Mon. Sep 21st, 2020

BLAM

KEREN

Masuk Kantor 8 Juni 2020, BLAM Kembali Lakukan Penyemprotan Disinfektan

2 min read

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si dan Kasubag TU BLAM, Dra. Hj. Nelly Wahidin, bersama petugas Dokkes Polda Sulsel. Foto: Asnianti.

6,304 total views, 4 views today

MAKASSAR, BLAM – Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) mulai resmi masuk kantor Senin, 8 Juni 2020.

Karena itu, sebelum seluruh pegawai “ngantor”, Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kehadiran “anak buahnya.”

Salah satunya, ia menginstruksikan kembali melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan Kantor BLAM, Sabtu, 6 Juni 2020. Penyemprotan disinfektan terakhir dilakukan pada April 2020 lalu.

Disinfektan merupakan proses dekonteminasi yang menghilangkan, atau membunuh segala hal,   terkait mikroorganisme (virus dan bakteri) pada objek permukaan benda mati.

“Dengan penyemprotan disinfektan, setidaknya bisa membunuh atau meminimalisir penyebaran virus Covid-19,” kata Saprillah, di sela-sela menyaksikan penyemprotan yang dilakukan Tim Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polisi Daerah Sulawesi Selatan, di Kantor BLAM, Sabtu, 6 Juni 2020.

Kasubag Tata Usaha BLAM, Dra. Hj. Nelly Wahidin, dan beberapa Kepala Urusan BLAM, ikut pula melihat dari dekat penyemprotan disinfektan.

Nelly Wahidin menambahkan, masuk kantor serentak di lingkungan kementerian agama mengacu kepada surat edaran yang dikeluarkan Menteri Agama dan Badan Litbang dan Diklat Kementeria Agama.

Surat Edaran yang dimaksud adalah Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE. 16 tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Kementerian Agama dalam Tatanan Normal Baru, serta Surat Edaran Nomor 7 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Sistem Kerja Pegawai ASN yang Produktif dan Aman Covid-19 pada Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Selain penyemprotan disinfektan, BLAM sejak April 2020 lalu telah menyediakan hand sanitizer pada setiap ruangan. Juga, westafel dan sabun di depan pintu masuk untuk membersihkan tangan, sebelum masuk dan beraktivitas di kantor.

Untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, seluruh pegawai BLAM diharuskan juga mengenakan masker di dalam kantor, serta tetap menjaga jarak ketika berinteraksi.

Menurut Saprillah, meski seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN memulai aktivitas di kantor pada 8 Juni 2020, ia tetap saja memberlakukan pembagian waktu dengan dua sistem kerja (shift), yaitu beraktivitas di rumah (Work From Home) dan kedinasan di kantor (Work From Office).

“Tidak semua pegawai masuk kantor pada waktu bersamaan. Pembagian waktu ditentukan dengan model shift harian. Jadi, pada hari yang sama, ada pegawai yang WFO dan ada juga WFH. Ini juga berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama dan Surat Edaran Badan Litbang,” ujar Ketua Lakpesdam Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, ini.

Sejak pertengahan Maret 2020, BLAM sebenarnya mulai memberlakukan WFH buat seluruh pegawai. Hanya petugas keamanan (security) dan petugas kebersihan (cleaning service), yang diminta masuk kantor. Itu pun dengan sistem pembagian waktu model shift.

Bagi pegawai yang mengalami “kurang enak badan,” Saprillah tetap memberikan keringanan untuk tidak masuk kantor.

“Kami membolehkan para pegawai yang memiliki sakit “bawaan” untuk tetap melakukan aktivitas WFH. Mereka nanti akan diminta datang ke kantor bila dibutuhkan,” kata pria kelahiran 1977, ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, BLAM merencanakan menggelar beberapa kegiatan sepanjang Juni 2020. Di antaranya, pembahasan desain operasional dan instrumen pengumpulan data penelitian tahap kedua, dan pembahasan draft kegiatan pengembangan.

“Tentunya, semua kegiatan yang kami lakukan tetap mengacu kepada prosedural pencegahan penyebaran Covid-19,” imbuh Saprillah. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *