Wed. Dec 2nd, 2020

BLAM

KEREN

Kakanwil Sulsel Harapkan BLAM Lakukan Pemetaan Sosial Keagamaan; Untuk Deteksi Wilayah Rawan Konflik Agama

2 min read

Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M. Si (kiri), bersama Kakanwil Kemenag Sulsel, KH. Khaeroni, M.Si. Foto: Istimewa

5,126 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) diharapkan melakukan pemetaan sosial keagamaan berbasis riset lapangan, terutama di daerah rawan konflik agama. Hal tersebut akan memudahkan kementerian agama untuk mendeteksi wilayah yang dianggap berpotensi melahirkan konflik agama.

“Dengan adanya pemetaan sosial keagamaan di setiap daerah sangat penting, apalagi pemetaan yang berdasarkan riset lapangan, kita akan mudah mengetahui daerah-daerah mana yang masuk zona rawan konflik agama,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan, KH. Khaeroni, M.Si, saat ditemui Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si, di ruangan kerjanya, Rabu, 18 November 2020.

Selain silaturrahmi, Saprillah yang ditemani Koordinator Bidang Peneliti BLAM, berkunjung ke Kantor Kemenag Sulsel, untuk menyampaikan beberapa hasil riset dan rencana program terbaru BLAM.

Pertemuan Kepala BLAM dengan Kakanwil Kemenag Sulsel merupakan kali pertama. Sebelumnya, Kakanwil Kemenag Sulsel adalah Anwar Abu Bakar, yang kini menjabat Kakanwil Kemenag Sulawesi Utara.

Meski baru kali pertama bertemu, suasana keakraban tercipta. Dialog pun mengalir dengan sendirinya. Bahkan, ketika Khaeroni menyatakan sambil tersenyum, bahwa kepanjangan Litbang adalah “sulit berkembang,” semua tamu yang hadir di ruangan itu ikut-ikutan tertawa.

Khaeroni berharap, BLAM memberikan hasil-hasil risetnya kepada Kanwil Kemenag Sulsel. Menurutnya, hasil riset tersebut akan dijadikan dasar pijakan untuk mengambil kebijakan.

“Tetapi, mungkin hasil penelitiannya jangan dalam bentuk naratif. Cukup dengan info grafis saja. Misalnya, penelitian soal kerukunan umat beragama, sehingga kami nanti bisa menyusun program priortas pada daerah yang dinilai kerukunannya bermasalah,” kata Khaeroni.

Sementara itu, Saprillah pada pertemuan ini menyampaikan program yang telah dilakukan BLAM, baik dalam bentuk penelitian maupun pengembangan, khususnya di Sulsel. Antara lain, penelitian Moderasi Beragama dengan beragam perspektif dan program peta keagamaan.

Saprillah juga meminta dukungan Kanwil Kemenag Sulsel terkait pendataan keagamaan yang dilakukan penyuluh agama.

“Kami hanya menyiapkan aplikasinya. Dalam waktu dekat ini, kami juga akan meluncurkan beberapa aplikasi yang merupakan hasil kegiatan pengembangan yang telah dilakukan selama ini,” imbuh Saprillah. (sta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright ©BLAMakassar2019 | Newsphere by AF themes.