Wed. Oct 28th, 2020

BLAM

KEREN

Output Penelitian 2021: Laporan, Pengembangan, dan Jurnal, Saprillah: Tantangan Peneliti Makin Berat  

2 min read

Suasana rapat sidang Redaksi Jurnal Al-Qalam. Foto: Arie

9,670 total views, 4 views today

GALESONG, BLAM – Output penelitian Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) bakal mengalami perubahan pada 2021. Rencananya, ujung dari semua kegiatan penelitian tahun depan, adalah kegiatan pengembangan dan jurnal ilmiah.

Hal tersebut dikatakan Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si, sebelum membuka Sidang Dewan Redaksi Jurnal Al-Qalam volume 26 edisi 2 Juli – Desember 2020, di Hotel Wisata Pantai Bintang Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, 24-26 September 2020.

Menurut Saprillah, output penelitian ini memang masih sebatas rencana. Namun, hal tersebut sudah menjadi perbincangan serius peneliti di lingkungan Badan Litbang dan Diklat Kemenag, yang merupakan induk BLAM.

“Kalau pagu anggaran 2021 sudah disahkan, maka output penelitian kita adalah laporan (penelitian), dan output selanjutnya, adalah satu pengembangan dan satunya lagi jurnal ilmiah,” kata Saprillah.

Pada tahun ini (2020) dan tahun sebelumnya, BLAM memisahkan antara penelitian, kegiatan pengembangan, dan penulisan jurnal. Begitupula, kegiatan pencarian literatur yang selama ini dilakukan peneliti untuk membuat model, modul, dan bahan bacaan, kemungkinan juga akan ditiadakan.

“Tapi, untuk tahun 2021, tidak ada lagi pencarian literatur untuk kegiatan pengembangan, karena penelitian itu sendiri merupakan pencarian literaturnya. Misalnya, salah satu bidang merancang untuk membuat bahan bacaan terkait Moderasi Beragama tahun depan. Maka,  sekalian saja mereka meneliti terkait tema tersebut,” ujar Pepi, sapaan akrab Saprillah.

“Nanti setelah laporan penelitiannya rampung hingga ke tahap pembuatan policy brief sebagai mandat dari penelitian kita, maka outputnya adalah jurnal dan kegiatan pengembangan. Jadi, dari tahun ke tahun, tantangan peneliti semakin berat,” lanjut Saprillah.

Sementara itu, Jurnal Al-Qalam yang mengantongi Sinta Dua, tetap saja menjadi daya tarik bagi peneliti dan akademisi untuk mengirimkan artikelnya. Untuk edisi kali ini, Juli-Desember 2020, dewan redaksi menerima sebanyak puluhan artikel dari berbagai daerah di Indonesia.

Namun, sebelum artikel tersebut disidangkan, dewan redaksi terlebih dahulu melakukan pemeriksaan turnitin, atau mengecek tingkat keaslian (originality) artikel tersebut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan turnitin, kami masih menemukan banyak artikel yang plagiasinya di atas batas toleransi Jurnal Al-Qalam. Karena itu, kami langsung menolaknya (artikel tersebut),” kata Pimpinan Redaksi Jurnal Al-Qalam, Prof. Dr. H. Idham, M.Pd.

Sedangkan puluhan artikel yang lolos turnitin dan kemudian disidangkan selama tiga hari, juga belum ada jaminan layak muat. Buktinya, redaksi terpaksa menolak beberapa artikel yang dianggap tidak sesuai selingkung dan tema Al-Qalam.

“Kita harus semakin ketat lagi menyeleksi artikel yang akan dimuat. Sebab, kita tentunya sama-sama tidak menginginkan Jurnal Al-Qalam mengalami degradasi seperti beberapa jurnal lain, yang sebelumnya mengantongi Sinta Dua, tetapi pada edisi berikutnya turun menjadi Sinta Tiga,” kata Prof Idham. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright ©BLAMakassar2019 | Newsphere by AF themes.