Wed. Dec 2nd, 2020

BLAM

KEREN

Peneliti BLAM Rapid Test sebelum Penjajakan, Saprillah: Supaya Peneliti & Informan Merasa Nyaman dan Tenang

2 min read

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, melakukan pemeriksaan rapid test. Foto: Dok. BLAM.

10,363 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Sebelum penjajakan lapangan atau studi awal penelitian tahap kedua, Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) mengadakan pemeriksaan rapid test kepada sejumlah peneliti dan pegawai di Kantor BLAM, Rabu, 5 Agustus 2020.

Hasil pemeriksaan Imunoserologi menunjukkan, “Hasil dan Nilai Rujukan adalah non Reaktif.”

Sesuai jadwal, semua Beneliti BLAM merencanakan melakukan penjajakan lapangan, Minggu, 9 Agustus 2020. Untuk penelitian tahap kedua, lokasi yang dijadikan sasaran penelitian adalah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, menyatakan, pemeriksaan rapid test dilakukan sebagai upaya untuk memberi perasaan nyaman dan tenang bagi Peneliti BLAM selama menjalankan tugasnya di lapangan.

“Meskipun sebenarnya hasil rapid test tak bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus corona, namun setidaknya, hasil pemeriksaan ini bisa menjadi penguat peneliti untuk bertemu informan mereka di lapangan,” kata Saprillah, usai mengikuti rapid test.

Dikutip dari internet, rapid test atau tes serologis merupakan pemeriksaan dengan mengambil sampel darah dari ujung jari. Setelah itu, sampel darah akan diteteskan ke alat rapid test untuk mengetahui apakah darah mengandung antibodi yang menandakan orang tersebut sedang atau pernah mengalami infeksi suatu virus atau tidak.

Meskipun begitu, hasil pemeriksaan rapid test tidak tidak bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus corona atau SARS-CoV-2 di tubuh.

Karenanya, pemeriksaan ini tidak bisa menjadi patokan untuk mendiagnosis Covid-19, melainkan hanyalah untuk mendeteksi apakah di dalam darah terdapat antibodi IgM dan IgG yang bertugas melawan virus corona atau tidak. Kedua antibodi ini diproduksi secara alami oleh tubuh, ketika seseorang terpapar corona.

Menurut Saprillah, keterangan hasil rapid test ini sangat penting bagi peneliti. Setidaknya, ini juga untuk mengantisipasi apabila mendapatkan lokasi penelitian yang masih memberlakukan dan atau memerlukan keterangan rapid test buat pendatang.

“Masih ada beberapa daerah yang meminta surat keterangan pemeriksaan rapid test bagi pendatang yang berkunjung ke daerahnya. Jadi, supaya peneliti dan informan merasa sama-sama nyaman dan tenang, BLAM mengambil langkah melakukan rapid test sebelum peneliti turun lapangan,” kata Saprillah.

Kepada peneliti, Saprillah juga mengimbau untuk mematuhi protokoler kesehatan Covid-19, seperti memakai masker, menjaga jarak aman, dan rajin mencuci tangan. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *