Sun. Nov 29th, 2020

BLAM

KEREN

BLAM Kembali Perpanjang WFH Hingga 13 Mei 2020

2 min read

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si (songkok), bersama Pegawai BLAM. Foto: Dok. BLAM.

5,727 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Belum adanya tanda-tanda kapan Virus Corona (Covid 19) bakal berakhir, membuat pemerintah Indonesia memutuskan untuk menambah masa “ngantor” di rumah (Work From Home) buat seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Balai Litbang Agama Makassar (BLAM).

Jika sebelumnya seluruh ASN dan non ASN BLAM dijadwalkan sudah masuk kantor pada 22 April 2020, kini WFH mereka diperpanjang lagi menjadi 13 Mei 2020.

BLAM mengambil keputusan tersebut mengacu kepada Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 9 tahun 2020 tentang “Penyesuaian Sistem Kerja bagi Pegawai Kemenag yang Berada di Wilayah dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Perpanjangan Masa Pelaksanaan Tugas Kedinasan di Rumah/Tempat.”

“Situasi terkait virus corona belum mereda, sehingga BLAM memperpanjang kembali masa Work From Home sampai 13 Mei 2020. Mengenai perpanjangan WFH, kami merujuk pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor 9 tahun 2020,” kata Kepala BLAM, H. Saprillah, M. Si, Selasa, 21 April 2020.

Dengan adanya perpanjangan masa beraktivitas di rumah, Saprillah mengimbau kepada seluruh ASN BLAM untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

“Karena situasi yang belum memungkinkan untuk kita masuk kantor sesuai jadwal semula (22 April 2020), saya berharap bapak-bapak dan ibu-ibu tetap bekerja seperti biasa, dan menyelesaikan pekerjaan masing-masing seperti yang dijadwalkan,” kata Saprillah.

Terkait virus corona (Covid 19), Pemerintah Sulawesi Selatan (Sulsel) juga memperpanjang masa status daruratnya hingga 29 Mei 2020.

Hal tersebut tertuang pada Keputusan Gubernur Sulsel Nomor 1100/IV/tahun 2020, tentang “Perpanjangan Status Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Provinsi Sulsel,” yang diteken Gubernur Sulsel, Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr.

Pada “Bagian Kedua Memutuskan”, tertuliskan, “Perpanjangan status keadaan tertentu sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu berlaku selama 42 hari, terhitung sejak tanggal 18 April 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020.”

Walikota Makassar juga mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwali) Makassar Nomor 22 tahun 2020 tentang “Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Makassar Sulawesi Selatan.”

Perwali ini ditetapkan oleh Walikota Makassar, Muh. Iqbal S. Suhaeb, 17 April 2020, dan diundangkan pada 20 April 2020. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *