Wed. Jan 20th, 2021

BLAM

KEREN

2021, BLAM Operasikan Aplikasi Sidiphak, Saprillah: Untuk Membantu Stakeholder di Lokasi Penelitian

3 min read

Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si, memberi sambutan pada rapat evaluasi program kelitbangan TA 2020 dan TA 2021, Senin, 21 Desember 2020. Foto: Fauzan.

1,461 total views, 14 views today

MAKASSAR, BLAM – Sidiphak, salah satu aplikasi berbasis android, mulai dioperasikan pada 2021. Semua Peneliti Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) diimbau untuk mengunduh aplikasi tersebut di ponselnya.

“Untuk 2021, kita punya 23 program. Salah satunya, Sidiphak. Saya meminta semua teman-teman peneliti untuk mengupload aplikasi Sidiphak di handphone-nya, karena kita akan menggunakannya tahun depan (2021),” kata Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si, didampingi Kasubag Tata Usaha BLAM, Nelly, MM.

Saprillah menyampaikan hal tersebut, saat memberi sambutan pada Rapat Evaluasi Hasil Pelaksanaan Program Kelitbangan Tahun Anggaran 2020 dan Pemantapan Program Kelitbangan Tahun Anggaran 2021, di depan seluruh “anak buahnya”, di aula Kantor BLAM di lantai tiga, Senin, 21 Desember 2020.

Sidiphak adalah kepanjangan dari “Sistem Distribusi dan Pemanfataan Hasil Kelitbangan.” Aplikasi ini digunakan untuk mengetahui hasil penelitian dan pengembangan BLAM.

Kelebihan Sidiphak adalah kategorisasi hasil kelitbangan berdasarkan wilayah kerja BLAM,  yang meliputi 12 provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Dengan melihat hasil kelitbangan di aplikasi Sidiphak, stakeholder di kementerian agama dapat mengetahui temuan riset BLAM di semua wilayah kerjanya.

Bahkan, stakeholder juga bisa menjadikan temuan riset BLAM sebagai bahan pertimbangan untuk mengeluarkan kebijakan di lembaganya.

Lalu, mengapa peneliti diimbau mampu menjalankan program aplikasi Sidiphak? Menurut Saprillah, ketika peneliti melakukan riset lapangan, para stakeholder di lokasi penelitian kerap menanyakan program-program kelitbangan yang tengah BLAM lakukan pada tahun berjalan.

“Rasanya lucu kalau ada Peneliti BLAM tidak mengetahui tema-tema riset dan kegiatan pengembangan yang sedang dilakukan saat itu. Setidaknya, peneliti harus tahu untuk bidangnya masing-masing, karena sejak awal sudah terlibat,” kata Saprillah.

“Jadi, kalau ada yang bertanya, peneliti tak perlu lagi menghubungi koordinator bidangnya atau orang-orang di kantor,” lanjut Pepi, sapaan akrab Saprillah.

Selain Sidiphak, BLAM masih punya tiga aplikasi lain berbasis android, yakni “Klik Peta Keagamaan,” “Klik Naskah Klasik Keagamaan,” dan “Klik Sekolah Rukun.” Empat aplikasi tersebut merupakan produk unggulan yang dihasilkan Peneliti BLAM pada 2020.

Tema Riset dan Kolaborasi 2021

Pada rapat evaluasi ini, tiga koordinator bidang penelitian memaparkan tema-tema riset dan kegiatan pengembangan 2021.

Koordinator Bidang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, Sitti Arafah, menyatakan, ada enam tema yang akan diteliti bidangnya, yaitu “Best Practice Pembangunan Rumah Ibadat Berbasis Kearrifan Lokal”, “Toleransi Beragama di Kalangan Rohis”, Integritas ASN di Kementerian Agama”, Indeks KUB”, Digital Religious Society dan Pengaruhnya Terhadap Dinamika Sosial Keagamaan”, dan Penelitian Adaptasi dan Identitas Muslim Tionghoa.”

Sedangkan kegiatan pengembangan Bimas pada 2021 adalah Model Kampanye Pendidikan Moderasi Melalui Medsos bagi Siswa SMA/MA dan Bahan Bacaan Buku Metode Penelitian Kebijakan.

Koordinator Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Amiruddin, menyatakan, ada lima tema riset yang akan mereka lakukan pada 2021, yaitu “Pelayanan Pendidikan Keagamaan Anak Difabel”, “Inovasi Pembelajaran Moderasi Beragama Melalui Media Kreatif”, “Indeks Pembangunan Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan”, “Indeks Karakter Siswa SMA/Madrasah”, dan “Agama dan Perubahan Sosial.”

Sementara kegiatan pengembangan Bidang Pendidikan, adalah membuat Modul Pembelajaran Agama Kristen Berbasis Moderasi Beragama dan Modul Kampanye Kebhinekaan Melalui Media Sosial.

Abu Muslim, Koordinator Bidang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi, mengemukakan, tema riset mereka pada 2021, adalah “Optimalisasi Penerimaan dan Pemanfataan Zakat di Badan Amil Zakat Daerah”, “Agama, Literasi, dan Perkembangan Kearifan Sosial Keagamaan”, “Teks Keagamaan di Media Digital dan Pembentukan Nalar Beragama”, dan “Agama dan Perubahan Sosial Tim Pemuka.”

Untuk kegiatan pengembangan 2021, Tim Lektur akan mengadakan Podcast Sandiwara Sastra Religi Moderasi Beragama, Katalog Naskah Keagamaan, Transliterasi Naskah, dan Bahan Bacaan Tokoh Agama/Ulama dan Kesetaraan.

Sementara itu, BLAM juga bakal melakukan kolaborasi atau kerjasama dengan dua balai lainnya, yaitu Balai Litbang Agama Jakarta (BLAJ) dan Balai Litbang Agama Semarang (BLAS).

Yang dimaksud kolaborasi di sini, adalah setiap balai membuat satu kegiatan, dan kemudian melibatkan peneliti pada dua balai lainnya.

Pada kolaborasi ini, BLAM kebagian menahkodai pembuatan “Buku Pedoman Riset Kebijakan Bidang Pembangunan Agama,” sedangkan BLAJ memimpin “Indeks Pembangunan Pendidikan Agama dan Keagamaan.” Sementara BLAJ bertugas membuat “Instrumen Moderasi Beragama Bagi Generasi Milenial/Generasi Muda.” (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *