Thu. Sep 24th, 2020

BLAM

KEREN

Kepala BLAM Saprillah Doktor 851 UIN Alauddin

2 min read

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, saat Sidang Promosi Doktor. Foto: Arafah.

4,773 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Kepala Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), H. Saprillah, M.Si, kini menyandang gelar Doktor.

Saprillah meraih gelar tersebut, setelah melalui Sidang Ujian Promosi Doktor, di Gedung Training Centre, Kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Kamis, 27 Agustus 2020.

Sidang Ujian Promosi Doktor Saprillah dimulai pukul 13.00 Wita hingga 15.00 Wita, dan disiarkan pula secara virtual oleh BLAM Corner, dan Facebook Balai Litbang Agama Makassar.

Secara offline, kegiatan ini dihadiri sekitar 50 undangan, antara lain, keluarga, UIN, BLAM, NU Sulsel, dan Gusdurian. Sedangkan melalui virtual (zoom meeting), sebanyak 100 orang menyaksikan langsung sidang promosi ini.

Di hadapan Promotor Prof. Dr. Hamdan Juhannis, MA, Ph.D, ko-Promotor, Dr. H. Nurman Said, MA, dan Dr. H. Hamzah Harun, Lc, M.Ag, serta Penguji, Prof. Dr. H. Natsir Mahmud dan Dr. Barsihan Noor, Dr. Firdaus Muhammad, dan Penguji Eksternal, Peneliti Ahli Utama BLAM, Prof. Dr. H. Idham, M.Pd, Saprillah mempertahankan disertasinya, “Kontestasi Antar Kelompok Keagamaan dalam Masyarakat Islam; Dialektika, Subordinasi, dan Strategi Mempertahankan Kelompok.”

Atas capaian ini, Saprillah memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 391 atau “Sangat Memuaskan,” dan menjadi Doktor 851 UIN Alauddin Makassar. Di BLAM, ayah tiga anak ini,  mencatatkan dirinya sebagai Doktor ke-12.

Sebelum sidang promosi dimulai, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan, yang memimpin sidang, sempat mengajukan pertanyaan untuk mencairkan suasana. Ia menanyakan seputar kisah masa lalu mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ini.

“Pertanyaan pertama, siapa nama lengkap istri Saudara?” tanya Hamdan, yang dengan mudah dijawab Saprillah.

“Ingatan saudara masih bagus. Pernah ada pernah kasus, seorang suami yang selalu mengaku dirinya romantis, tetapi ternyata ia lupa nama istrinya,” kata Hamdan, disambut tawa hadirin.

Hamdan lalu memberikan pertanyaan lanjutan, “Kapan pertama kali Saudara bertemu istri tercinta? Jam berapa, hari apa, dan memakai pakaian apa?” tanya Hamdan, lagi-lagi disambut geer hadirin.

Lancar

Sidang Promosi Doktor Saprillah berjalan lancar. Atas permintaan sidang, Ketua Lakpesdam Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, ini diminta memaparkan abstrak temuan disertasinya tanpa membaca naskah.

“Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa kontestasi keagamaan dalam masyarakat Islam telah membentuk pola relasi  dinamis, dialektika dan dominasi-subordinasi. Relasi antara  kelompok  Sunni  berlangsung  dialektis. Sedangkan relasi  antara  kelompok  mayoritas  dan minoritas berlangsung dalam cara subordinasi,” kata Saprillah, yang selama berbicara berlangsung tetap mengenakan masker.

Saprillah melanjutkan, aktor yang terlibat dalam arena kontestasi terdiri atas representasi  kelompok  moderat,  revivalis,  dan  kelompok  subkultur.  Kontestasi terjadi  dalam  konteks  teologis,  ideologis,  dan  sosiologis.

“Setiap  kelompok  mengembang  strategi  untuk  mempertahankan identitas kelompok. Kelompok ini mengembangkan strategi rejeksi ideologis, strategi adaptasi dan strategi kebudayaan,” lanjutnya.

Saat memasuki sesi tanya jawab, pria kelahiran 1977, ini menjawab semua pertanyaan promotor, ko-promotor, dan penguji, dengan lancar dan lugas.

Usai promosi, Rektor UIN, Prof. Hamdan, menyatakan, temuan disertasi Saprillah tergolong bagus. Selain melahirkan kajian intelektual berbobot, temuan dalam disertasi tersebut dapat pula dijadikan pijakan untuk melahirkan sebuah kebijakan, khususnya mengatur kelompok keagamaan tertentu maupun mengatur lalu lintas kerukunan umat beragama di Indonesia.

“Saya sudah lama mengenal Pak Saprillah. Saya kenal sejak ia masih S1 di UIN Alauddin. Ia memang punya kapasitas intelektual bagus, sehingga gelar Doktor ini sangat layak disandangnya,” ujar Hamdan. (sta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *