Wed. Jul 15th, 2020

BLAM

KEREN

Riset KUB Jadi Bahan Bacaan Moderasi Beragama untuk Anak SMA/Aliyah

2 min read

Suasana diskusi bahan bacaan moderasi beragama, Kamis, 11 Juni 2020. Foto: Dok. BLAM.

2,110 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Peneliti Bidang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) tengah merancang bahan bacaan bertema Moderasi Beragama.

Yang menarik, semua sumber tulisan bahan bacaan ini diambil dari temuan riset lapangan Peneliti BLAM. Nantinya, sasaran bahan bacaan akan diproyeksikan buat anak-anak sekolah umum menengah atas (SMA dan Aliyah).

Muhammad Irfan Syuhudi, Koordinator Kegiatan Pengembangan Bahan Bacaan Moderasi Beragama, saat kegiatan rapat dalam kantor (RDK), di aula Kantor BLAM, Kamis sore, 11 Juni 2020, menyatakan, bahan bacaan ini rencananya memuat tujuh tulisan.

Semua tulisan tersebut merupakan hasil penelitian Peneliti BLAM, saat mereka melakukan riset Best Practice Kerukunan Umat Beragama (KUB) di tujuh lokasi di Kawasan Timur Indonesia.

“Semua draft tulisan berdasarkan temuan lapangan, ketika kami meneliti kerukunan umat beragama tahun 2019,” kata Irfan Syuhudi, di depan peserta kegiatan pengembangan penyusunan bahan bacaan Moderasi Beragama.

Karena sasarannya anak SMA dan Aliyah, Tim Bimas bakal menggunakan kalimat-kalimat sederhana, yang disesuaikan dengan bacaan anak-anak sekolah. “Kita usahakan kayak kalimat-kalimat seperti di novel, cerita pendek, atau feature yang agak ringan dan sederhana,” lanjut Irfan.

Pada kegiatan RDK ini, semua peneliti menjelaskan poin-poin penting yang mereka tuangkan di dalam draft tulisannya.

Pendeta Dr. Diks Pasandek, salah seorang peserta, menyarankan kepada peneliti untuk membuat catatan prolog dan epilog pada bahan bacaan ini.

“Prolog tersebut nantinya berisikan penjelasan singkat mengenai keseluruhan isi tulisan. Sedangkan epilognya berisi pesan-pesan moral terkait moderasi beragama. Bagi saya, ini cukup penting agar tidak terjadi salah persepsi di kalangan pembaca, terutama anak-anak sekolah yang dijadikan sasaran bahan bacaan ini,” kata Diks.

Prof. Dr. H. Abd. Kadir Ahmad, Ahli Peneliti Utama BLAM, selaku Pembimbing Penyusunan Literatur Bahan Bacaan Moderasi Beragama, menyatakan, bahan bacaan moderasi beragama ini diakui sangat menarik. Apalagi, semua sumber tulisan diambil dari data yang menjadi temuan lapangan peneliti.

“Bahan bacaan ini sangat menarik. Karena yang menjadi sasaran anak SMA dan Aliyah, maka kalimat-kalimatnya sebaiknya dibuat seringan mungkin, dan dinamika narasi cerita dibuat tidak monoton, supaya pembaca tidak merasa jenuh,” kata Kadir Ahmad.

Tentunya, kata Kadir Ahmad, hasil akhir dari bahan bacaan ini adalah anak-anak sekolah atau anak milenial lebih memahami dan kemudian mempraktikkan nilai-nilai yang terkandung di dalam moderasi beragama.

“Tapi, ingat juga. Jangan sampai orang kemudian melemahkan agama dengan alasan moderasi beragama,” imbuh Kadir, yang pernah menjabat Kepala BLAM dan Kepala Kanwil Kemenag Agama Provinsi Gorontalo.

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, yang juga Pembimbing Penyusunan Literatur Bahan Bacaan Moderasi Beragama, mengingatkan kepada peneliti untuk lebih berhati-hati saat menarasikan relasi antarumat beragama di dalam tulisannya.

“Setelah membaca draft tulisan ini, saya melihat beberapa peneliti menceritakan relasi dan kontestasi antara penganut Islam dan Kristen. Meskipun ini temuan lapangan, kita juga mesti menghindari mencederai perasaan kelompok agama tertentu,” imbuh Saprillah. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *