Wed. Dec 2nd, 2020

BLAM

KEREN

“BLAM Corner” Bakal Dijadikan Diskusi Serial

1 min read

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, memimpin rapat terbatas di ruangannya. Foto: Dok. BLAM.

3,060 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) bakal menjadikan “BLAM Corner” sebagai ajang diskusi serial para Peneliti BLAM.

Selain fenomena aktual yang menjadi perbincangan masyarakat Indonesia, tema atau topik yang juga menjadi ajang diskusi di “BLAM Corner” adalah terkait temuan-temuan hasil riset para Peneliti BLAM, serta kegiatan pengembangan yang telah dilaksanakan.

“Sesungguhnya, tujuan dibentuknya “BLAM Corner” juga adalah empowering capacity, atau memberdayakan kapasitas masing-masing peneliti, dan tempat untuk mensosialisasikan hasil penelitian maupun pengembangan yang telah kita lakukan selama ini,” kata Kepala BLAM, H. Saprillah, M. Si, di ruang kerjanya, Rabu, 17 Juni 2020.

Saprillah mengemukakan hal tersebut, saat menggelar rapat terbatas dengan Agen Perubahan BLAM, serta masing-masing koordinator bidang penelitian, kepala urusan, perencara, dan bendahara.

Menurut Saprillah, setiap bidang penelitian akan diberikan kesempatan tampil pada “BLAM Corner” sebanyak 10 serial dengan mengangkat tema hasil penelitian dan pengembangannya.

“Kalau tidak memungkinkan untuk mengadakan di kantor karena pandemik Covid-19, kita akan menggelarnya melalui diskusi webinar,” kata Saprillah.

Selain membincangkan “BLAM Corner”, Saprillah juga mendiskusikan beberapa agenda kegiatan penelitian yang tertunda, seperti pelaksanaan kegiatan seminar awal maupun seminar akhir penelitian tahap pertama. Sedianya, kegiatan seminar awal dan seminar akhir penelitian ini,  dihelat sebelum memasuki ramadan 2020.

Hal lain yang juga dibincangkan adalah pelaksanaan penelitian tahap kedua, yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.

“Namun, jika terpaksa harus tertunda disebabkan Covid-19, kita akan melakukan strategi lain, sehingga output-nya tetap tercapai, seperti melakukan penelitian dengan mengambil satu lokus saja, atau melakukan penelitian terkait isu-isu aktual dengan waktu yang singkat,” kata Saprillah. (sta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *