Wed. Dec 2nd, 2020

BLAM

KEREN

Sambangi Kanwil Kemenag Gorontalo, BLAM Diminta Ubah Sistem Sosialisasi Hasil Kelitbangan 

2 min read

Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si (kiri) bersama Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, H. Hamka Arbie. Foto: Arafah

4,870 total views, 2 views today

GORONTALO, BLAM – Kepala Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), Dr. H. Saprillah, M.Si, melakukan lawatan ke Kota Gorontalo, Rabu, 11 November 2020.

Bersama Peneliti BLAM, Sitti Arafah dan Paisal, dan Bagian Perencanaan, Zakiah, orang nomor satu BLAM ini menyambangi kota berjuluk “Serambi Madinah” untuk melakukan sosialisasi penelitian tahap pertama 2020, dan sekaligus Dialog Interaktif di Radio Kharisma 90 FM Gorontalo.

Kehadiran tim BLAM mendapat sambutan dan apresiasi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, yang diwakili H. Hamka Arbie, Kepala Bagian Tata Usaha. Rombongan diterima di ruangan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo.

Saprillah mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya atas sambutan yang diberikan pejabat Kanwil Kemenag Gorontalo. “Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa ini,” kata Saprillah.

Pada pertemuan ini, Saprillah menyampaikan hasil-hasil kelitbangan yang dilakukan tiga Bidang Peneliti BLAM pada 2020, serta roadmap BLAM 2020-2025 dengan tema besar Moderasi Beragama.

Tiga Bidang Peneliti dBLAM dimaksud, adalah Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Bidang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi, dan Bidang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan.

“Kami juga sedang mengerjakan sebuah aplikasi berbasis android yang akan menjadi jembatan informasi bagi stakeholder di wilayah kerja BLAM. Aplikasi ini akan menampilkan kegiatan penelitian BLAM,” ujar Saprillah, Rabu, 11 November 2020.

“Harapan kami, ketika para kakanwil kemenag membaca hasil riset Peneliti BLAM di daerahnya, kami berharap para kakanwil dapat menyusun program maupun membuat kebijakan di tingkat daerah dengan berbasis riset,” imbuh pria kelahiran 1977, ini.

Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Provinsi Gorontalo, Hamka Arbie, memuji hasil riset BLAM di berbagai lokasi, serta rencana rancangan program yang bakal dilakukan di tahun mendatang.

Namun, Hamka Arbie menyayangkan apabila hasil riset BLAM hanya berhenti atau diketahui oleh kalangan tertentu saja, seperti di lingkungan kemenag saja.

“Selama ini, hasil penelitian BLAM kalau dikirim ke kami, paling disposisinya hanya sampai di kabag (kepala bagian). Itu pun kabag tidak bisa baca semua. Setelah itu, hasil penelitian itu disimpan di bagian umum, sehingga tetap saja hasilnya tidak bisa dibaca secara keseluruhan,” kata Hamka.

Supaya hasil riset Peneliti BLAM dapat dibaca semua kalangan, Hamka mengusulkan BLAM untuk mengubah sistem.

Nah, sekarang mungkin dari litbang sudah bisa mengubah sistem itu. Misalnya, membuat sebuah aplikasi yang memudahkan akses-akses kelitbangan, yang mungkin setiap saat bisa diakses dan dibaca. Kalau kami tidak tahu, bagaimana kami akan mengarahkan sesuai dengan tugas dan fungsi kami, misalnya masalah keagamaan, pendidikan, kerukunan, dan lainnya,” kata Hamka Arbie.

Karena itu, Hamka Arbie menyambut gembira aplikasi SIDIPHAK yang segera diluncurkan BLAM.

“Kami sangat mengapresiasi aplikasi SIDIPHAK, karena aplikasi ini mempermudah akses, komunikasi, dan informasi terkait penelitian. Jadi, kita perlu mendukung pelaksanaannya, apalagi ada sosialisasi untuk  tim humas maupun pengelola web. Setelah mereka mengikuti kegiatan ini, kita akan mensosialisasikannya di kemenag kabupaten/kota,” kata Hamka Arbie. (sta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright ©BLAMakassar2019 | Newsphere by AF themes.