Tue. Jan 19th, 2021

BLAM

KEREN

BLAM Sambut Sembilan CASN, Saprillah: Peneliti Wajib Membaca!

2 min read

Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, MM, didampingi Kepala TU BLAM, Nelly, M.Si, berfoto bersama CASN BLAM. Foto: Irfan.

1,415 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Kepala Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), Dr. H. Saprillah, M.Si, meminta kepada Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) formasi peneliti untuk rajin membaca. Dengan membaca, pengetahuan dan cakrawala berpikir bisa terus berkembang.

“Untuk mengetahui perkembangan dunia pengetahuan, kalian (peneliti) mesti rajin membaca  buku, jurnal, hasil-hasil riset, termasuk buku-buku yang selama ini mungkin tidak digemari,” kata Saprillah, didampingi Kepala Tata Usaha BLAM, Nelly, MM, saat menyambut sembilan CASN BLAM, di aula lantai tiga BLAM, Rabu, 16 Desember 2020.

Bagi sembilan CASN BLAM, ini merupakan pertemuan resmi perdana mereka sejak dinyatakan lulus.

“Selamat bergabung. Kalian semua sudah masuk keluarga besar BLAM. Tinggal tunggu SK (Surat Keputusan) saja. Semoga kalian bisa beradaptasi dengan kultur kita di sini,” kata Saprillah, sebelum memulai sambutan.

Untuk formasi 2020, BLAM mendapatkan tambahn ASN sebanyak sembilan orang. Mereka dinyatakan lulus, setelah menyingkirkan sekitar 700-an pesaingnya, yang juga sama-sama mengadu nasib di BLAM pada tes CASN 2020.

Para CASN yang lulus ini menempati lima formasi berbeda, yaitu Ahli Pertama Peneliti, Ahli Pertama Analisis Kebijakan, Ahli Pertama Pranata Komputer, Ahli Pertama Statistisi, dan Ahli Pertama Pranata Hubungan Masyarakat.

 CASN yang menempati posisi Ahli Pertama Peneliti ada empat orang. Mereka adalah, ST Aflahah, Abd. Karim, Nensia, dan AM. Saifullah Aldeia. Selanjutnya, Aldino Ngangun dan Sari Dayanti mengisi posisi Ahli Pertama Analisis Kebijakan.

Sementara Nursaripati Risca (Ahli Pertama Pranata Hubungan Masyarakat), Surya Rahmah Labetubun (Ahli Pertama Pranata Komputer), dan Mukarramah (Ahli Pertama Statistisi).

Saprillah juga memberikan gambaran (job description) tentang tugas-tugas yang bakal dilakoni para CASN. Namun, khusus CASN formasi peneliti, Ketua Lakpesdam Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan ini, langsung tancap gas, dan memberikan catatan khusus.

Kepada Peneliti, Saprillah menginginkan mereka memiliki kapasitas intelektual bagus. BLAM, kata dia, secara identitas adalah lembaga akademis dan intelektual. Corak BLAM dan kampus, adalah sama.

“Sebagai peneliti, kita diminta untuk terus menerus memberikan asupan bergizi terhadap pikiran kita. Nah, cara terbaik untuk memberikan asupan adalah banyak membaca. Sekali lagi, peneliti kalau tidak membaca buku, itu gawat. Peneliti harus memiliki budaya akademik yang tinggi, dan membiasakan diri dengan membaca. Itu wajib hukumnya!” tegas Saprillah.

Selain temuan riset, BLAM telah menghasilkan executive summary, policy paper, policy brief, modul, aplikasi pengembangan berbasis android, dan sebagainya.

Pada Selasa, 15 Desember 2020, BLAM “memamerkan” dan meluncurkan sejumlah produk unggulan 2020 pada hajatan Expose Research dan Development, di Hotel Claro Makassar.

“Peneliti BLAM selalu diarahkan menelorkan hasil dari buah pikirannya untuk menghasilkan produk-produk unggulan,” kata Pepi, panggilan akrab Saprillah.

Pertemuan pertama CASN dengan ASN BLAM, berlangsung penuh keakraban. Apalagi, saat memberi sambutan, Saprillah kerap mengeluarkan joke-joke yang mengundang tawa. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *