Wed. Dec 2nd, 2020

BLAM

KEREN

Peneliti Lektur Nulis 10 Cerpen Biografi Ulama

2 min read

Peserta tampak sarius menyimak materi yang dibawakan Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si. Foto: Arie

6,578 total views, 2 views today

PAREPARE, BLAM – Temuan penelitian Organisasi Pendidikan, Ilmu pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) pada 2016 mengenai minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah, ternyata mengejutkan semua pihak, termasuk Balai Litbang Agama Makassar (BLAM).

Menurut Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si, apa yang ditemukan UNESCO sebenarnya di luar prediksi orang Indonesia.

Bayangkan, hasil riset UNESCO itu menempatkan Indonesia berada di urutan 60. Indonesia hanya berada satu tingkat dari negara Botswana (urutan 61), salah satu negara di Afrika.

“Kita tentu semua terkejut dengan hasil riset UNESCO, yang menyatakan minat baca masyarakat di Indonesia di tingkat dunia sangat menurun,” kata Saprillah, saat memberikan sambutan pada kegiatan “Pembahasan Validasi dan Pengujian Draf Reproduksi Kisah Ulama dalam Bentuk Cerpen”, yang diadakan Peneliti Bidang Lektur Khasanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi BLAM, di Hotel Bukit Kenari, Kota Parepare, Rabu, 14 Oktober 2020.

Dilansir dari berbagai sumber, riset yang dipublikasikan World’s Most Literate Nations Ranked, yang dilakukan Central Connecticut State University, mengemukakan, minat baca masyarakat Indonesia diakui sangat memprihatinkan, yaitu 0,001%. Artinya, dari 1.000 orang Indonesia, hanya satu orang yang rajin membaca.

Saprillah melanjutkan, penulisan ulang biografi ulama dalam bentuk cerita pendek ini dimaksudkan untuk meningkatkan literasi di kalangan masyarakat Indonesia.

“Setidaknya, apa yang kami lakukan ini, merupakan salah satu bentuk perhatian dan edukasi BLAM untuk meningkatkan dan menggairahkan minat baca masyarakat Indonesia,” kata Saprillah.

Kegiatan ini dihadiri Peneliti Bidang Lektur BLAM, tokoh agama, dan akademisi, di Kota Parepare.

Para peserta dari luar BLAM dihadirkan untuk mengoreksi dan memberi masukan terhadap 10 tulisan Peneliti Lektur mengenai kisah ulama di Kawasan Timur Indonesia. Bila semuanya selesai, biografi ulama ini bakal diterbitkan menjadi buku.

Pembahasan draf ini sudah memasuki pertemuan kelima, atau terakhir. Pada pertemuan sebelumnya dan saat ini, peserta yang diundang diminta untuk membaca dan kemudian memberi masukan terhadap isi tulisan, mulai dari kalimatnya hingga alur cerita.

“Apa yang kami bikin ini adalah menuliskan ulang biografi ulama-ulama di Kawasan Timur Indonesia. Meskipun berbentuk cerita pendek, biografi ulama yang kami tulis ini berbasis riset lapangan,” kata Muh. Subair, Koordinator Kegiatan.

Narasumber kegiatan ini adalah Saprillah dan Prof. Dr. H. Idham. Saprillah membawakan materi “Analisa Keterbacaan Cerpen Berdasarkan Plot”, sedangkan Prof Idham, menyajikan “Validasi dan Verivikasi Data Biografi Ulama Lokal yang Dicerpenkan Berbasis Riset.” (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright ©BLAMakassar2019 | Newsphere by AF themes.