Thu. Sep 24th, 2020

BLAM

KEREN

Istilah Moderasi Beragama Belum Populer di Kalangan Guru PAI Aliyah dan SMA

2 min read

Suasana seminar hasil penjajakan Peneliti Bimas BLAM. Foto: M. Irfan

4,105 total views, 4 views today

MAKASSAR, BLAM – Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Aliyah dan SMA/SMK, ternyata belum mengetahui apa itu Moderasi Beragama. Istilah tersebut belum populer di kalangan mereka.

Hal tersebut dikemukakan Peneliti Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), saat memaparkan hasil temuan penjajakan lapangan mereka di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar).

Peneliti Bimas Agama melakukan penjajakan lapangan atau studi awal, selama sepekan, 9 – 15 Agustus 2020, untuk persiapan penelitian mengenai Pemahaman Moderasi Beragama Guru PAI di Madrasah Aliyah dan SMA.

Daerah yang mereka telusuri adalah beberapa kabupaten/kota di Sulsel dan Sulbar, seperti Makassar, Gowa, Bantaeng, Bulukumba, Wajo, Enrekang, Palopo, Polman, dan Majene.

Syamsurijal meneliti di Makassar dan Bulukumba, Sitti Arafah (Palopo), Paisal (Gowa dan Bantaeng), Ali Saputra (Sengkang), Dachlan (Enrekang), Sabara (Polman), dan Muh. Irfan Syuhudi (Majene).

“Di antara Guru PAI yang kami temui, ternyata baru mendengar istilah Moderasi Beragama. Banyak yang belum memahami apa itu Moderasi Beragama,” kata para peneliti, saat menyajikan temuannya pada Rapat dalam Kantor (RDK) seminar hasil penjajakan, di Aula Kantor BLAM, Rabu, 19 Agustus 2020.

Selain Peneliti BLAM, kegiatan RDK ini mengundang pula beberapa peserta luar dari kalangan akademisi dan guru. Mereka diundang untuk memberikan masukan, sekaligus menceritakan pengalaman mereka terkait pemahaman keagamaan Guru PAI di sekolahnya.

Moderasi Beragama sendiri mulai menjadi perbincangan, sejak Kementerian Agama mengeluarkan buku berjudul “Moderasi Beragama” dan “Buku  Saku  Tanya  Jawab  Moderasi Beragama” yang diterbitkan 2019. Buku ini merupakan hasil “keroyokan” peneliti, akademisi, dan aktivis keagamaan.

Moderasi Beragama, menurut Kementerian Agama (2019), diartikan sebagai sikap percaya diri dan sungguh-sungguh menjalankan prinsip ajaran agama masing-masing, khususnya menyangkut keadilan dan sikap yang berimbang.

Sikap  sungguh-sungguh  menjalankan  prinsip  agamanya ini, dibarengi  pula dengan  kesiapan  menerima  dan  berbagi  kebenaran,  sejauh menyangkut tafsir keagamaan, serta bisa menerima, mau mendengar, terbuka, dan bisa bekerja sama dengan penganut agama, suku dan etnis berbeda.

Sedangkan dalam  “Buku  Saku  Tanya  Jawab  Moderasi Beragama  Kementerian Agama (2019),  Moderasi Beragama dapat dilihat dalam tiga hal, yaitu pertama; menjunjung nilai-nilai  kemanusian  dengan  tidak  melanggar batas-batasnya; kedua, menghargai kesepakatan bersama sebagai bagian dari bangsa Indonesia; dan ketiga, menghormati ketertiban umum dengan tidak melanggar batas-batas yang ditentukan.

Sementara itu, Quraisy Syihab, yang menulis buku tentang Moderasi dalam Islam, disebut dalam Islam sebagai Wasathiyah. Dengan mengutip pendapat beberapa ulama, seperti Ibn Jarir Atthabari, Quraisy lantas memaknai moderasi berasal dari kata wasatha sebagai yang terbaik.

Quraisy juga mengutip pengertian Al-Razi mengenai wasatiah, yang berpijak dari kata adil. Wasatiyah juga berarti keseimbangan (tawazun) dan bersikap toleran (tasamuh).

“Moderasi Beragama sebenarnya menjadi tawaran cara beragama, di tengah maraknya  gerakan radikal yang seringkali mengatasnamakan agama, seperti saat ini,” kata Syamsurijal, yang menahkodai penelitian ini.

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, mengaku tertarik dengan temuan sementara peneliti di lapangan, bahwa Guru PAI ternyata belum mengetahui Moderasi Beragama.

“Ini berarti, istilah Moderasi Beragama sejauh ini memang belum populer di kalangan Guru PAI. Nantinya, ini bisa menjadi temuan menarik. Kita harapkan juga, output dari hasil teman-teman peneliti ini dapat menjadi bahan ajar bagi Guru PAI di sekolah-sekolah,” kata Saprillah. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *