Mon. Sep 21st, 2020

BLAM

KEREN

Patuhi SE Menteri Agama, Saprillah Larang ASN BLAM “Pulkam” Lebaran

2 min read

Sekretaris Badan Litbang dan Diklat, Prof. Dr. H.M. Isom, dan Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, melakukan video conference. Foto: Istimewa

3,381 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Dibanding tahun-tahun sebelumnya, lebaran Idul Fitri 2020 kali ini, bakal terasa berbeda.

Musababnya, untuk tahun ini, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN di lingkungan Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) dilarang “pulkam” (pulang kampung) untuk merayakan hari lebaran di kampung halaman.

Larangan “pulkam” atau mudik itu, tertuang jelas di dalam Surat Edaran SE. Nomor 5 Tahun 2020 tentang “Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid 19″, yang ditandatangani Menteri Agama Fachrul Razi, 30 Maret 2020 lalu.

Surat edaran ini, sekaligus juga pemberitahuan informasi tentang masa perpanjangan “ngantor” di rumah (Work From Home), yang sebelumnya hanya sampai 31 Maret 2020, kemudian diperpanjang lagi menjadi 21 April 2020. Nantinya, surat edaran ini akan dievaluasi lagi sesuai perkembangan situasi dan kondisi.

“Dalam Surat Edaran Menteri Agama itu memang dikatakan, selama dalam tenggang waktu pelaksanaan bekerja di rumah (WFH), pegawai tidak diizinkan bepergian keluar daerah dan/atau kegiatan mudik dalam rangka ldul Fitri, ataupun kegiatan mudik lainnya,” kata Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, Selasa, 6 April 2020.

“Larangan mudik ini juga merupakan salah satu upaya pencegahan, supaya diaspora virus tidak menyebar hingga ke daerah-daerah yang menjadi tujuan mudik,” lanjut Ketua Lakpesdam Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, ini.

Surat Edaran ini Menteri Agama ini juga mengimbau kepada seluruh pegawai untuk melaksanakan physical distancing dan memprioritaskan kesehatan, dan keselamatan. Termasuk, selama masa WFH, pegawai juga dapat mengedukasi masyarakat sekitar untuk menjaga jarak dan tidak mudik.

Menurut Pepi, sapaan akrab Saprillah, Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Prof. M. Isom, sempat juga mengingatkan untuk menjalankan, serta mematuhi Surat Edaran Menteri Agama itu, saat mereka melakukan video conference, Selasa pagi, 6  April 2020. Termasuk, mematuhi untuk tidak mudik lebaran tahun ini.

Selain Saprillah, Isom pada saat bersamaan juga mengadakan video conference bareng dengan sejumlah Kepala Balai Diklat Kementerian Agama di sejumlah daerah.

BLAM dan Balai Diklat Kementerian Agama berada di bawah naungan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

“Di masa virus corona ini, beliau (Prof Isom) meminta kami semua untuk selalu menjaga kesehatan, serta memerhatikan pegawai yang tetap melaksanakan pekerjaan di masa WFH, seperti satpam dan customer service,” kata Saprillah.

Saat video conference berlangsung, Saprillah juga menginformasikan tentang apa-apa saja kegiatan yang dilakukan para peneliti dan pegawai selama beraktivitas WFH.

Selama masa WFH, kata Saprillah, peneliti tengah merampungkan laporan penelitian tahap pertama, menulis artikel untuk jurnal ilmiah, dan membuat tulisan untuk kegiatan pengembangan bahan bacaan.

“Saya juga juga menginformasikan, bahwa ASN BLAM sudah melakukan gerakan sosial dengan mengumpulkan dana yang dibagikan kepada para satpam,” kata ayah tiga anak ini. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *