Wed. Dec 2nd, 2020

BLAM

KEREN

Kepala BLAM Latih Siswa MAN Balikpapan Bikin Proposal Penelitian

2 min read

Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, MSi, bersama siswa MAN Balikpapan. Foto: Istimewa

13,719 total views, 2 views today

BALIKPAPAN, BLAM – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Balikpapan mengget Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) sebagai pelatih (couch) cadangan, atau konsultan penelitian, bagi siswa yang bakal mengikuti lomba penelitian.

Kegagalan MAN meloloskan siswanya pada ajang lomba penelitian, yang diadakan salah satu lembaga negara di Balipapan, menjadi salah satu penyebabnya.

“Kami sudah lama mengenal BLAM melalui hasil-hasil riset yang mereka lakukan di Balikpapan dan di Kalimantan Timur. Karena itu, kami meminta bantuan BLAM untuk membimbing anak-anak kami (MAN) membuat proposal penelitian. Anak-anak pernah mengikuti lomba penelitian, tetapi tak satupun proposal mereka lolos,” kata Kepala Madrasah MAN Balikpapan, Syahri, Kamis, 29 Oktober 2020.

Kepala Madrasah menyatakan hal tersebut, saat menyambut kedatangan Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si, bersama Agen Perubahan BLAM, Baso Marannu, di aula MAN Balipapan.

“Kami semua sangat berterimakasih dan merasa berbahagia atas kedatangan Pak Saprillah bersama Pak Baso ke sekolah kami untuk mengajar anak-anak membuat proposal penelitian secara baik,” kata Syahri.

Saprillah bersama Baso Marannu terbang khusus ke Balikpapan untuk memenuhi undangan memberi pelatihan di MAN Balikpapan.

Hasil dari pelatihan tersebut, BLAM merencanakan menggelar workshop atau kegiatan pengembangan, untuk membimbing siswa MAN Balikpapan yang akan mengikuti lomba penelitian.

Saat memberikan sambutan, Saprillah, menyatakan, menjadi pembimbing itu merupakan tantangan berat lembaganya. Dalam hal ini, BLAM tidak hanya diminta membimbing menulis proposal penelitian, tetapi juga diharapkan mampu membantu proposal siswa menembus lomba penelitian.

“Ini tantangan berat BLAM, karena nama BLAM tentu ikut dipertaruhkan. Namun, kata kunci di sini terletak pada anak-anak. Pihak sekolah juga, termasuk semuanya, mesti menyamakan misi untuk bagaimana bisa mewujudkan MAN Balikpapan menjadi sekolah berbasis riset,” kata Saprillah.

Di hadapan kepala madrasah, beberapa guru, dan sekitar 20 siswa, Saprillah juga mengingatkan untuk tidak meremehkan kemampuan siswa. Berkaitan ini, Saprillah tak henti-hentinya menyemangati siswa untuk terus berlatih menulis, serta tidak patah semangat dengan kegagalan yang mereka raih.

“Jangan meremehkan siswa yang kelihatan bodoh. Setiap siswa punya keunikan dan kelebihan masing-masing. Di sinilah peran dan fungsi kepala madrasah dan guru untuk terus menggali dan menemukan keunikan dan kelebihan setiap siswa. Termasuk, membiasakan anak-anak menulis sejak dini,” kata Ketua Lakpesdam Nahdlatul Ulama, Sulawesi Selatan ini.

Antusias

Sejak pagi hingga pukul 15.00 Wita, Saprillah dan Baso Marannu, memberikan pelatihan membuat proposal penelitian di aula MAN Balipapan.

Pada pelatihan ini, anak-anak MAN Balikpapan diperkenalkan jenis penelitian kualitatif dan kuantitatif, membuat judul penelitian menarik, dan membuat latar belakang penelitian.

Semua tampak antusias dan serius menyimak, serta mencatat apa yang disampaikan Saprillah dan Baso, termasuk para guru.

Pada kesempatan ini, guru juga memperlihatkan proposal penelitian siswa yang tidak lolos lomba, yang kemudian dibedah oleh Saprillah.

“Judul-judulnya cukup menarik.Tapi, latar belakang atau pendahuluan yang diulas terlalu luas. Jadi, kesannya memang mengawang-awang,” ujar Saprillah.

“Tapi, saya kira ini wajar. Namanya juga anak-anak. Kami pun sewaktu seusia kalian seperti ini. Makanya, jangan pernah menyerah. Teruslah giat belajar, banyak membaca, berdiskusi, dan menulis,” lanjut pria kelahiran 1977, ini. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright ©BLAMakassar2019 | Newsphere by AF themes.