Wed. Jan 20th, 2021

BLAM

KEREN

BLAM Pamerkan dan Luncurkan Produk Unggulan 2020 di Acara Expose Research Development

3 min read

Suasana acara Expose Research Development BLAM, Selasa, 15 Desember 2020. Foto: Fauzan.

1,952 total views, 4 views today

MAKASSAR, BLAM – Menjelang penutupan 2020, Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) menggelar puncak kegiatan bertajuk “Expose Research Development”, di Hotel Claro Makassar, Selasa, 15 Desember 2020.

Pada acara ini, BLAM memperkenalkan beberapa produk unggulan, antara lain, policy brief penelitian 2020, aplikasi teknologi berbasis android, serta tema-tema riset untuk proyeksi 2021.

Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si, menyatakan, BLAM sudah menghasilkan beberapa produk pada kegiatan riset dan pengembangan pada 2020. Beberapa dari produk tersebut sudah dikerjasamakan dengan kampus dan kantor kementerian agama di kawasan timur Indonesia.

“Kami juga memproduksi empat aplikasi berbasis android, yang merupakan produk dari tiap-tiap bidang Peneliti BLAM,” kata Saprillah, saat memberi sambutan di depan para peserta Expose Research Development.

Empat aplikasi tersebut adalah “Klik Peta Keagamaan,” “Klik Naskah Klasik Keagamaan,” “Sidiphak,” dan “Klik Sekolah Rukun.”

Selain itu, kata Saprillah, BLAM juga punya produk unggulan lain, yaitu ruang diskusi yang diberi nama “BLAM Corner.”

“BLAM Corner ini merupakan ruang untuk mendiskusikan berbagai macam tema. Mulai temuan riset, mendiskusikan diskursus tertentu, dan kasus-kasus aktual yang terjadi di Indonesia dan mancanegara,” kata Pepi, panggilan akrab Saprillah.

BLAM Corner mulai beroperasi Januari 2020. Hanya saja, sejak Covid-19, BLAM Corner yang tadinya berdiskusi di dalam ruangan, terpaksa dialihkan ke dunia virtual (zoom meeting).

Di dunia maya, BLAM Corner sudah “mengudara” sebanyak 23 kali. Selain Peneliti BLAM, BLAM Corner selalu menghadirkan narasumber yang dianggap pakar atau ahli di bidangnya.

“Selain tema riset kami selama lima tahun ke depan soal Moderasi Beragama, BLAM Corner juga kami gunakan untuk mendiskusikan, sekaligus menggaungkan Moderasi Beragama, yang merupakan misi kementerian agama sejak 2019,” kata Saprillah.

Acara “Expose Research Development” berlangsung semarak, dan dikemas seperti “talk show.” Di atas panggung, duduk enam peneliti, yang mewakili tiga bidang penelitan BLAM. Acara talk show kemudian dipandu Daeng Ngiba’le, yang merupakan “reinkarnasi” dari Peneliti BLAM, Baso Marannu.

Tiga bidang mengutus dua penelitinya tampil ke depan untuk memaparkan hasil risetnya pada 2020, dan sekaligus menginformasikan tema-tema riset dan kegiatan pengembangan mereka tahun depan, 2021.

Koordinator Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Amiruddin didampingi anggotanya, Asnandar Abubakar, menyatakan, tema riset mereka untuk 2021 adalah “Pelayanan Pendidikan Keagamaan Anak Difabel”, “Inovasi Pembelajaran Moderasi Beragama Melalui Media Kreatif”, “Indeks Pembangunan Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan”, “Indeks Karakter Siswa SMA/Madrasah”, dan “Agama dan Perubahan Sosial.”

“Kegiatan pengembangan kami adalah membuat Modul Pembelajaran Agama Kristen Berbasis Moderasi Beragama dan Modul Kampanye Kebhinekaan Melalui Media Sosial,” papar Amiruddin.

Koordinator Bidang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, Sitti Arafah, menyatakan, mereka berencana meneliti enam tema, yaitu “Best Practice Pembangunan Rumah Ibadat Berbasis Kearifan Lokal”, “Toleransi Beragama di Kalangan Rohis”, Integritas ASN di Kementerian Agama”, Indeks KUB”, Digital Religious Society dan Pengaruhnya Terhadap Dinamika Sosial Keagamaan”, dan Penelitian Adaptasi dan Identitas Muslim Tionghoa.”

“Sedangkan kegiatan pengembangan kami tahun 2021 adalah Model Kampanye Pendidikan Moderasi Melalui Medsos bagi Siswa SMA/MA dan Bahan Bacaan Buku Metode Penelitian Kebijakan,” kata Arafah, didampingi anggotanya, Syamsurijal.

Sementara riset Bidang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi pada 2021, adalah “Optimalisasi Penerimaan dan Pemanfataan Zakat di Badan Amil Zakat Daerah”, “Agama, Literasi, dan Perkembangan Kearifan Sosial Keagamaan”, “Teks Keagamaan di Media Digital dan Pembentukan Nalar Beragama”, dan “Agama dan Perubahan Sosial Tim Pemuka.”

“Untuk kegiatan pengembangan 2021, kami sudah menyiapkan Podcast Sandiwara Sastra Religi Moderasi Beragama, Katalog Naskah Keagamaan, Transliterasi Naskah, dan Bahan Bacaan Tokoh Agama/Ulama dan Kesetaraan,” kata Koordinator Bidang Lektur, Abu Muslim, didampingi anggotanya, Husnul Fahimah Ilyas.

Sebelum acara dimulai, panitia memutar video khusus untuk mengenang “kepergian” Peneliti Ahli Utama BLAM, Prof. Dr. H. Arifuddin Ismail, M.Pd. Prof Arif, sapaan akrab almarhum, meninggal saat menjalankan riset di Balikpapan, 2020. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *