Wed. Dec 2nd, 2020

BLAM

KEREN

Bidang Pendidikan Rancang Model Sekolah Kerukunan

1 min read

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, memberikan sambutan pada kegiatan RDK. Foto: Dok. BLAM.

946 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) menggelar kegiatan pengembangan penyusunan literatur Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan bertema “Model Sekolah Kerukunan”, di aula Kantor BLAM, Selasa sore, 9 Juni 2020.

Kegiatan berbentuk rapat dalam kantor (RDK) ini, merupakan hajatan pertama BLAM sejak Maret 2020 lalu, terutama bertepatan pandemik Covid-19 yang mulai menghantam sebagian besar wilayah di Indonesia

Koordinator pengembangan, Asnandar Abubakar, menyatakan, perbincangan mengenai kerukunan umat beragama di Indonesia tak pernah ada habisnya. Terlebih lagi, di beberapa daerah di Indonesia masih kerap diwarnai ketegangan hingga melahirkan konflik yang mengatasnamakan agama.

“Atas beragam fenomena keagaamaan yang sewaktu-waktu bisa menegang dan melahirkan konflik agama seperti itu, kami kemudian tertarik merancang model sekolah kerukunan, yang sasarannya adalah anak-anak sekolah,” ujar Asnandar, di depan peserta, antara lain, Konsultan Pengembangan, Prof. Dr. H. Hamdar Arraiyyah, beberapa Peneliti BLAM, serta perwakilan Guru SMA 14 dan Guru SMA 17, dan Lakpesdam Nahdlatul Ulama Sulsel.

Tim Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan mendiskusikan kerangka model kerukunan, yaitu pendahuluan, komponen sekolah kerukunan, strategi penyelenggaraan, arah kebijakan, dan implementasi standar nasional pendidikan pada sekolah kerukunan.

Sebelumnya, Kepala BLAM, H. Saprilah, M.Si, dalam sambutannya menyatakan, BLAM tetap melaksanakan sejumlah kegiatan meski di tengah terjangan pandemik Covid-19.

Kendati begitu, BLAM tetap mematuhi protokoler kesehatan terkait pencegahan dan pemutusan mata rantai penyebaran virus tersebut.

“Seperti memeriksa suhu tubuh peserta yang mengikuti kegiatan, membatasi jumlah peserta, duduk berjauhan atau berjarak sesuai standar tim kesehatan, menggunakan masker, dan mencuci tangan sebelum memasuki ruangan forum,” kata Saprillah. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *