Thu. Sep 24th, 2020

BLAM

KEREN

Peneliti Lektur Bedah DO Kajian Naskah Klasik Keagamaan

2 min read

Pembahasan DO penelitian tahap kedua Bidang Lektur Khazanah Keagamaan BLAM, Rabu, 17 Juni 2020. Foto: Dok. BLAM.

1,679 total views, 4 views today

MAKASSAR, BLAM – Bidang Lektur dan Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi, Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar (BLAM), akan melakukan riset mengenai “Kajian Konteks Naskah Klasik Keagamaan.”

Husnul Fahimah Ilyas, Koordinator Penelitian, menyatakan, alasan mereka meneliti naskah klasik pada penelitian tahap kedua, lantaran naskah klasik merupakan salah satu warisan kebudayaan Indonesia yang tak ternilai. Bagi peneliti naskah, penelitian atau kajian naskah klasik selalu menjadi daya tarik tersendiri.

“Naskah-naskah di nusantara mengemban isi yang sangat kaya. Kekayaan itu ditunjukkan oleh keanekaragaman aspek kehidupan yang dikemukakan, misalnya, masalah sosial, politik, ekonomi, agama, kebudayaan, bahasa, dan sastra,” kata Husnul, saat membedah desain operasional (DO) penelitian timnya, pada kegiatan rapat dalam kantor (RDK), di aula Kantor BLAM, Rabu, 17 Juni 2020.

Menurut Husnul, yang ingin mereka temukan di lapangan adalah sejarah keberadaan naskah dan persebarannya sampai sekarang, isi teks naskah, corak keberagamaan masyarakat berdasarkan teks naskah, serta kegunaan teks-teks tersebut pada masa sekarang.

Jenis penelitian ini adalah kulitatif. Untuk menelaah teks-teks berkaitan ritual atau acara keagamaan, Peneliti Bidang Lektur akan menggunakan pendekatan interdisipliner, seperti filologi, sejarah sosial, dan antropologi.

“Sumber data penelitian ini adalah berupa tinggalan budaya, baik berupa tulisan maupun benda, berupa dokumen, berupa tradisi lisan, atau berupa tulisan pakar atau peneliti. Juga, tinggalan budaya tertulis berupa manuskrip-manuskrip yang bisa menjadi acuan dalam pembacaan sejarah (interteks),” kata Husnul.

Pembahasan DO dihadiri beberapa Peneliti BLAM, dan tiga peserta luar BLAM. Sedangkan Konsultan Penelitian adalah Dr.Andi Muhammad Akhmar (penulis buku Islamisasi Bugis: Kajian Sastra atas La Galigo Versi Bottinna I La Dewata Sibawa I We Atteweq), Dr. H. Abd. Kadir Massoweang, dan Prof. Dr. H. Idham, M.Pd.

Lokasi yang dijadikan daerah penelitian Tim Lektur, yaitu Gorontalo, Sulawesi Selatan, dan Buton. Alasannya, tiga lokasi tersebut pernah menjadi lokasi penelitian mereka pada 2008 dan 2009.

“Hasil dari penelitian kami tahun 2008 dan 2009 di tiga lokasi itu adalah masih terdapat naskah atau manuskrip yang sampai saat ini hidup di masyarakat, yang secara fungsional dapat mempererat kekerabatan komunitas pemilik naskah,” ujar Husnul. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *