Wed. Dec 2nd, 2020

BLAM

KEREN

Penyuluh Kemenag Takalar Antusias Ikuti Sosialisasi Kajian Naskah Klasik Keagamaan

2 min read

Peneliti BLAM, Husnul Fahimah, menyerahkan Executive Summary, kepada Kemenag Takalar. Foto: Istimewa

3,417 total views, 2 views today

TAKALAR, BLAM – Kementerian Agama Kabupaten Takalar memberikan apresiasi terhadap temuan riset Peneliti Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) mengenai Kajian Konteks Naskah Klasik Keagamaan. Bahkan, para penyuluh agama begitu antusias menyimak pemaparan Peneliti BLAM di Takalar.

“Kami mengapresiasi temuan penelitian BLAM tentang ritual pembacaan naskah , khususnya di Takalar. Kami sangat membutuhkan ekspos penelitian seperti ini, terutama  bagi Penyuluh Agama Kemenag yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan diposisikan sebagai corong keagamaan masyarakat,” kata Kepala Kemenag Takalar, diwakili Kasi Bimas Islam Kemenag Takalar, H. Muhammad Afrizal, Selasa, 17 November 2020.

Afrsal mengemukakan hal tersebut, saat menerima rombongan BLAM, Peneliti Husnul Fahimah Ilyas, Wardiah Hamid, dan Hamsiati, serta Azruhyati (staf BLAM), di Kantor Kemenag Takalar.

Husnul dkk, yang merupakan Peneliti Bidang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi BLAM, berkunjung ke Takalar untuk mensosialisasikan, sekaligus memaparkan temuan penelitian pada tahap kedua mereka, Oktober 2020.

Sosialisasi dilaksanakan di Aula KUA Patallassang Kabupaten Takalar, dan dihadiri 45 peserta terdiri atas kepala KUA/penghulu, penyuluh ASN, dan penyuluh non-ASN se-Kabupaten Takalar.

Afrizal menyatakan, masyarakat butuh nuansa baru dan informasi terkini (update). Apalagi, kehidupan masyarakat Takalar cukup dinamis, sehingga mereka dituntut untuk tampil sesuai dengan arus dan pola berpikir masyarakat.

“Makanya, kami butuh ruang seperti ini, menyampaikan hasil penelitian bahkan jika memungkinkan kegiatan seperti ini dilakukan beberapa kali dalam setahun khususnya di lingkungan Kemenag Kabupaten Takalar,” imbuh Afrizal.

Penyuluh Agama Kemenag Takalar tampak antusias menyimak pemaparan Peneliti BLAM mengenai betapa pentingnya naskah klasik keagamaan sebagai warisan leluhur. Para penyuluh tak menduga, terdapat banyak varian disiplin ilmu di dalam naskah klasik keagamaan, seperti ilmu agama, sastra, budaya, dan sejarah.

“Sebagai naskah yang temukan di Takalar sebagai warisan intelektual dari ulama-ulama kita dahulu, seperti naskah Hikayat Syekh Yusuf Tuanta Salamaka yang mengandung Moderasi Beragama. Tanpa kita sadari, ulama kita dulu telah mengaplikasikan nilai Moderasi Beragama dalam kehidupan sehari-harinya,” kata Husnul Fahimah Ilyas, selaku koordinator penelitian.

Pada riset ini, kata Husnul, timnya menemukan, bahwa nilai ditransmisikan kepada umat dalam bentuk tingkah laku, kajian kitab, dan naskah klasik.

Menurut Husnul, transfer nilai Moderasi Beragama juga dilakukan dalam bentuk ritual pembacaan naskah klasik keagamaan yang hidup di tengah masyarakat, dan bertahan sampai sekarang. Contohnya, pembacaan Hikayat Syekh Yusuf pada setiap hajatan dan pembacaan Suraq Rateq pada kegiatan mauduq.

“Kegiatan ini tubuh subur di tengah komunitas sebagai syiar agama dan sebagi jembatan perekat tali silaturahim mereka,” ujar kandidat Doktor Universitas Hasanuddin, ini.

Pada akhir pertemuan, Kasi Bimas Islam mengeluarkan closing statement. Menurutnya, penyuluh yang bergelut dengan ritual-ritual yang dilaksanakan masyarakat, agar membebaskan diri dari diskriminasi benar atau salah dalam pelaksanaan ritual.

“Kita harus menelusuri akar budaya yang sesungguhnya. Sebagai penyuluh dan penghulu di lingkungan Kemenag, harus mampu dan cerdas memposisikan diri dalam bermasyarakat dalam memilah ritual sebagai syiar dan ajaran syariat,” kata Afrizal. (hfi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright ©BLAMakassar2019 | Newsphere by AF themes.