuan tema-tema riset.

“Untuk menghindari terjadinya over lapping, tiga Balai (BLAM, BLAJ, dan BLAS) harus saling mensinergikan tema-tema riset mereka,” kata pria asal Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, ini.

Adlin Sila juga menyinggung survei nasional yang akan dilaksanakan Badan Litbang Agama dan Diklat Kemenag RI terkait Indeks KUB 2021. Ini merupakan survei tahunan Badan Litbang yang melibatkan peneliti-peneliti BLAM, BLAJ, dan BLAS.

Untuk survei indeks KUB 2021, BLAM rencananya kebagian empat provinsi yang akan dijadikan lokasi penelitian, yaitu Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Barat.

“Untuk survei Indeks KUB 2021, kami akan menyasar 16 kota/kabupaten di Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Barat,” kata Kepala BLAM, Saprillah. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *