Mon. Nov 30th, 2020

BLAM

KEREN

Peneliti Bimas Godok Draft Bahan Bacaan Moderasi Beragama untuk Aliyah & SMA

2 min read

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, memberi sambutan pada kegiatan bahan bacaan Moderasi Beragama. Foto: M. Irfan

2,250 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Peneliti Bidang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), menggelar workshop pengembangan “Penyusunan Draft Bahan Bacaan Moderasi Beragama”, di Hotel Arya Duta, Makassar, Selasa, 25 Agustus 2020.

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, dalam sambutannya, menyatakan, tema Moderasi Beragama merupakan fokus Kementerian Agama yang mulai digaungkan sejak 2019. Moderasi Beragama dianggap menjadi salah satu cara untuk meredam gerakan kelompok keagamaan radikal, yang mulai bermunculan di Indonesia sejak pasca reformasi 1998.

“Untuk 2020, tiga bidang penelitian di BLAM sementara menjalankan penelitian bertema Moderasi Beragama dari beragam perspektif. Sedangkan untuk lima tahun ke depan, 2020-2024, kami pun sudah membuat Road Map tentang penelitian Moderasi Beragama,” kata Saprillah.

Menurut Saprillah, Road Map Penelitian Moderasi Beragama BLAM 2020-2024, adalah:

1) Moderasi Beragama dalam perspektif berbagai lapisan masyarakat (2020). Hal ini maksudkan untuk mengetahui persepsi dan pendapat publik, termasuk dalam naskah keagamaan, guna  memperkaya konsep moderasi beragama yang telah dibuat Kementerian Agama dan untuk menjembatani nalar moderasi beragama kepada masyarakat.

2) Moderasi Beragama sebagai metode berpikir dalam melihat persoalan sosial keagamaan (2021).

Kerangka ini bertujuan untuk melihat persoalan sosial keagamaan dalam cara pandang moderasi beragama seperti pelayanan pendidikan keagamaan terhadap difabel, gender, dan pelayanan keagamaan bagi agama leluhur serta menjembatani nalar moderasi beragama  masyarakat.

3) Moderasi  Beragama sebagai nalar  beragama generasi milenial (2022). Tema ini bertujuan untuk mengukur indeks beragama bagi milenial dan implementasi panduan moderasi beragama bagi milenial (action research).

4) Moderasi Beragama sebagai jangkar peradaban berbasis rumah tangga (2023). Tema ini dimaksudkan untuk melihat praktik keluarga Indonesia dalam menjalankan moderasi beragama sebagai salah satu alat ukur keluarga produktif dan sakinah.

5) Evaluasi pembangunan moderasi beragama di Indonesia (2024). Kerangka ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan pembangunan moderasi beragama di berbagai kelompok masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Pengembangan Bahan Bacaan Moderasi Beragama, Muh. Irfan Syuhudi, menyatakan, draft tulisan yang disusun Peneliti Bimas ini, didasarkan pada temuan riset lapangan mereka, saat meneliti “Best Practice Kerukunan Umat Beragama” di sejumlah lokasi di Kawasan Timur Indonesia, 2019.

Lokasi yang dijadikan tulisan dalam bacaan Moderasi Beragama adalah Sulawesi Selatan, Maluku Tenggara, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sorong, dan Kabupaten Sorong, yang ditulis masing-masing Paisal, Sabara, Syamsurijal, Muh. Dachlan, Sitti Arafah, Muh. Irfan Syuhudi, dan Muh. Ali Saputra. Dr. Diks Pasande, Dosen Sekolah Tinggi Teologi Intim Makassar, juga menyumbang satu tulisan.

“Selain laporan penelitian reguler, temuan riset ini dijadikan juga untuk bahan bacaan. Jadi, bahan bacaan ini berdasarkan riset lapangan, bukan fiksi,” kata Irfan.

Menurut Irfan, bahan bacaan Moderasi Beragama ini ditujukan untuk kalangan anak-anak Madrasah Aliyah dan SMA/SMK.

Karena itu, pada kegiatan ini, peneliti mengundang peserta yang terdiri atas, antara lain, penulis cerpen, akademisi, Guru MAN dan Guru SMA, yang dianggap mampu memberikan masukan untuk menyempurnakan bahan bacaan ini.

“Nantinya, kami menginginkan gaya bahasanya bisa serupa cerpen atau feature. Setidaknya, bahasanya dibuat sesederhana dan serenyah mungkin,” lanjut Irfan.

Narasumber pada kegiatan ini adalah Peneliti Ahli Utama BLAM, Prof. Dr. H. Abd. Kadir Ahmad, MS dan Pendeta Dr. Lidya Tandirerung, M.Th.

Prof Kadir menyajikan materi “Mengemas Narasi Kerukunan Umat Beragama Berbasis Kearifan Lokal”, sedangkan Pendeta Lidya; “Literasi Bernuansa Moderasi Beragama di Kalangan Peserta Didik.” (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *