Wed. Dec 2nd, 2020

BLAM

KEREN

Yayasan Hadji Kalla Kunjungi BLAM, Tertarik Temuan Survei Kesiapan Rumah Ibadat

2 min read

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, ,mengobrol dengan pihak Yayasan Hadji Kalla. Foto: Arafah.

6,063 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM — Hasil survei Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) mengenai Kesiapan Rumah Ibadat Menghadapi New Normal di Kecamatan Rappocini, Makassar, ternyata menarik minat Yayasan Hadji Kalla.

Hal ini dibuktikan dengan kedatangan delegasi Yayasan Hadji Kalla Bidang Keagamaan, Ria Supratman dan Salman, ke Kantor BLAM, Selasa, 14 Juli 2020.

Mereka bertemu dan berbincang-bincang dengan Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, yang ditemani tiga Koordinator Bidang Penelitian BLAM, dan Agen Perubahan BLAM, di ruangan kerja Kepala BLAM.

Pada pertemuan tersebut, Yayasan Hadji Kalla Bidang Keagamaan, mengemukakan, pihaknya tertarik dengan hasil temuan survei rumah ibadat BLAM, yang diluncurkan lewat diskusi webinar, dan menghadirkan narasumber Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan serta Kabid Kesra Pemerinta Kota Makassar, awal Juli 2020 lalu.

“Metode survei yang digunakan BLAM sangat menarik, karena dilakukan online, real time, dan pakai aplikasi App Sheet. Akurasi pengumpulan datanya juga sangat cepat dan tepat. Apalagi, titik koordinat lokasi rumah ibadatnya langsung terlihat di layar handphone,” kata Ria Supratman.

Memang, survei BLAM ini dilakukan secara online dan real time, serta menggunakan aplikasi App Sheet. Pengambilan data rumah ibadat, mulai bangunan masjid hingga titik koordinat, semua  tercatat secara online dan real time di perangkat handphone peneliti.

Sebanyak 28 peneliti turun melaksanakan survei selama tiga hari, 26 hingga 28 Juni 2020. Mereka menyasar semua rumah ibadat, yang berada di dalam naungan wilayah geografis Kecamatan Rappocini (Selengkapnya, lihat hasil survei BLAM: https://blamakassar.co.id/2020/07/03/masih-ada-rumah-ibadat-belum-terapkan-protokol-covid-19-hasil-survei-blam-soal-kesiapan-rumah-ibadat-hadapi-new-normal/

“Kami juga memang membutuhkan data valid tentang masjid di Sulawesi Selatan dan problem sosial umat muslim,” tambah Salman.

Saprillah menyambut gembira kedatangan utusan Yayasan Hadji Kalla. Setidaknya, kata dia, mereka memiliki kegelisahan sama tentang kondisi umat beragama, termasuk kesiapan rumah ibadat di masa pandemik Covid-19.

Menurut Saprillah, survei kesiapan rumah ibadat ini merupakan kegiatan pengembangan pemetaan keagamaan BLAM.

Sementara untuk pemetaan rumah ibadat sendiri, BLAM sudah beberapa kali melakukan di sejumlah daerah di Kawasan Timur Indonesia. Hasilnya pun sudah digunakan oleh beberapa instansi pemerintah.

“Tentunya, kegiatan pemetaan keagamaan seperti ini akan terus kita lanjutkan dan kembangkan. Kami juga berharap hasil pertemuan dengan pihak Yayasan Hadji Kalla akan melahirkan kerjasama akademik,” kata Saprillah. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *