Thu. Sep 24th, 2020

BLAM

KEREN

Work From Home Diperpanjang Hingga 21 April 2020

2 min read

Kepala BLAM, H. Saprillah,M.Si, pada kegiatan RKA-KL, belum lama ini. Foto: Dok. BLAM.

3,584 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) memperpanjang masa kerja di rumah atau Work From Home (WFH).

Jika sebelumnya seluruh ASN dan non ASN BLAM dijadwalkan masuk kantor pada Rabu, 1 April 2020, maka jadwal masuk kerja mengalami perubahan. Musababnya, WFH diperpanjang hingga 21 April 2020.

“Kegiatan WFM diperpanjang sampai 21 April 2020. Kami sudah menerima surat edaran terbaru Menteri Agama yang menyampaikan informasi tersebut,” kata Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, Selasa, 31 Maret 2020.

Surat Edaran yang dimaksud adalah surat yang dikeluarkan dan ditandangani Menteri Agama, Fachrul Razi, pada 30 Maret 2020.

Surat Edaran tersebut bernomor SE. 5 Tahun 2020 tentang “Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid 19 pada Kementerian Agama”, itu berisikan 6 poin, dan beberapa butir.

Pada bagian keenam (penutup) di butir b tertulis, surat edaran ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan sampai dengan tanggal 21 April 2020, dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi.

“Kita belum tahu apakah setelah tanggal 21 April nanti masih pemberitahuan atau tidak. Yang pasti, untuk saat ini, kita akan melakukan WFH sampai 21 April mendatang sebagai upaya pencegahan dan penyebaran Virus Covid-19,” kata Saprillah, yang juga Ketua Lakpesdam Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, ini.

Surat Edaran Menteri Agama tersebut juga berisikan meminta kepada seluruh pegawai untuk tetap bekerja dan beraktivitas seperti biasa, dan melaporkan pekerjaannya kepada atasan masing-masing melalui teknologi online.

Surat edaran ini juga mengimbau kepada pegawai di lingkungan kementerian agama melakukan edukasi kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka (bila memungkinkan) untuk mematuhi anjuran pemerintah melakukan physical distancing dan tidak pulang kampung.

Sementara itu, sejak sepekan lebih melakukan kegiatan WFH, Saprillah tak henti-hentinya mengingatkan “anak buahnya”, terutama kalangan peneliti, untuk tetap produktif menulis dan menghasilkan karya ilmiah.

Bukan itu saja. Untuk membahas dan mengetahui perkembangan pekerjaan peneliti dan pegawai, Saprillah setiap hari melakukan komunikasi terbatas via, baik melalui handphone maupun video conference.

“Sekali lagi, jangan menjadikan WFH untuk hal-hal yang tidak produktif dan tidak menghasilkan apa-apa. Pada saat seperti inilah, kita semua punya banyak waktu luang untuk membaca dan menulis,” imbuh mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, ini. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *