Sat. Dec 5th, 2020

BLAM

KEREN

In Memoriam Glenn Fredly: MengusungToleransi Melalui Musik

5 min read

Glenn Fredly di masa hidupnya. Foto: Internet

4,700 total views, 2 views today

Oleh: Sabara Nuruddin (Peneliti Balai Litbang Agama Makassar)

Rabu sore, 8 April 2020, pencinta musik tanah air menerima kabar duka. Jagat musik Indonesia mendadak dirundung duka.

Glenn Fredly, seorang musisi kawakan tanah air, berpulang keharibaan-Nya. Pemilik nama asli Glenn Fredly Deviano Latuhamallo berpulang pada usia 44 akibat menderita meningitis.

Sejak terdengar kabar Glenn meninggal, seketika itu juga media sosial memberitakan kepergian musisi berdarah Maluku ini. Ucapan duka tak henti-hentinya mengalir deras dari sahabat dan penggemarnya.

Media sosial pun seolah ikut berkabung. Hampir semua status di media sosial menuliskan berita sedih tentang “kepergian” pria berlesung pipit ini.

Presiden Jokowi ikut pula menuliskan ucapan belasungkawa, dengan menyertakan fotonya berdiri berdampingan dengan Glenn, saat mereka bertemu pada sebuah acara.

Tompi, sahabat sekaligus rekan seprofesi Glenn, yang pertama kali menginformasikan kabar menyedihkan itu melalui postingannnya.

“Telah berpulang saudara kami Glenn Fredly malam ini. Mohon dimaafkan semua salahnya. Dia yang selalu hadir menggerakkan kita semua.”

Meninggal tepat di malam Kamis Putih, salah satu malam yang dipandang sakral dalam tradisi Iman Kristiani, agama yang dianut Glenn Fredly. Kepergian yang terasa begitu tiba-tiba, apalagi di usia yang tergolong muda.

Kepergian Glenn, tentu saja, menorehkan duka mendalam. Bukan hanya bagi pencinta musik, tetapi juga bagi generasi pengusung toleransi.

Glenn tak hanya dikenal sebagai seorang musisi. Pria kelahiran Jakarta, 30 September ini, dikenal juga giat mengampanyekan toleransi.

Toleransi Melalui Musik

Sisi lain Glenn adalah, selain dikenal sebagai seorang musisi sejak dekade 1990-an, ia juga seorang aktivis yang giat menyuarakan perdamaian dan toleransi di acara dialog, talk show,  hingga di panggung konser.

Musik adalah jalur perjuangannya menanamkan kesadaran kepada segenap anak bangsa.

“Cara pandang ini jangan sempit memahami toleransi. Kalau dosen dan akademisi dengan cara penelitian, generasi muda bisa mewujudkan lewat cara mereka seperti kami memilih musik” kata Glenn pada acara konser dan diskusi di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

Bagi Glenn, musik mengajarkan toleransi dengan cara menghargai karya orang lain, dan berusaha membuat karya berdampak positif.

Karena itu, bagi Glenn, musik mengajarkan untuk berbuat sesuatu hal positif. Minimal, saling menghormati dan tidak saling menghujat.

Sebuah karya musik tak akan terasa nyaman dan enak didengarkan kalau hanya bergantung pada satu alat musik. Begitulah, kata Glenn. Indonesia harus selalu dapat dinikmati ramah oleh semua orang.

Jalan pikiran Glenn cukup sederhana, “musik itu indah, karena dimainkan dari keragaman. Karenanya, keragaman adalah kekuatan untuk menghadirkan keindahan.”

Demikian pula Indonesia, yang penuh keragaman, adalah negeri yang penuh dengan keindahan. Olehnya itu, keindahan itu harus dijaga dan dilestarikan bersama oleh segenap anak bangsa, utamanya pemuda. Perjuangan bisa dilakukan dengan berbagai cara, dan musik adalah salah satunya.

Keseriusan Glenn mengampanyekan toleransi melalui musik dibuktikan dengan dedikasi berkeliling kampus dan konser gratis. Konser keliling kampus tersebut diinisiasi oleh Glenn bersama beberapa rekan musisi.

Maraknya intoleransi dan politik identitas menjadi dasar keprihatinan yang menggerakkan Glenn dan kawan-kawan untuk road to campus mengajak generasi muda, utamanya mahasiswa untuk menyadari arti penting toleransi bagi bangsa Indonesia yang dianugerahi Tuhan keragaman.

Glenn Fredly yang punya banyak keluarga, kerabat, dan sahabat di Maluku, merasakan betul bagaimana trauma akibat konflik bernuansa agama yang pernah terjadi di Maluku, 1999 dan awal 2000-an.

Atas pengalaman buruk itu, ia kemudian tak ingin konflik serupa terulang di daerah lain. Inilah salah satu yang menginspirasi Glenn untuk terus mengampanyekan, bahwa persaudaraan adalah di atas segalanya.

Penghargaan terhadap keragaman melalui musik ditunjukkan Glenn dengan memproduseri sebuah album bernapaskan Islam bertajuk Hidayah.

Menurut Glenn, dalam memorinya terekam, bahwa Islam adalah agama perdamaian dan memberi manfaat bagi kehidupan.

Abidin Wakano, dosen IAIN Ambon, yang juga Pengurus MUI Provinsi Maluku, menulis postingan duka atas kepergian Glenn pada laman Facebooknya.

Pada postingan tersebut, Abidin bercerita tentang Glenn yang menginspirasi lahirnya Pusat Studi Musik Islam di IAIN Ambon. Setiap berjumpa Glenn, ia selalu bertanya pada Abidin; “Apa sudah jadi prodi musik Islam?”

Bahasa Universal

Jika bagi sebagian orang, keberagaman kerap menjadi kenyataan yang sulit diterima, dan bahkan dipersoalkan.

Bagi Glenn, keberagaman adalah kekuatan bagi bangsa Indonesia yang harus terus dijaga dan dirawat. Salah satunya melalui musik sebagai bahasa universal.

Musik adalah bahasa universal yang dapat diterima oleh segenap lapisan. Musik, menurut Inayat Khan, seorang sufi dan musikus asal India, adalah ekspresi dari keharmonisan melimpah ruah dan sempurna dari seluruh alam semesta. Bahkan, menurut Inayat Khan, musik adalah seni surgawi.

Sebagai bahasa universal, musik memantik inspirasi dengan menyentuh relung jiwa manusia untuk larut dalam satu harmoni, yaitu keindahan.

Dengan demikian, musik mengantarkan manusia pada keindahan semesta, yang dengan sendirinya menyadarkan kita untuk bersama menjaga keindahan tersebut.

Lahirnya sebuah simfoni musik yang indah, tentu berasal dari kolaborasi alat musik yang beragam, serta dipadu dengan lantunan suara yang mengikuti irama nada yang diaminkan.

Keragaman adalah identitas sejati dari musik, mulai keragaman nada, keragaman instrumen,  hingga keragaman suara yang harus tunduk pada ragam nada yang dimainkan dari ragam instrumen.

Musisi yang baik adalah musisi yang saling mengapresiasi, bukan saling berkompetisi. Musisi yang baik adalah yang mampu berkolaborasi, bukan saling menegasi.

Musik meniscayakan keterpaduan ragam instrumen, nada dan suara, sehingga melahirkan simfoni indah.

Pada bahasa universal dari musik inilah, kita bisa memahami hakikat dari toleransi atas keragaman dengan memahaminya sebagai anugerah dan kekuatan. Hal inilah yang berulang-ulang dikampanyekan oleh seorang Glenn Fredly, bahwa keragaman itu indah.

Musik Membangun Perdamaian

Pelajaran dari seorang Glen Fredly sebagai pekerja seni, adalah sebagai seniman, ia bekerja bukan sekadar seni untuk seni, atau musik untuk musik.

Glenn Fredly mendedikasikan dirinya sebagai musisi, bahwa musik adalah jalan untuk membangun Indonesia yang penuh persaudaraan dan perdamaian.

Sangat jarang kita temui seorang musisi yang memiliki dedikasi tinggi kepada toleransi dan perdamaian, seperti halnya Glenn Fredly.

Selain musisi, ia juga seorang anak Indonesia yang resah dengan maraknya intoleransi, konflik,  dan politik identitas, yang selalu mengancam keutuhan bangsa.

Melalui musik, Glenn mendedikasikan dirinya sebagai pengusung dan pejuang toleransi, serta perdamaian.

Glenn mentransformasi musik bukan sekadar hiburan belaka, tapi baginya, musik adalah jalur perjuangan demi bangsa dan kemanusiaan.

Warisan seorang Glenn Fredly kepada generasi bangsa, adalah memperjuangkan toleransi tidak mesti kaku dan formal. Intinya, toleransi adalah hal yang harus dijaga dan diperjuangkan dengan cara masing-masing. Salah satunya, melalui musik.

Inilah warisan seorang Glenn yang tak pernah usang. Perjuangan yang tak akan lekang, meski seorang Glenn telah berpulang.

Rest in Peace Kakak Glenn. Selamat jalan Kasih Putih, Damai di Keabadian.

Terima kasih untuk karya dan dedikasimu. Sesayup terdengar lantunan suara emasmu bersenandung; “Akhir Cerita Cinta.” Sedih yang tak berujung.

… Kini aku harus lewati

Sepi hatiku

Tanpa dirimu lagi

Biarkan kini ku berdiri

Melawan waktuku

Untuk melupakanmu

Walau sakit hatiku

Namun aku bertahan… (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *