Wed. Dec 2nd, 2020

BLAM

KEREN

Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah Indonesia Dukung Fatwa Grand Syeikh Al Azhar

5 min read

Grand Syeikh Al Azhar Mesir, Prof. Dr. Ahmad al-Thayyeb. Sumber Foto: Islami.co

4,871 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM — Jumlah pasien terdeteksi positif Covid-19 kembali bertambah sebanyak 130 kasus. Dengan tambahan 130 kasus positif ini, totalnya kini menjadi 1285 kasus di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 64 pasien sembuh dan 114 pasien meninggal dunia. Boleh jadi, jumlah ini bakal terus bertambah lagi.

Ikatan Cendekiawan dan Alumni Timur Tengah (ICATT) Indonesia, menilai, salah satu penyebab bertambahnya jumlah orang yang tertular virus Covid-19 dikarenakan masih terjadinya kontak fisik.

Anjuran pemerintah, aparat keamanan, pakar kesehatan, dan fatwa ulama/MUI, untuk menjaga jarak (social distancing) dan berdiam diri di rumah (stay at home) demi memutuskan mata rantai penyebaran virus, tampaknya belum sepenuhnya menjadi perhatian serius banyak pihak.

Karena itu, Ketua Ikatan Cendekiawan dan Alumni Timur Tengah (ICATT) Indonesia periode 2016-2020, Dr. H. Andi Aderus, Lc, MA, di Makassar, menyatakan, ICATT memberikan dukungan penuh terhadap fatwa yang dikeluarkan Grand Syeikh Al Azhar Mesir, Prof. Dr. Ahmad al-Thayyeb (teks lengkap pesan Grand Syeikh Al Azhar ada pada bagian bawah tulisan ini).

Aderus menyatakan, semua warga sebaiknya berkomitmen untuk tinggal di dalam rumah, termasuk menangguhkan Salat Jumat dan salat jamaah, sambil berkomitmen melakukan salat tepat waktu di rumah. Semua itu adalah kewajiban agama yang harus ditaati, dan berdosa bila dilanggar.

“Pada saat genting seperti ini, kita sepatutnya mengacu pada arahan dan bimbingan para tim medis, alim ulama, dan pemerintah agar tidak terjatuh kepada fitnah dan kebinasaan,” kata Andi Aderus, yang juga Wakil Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, ini.

Ketua I ICATT, Dr. KH, Afifuddin Harisah, Lc, MA, menambahkan, setiap munculnya musibah penyakit, mengajarkan umat manusia untuk menyeimbangkan harapan kepada Allah, dan sandaran kepada ikhtiar manusia.

“Dalam situasi mewabahnya Covid-19 saat ini, kita sebaiknya mengikuti arahan ahli kesehatan dan pemerintah. Sebab, itu merupakan bagian dari ikhtiar. Selebihnya, kita gantungkan harapan pada Allah SWT,” ujar Pimpinan Pondok An Nahdlah Makassar, ini.

Sementara, Sekretaris Umum ICATT Indonesia, Dr. H. Shaifullah Rusmin, Lc. M.Th.I, mengimbau untuk memberikan dukungan kepada tenaga medis yang selama ini selalu berada pada barisan paling depan mengatasi wabah corona ini.

“Kita akan bersama-sama melakukan inisiasi-inisiasi kepada warga untuk melakukan gerakan sosial membantu tenaga medis kita. Selain itu, kita juga terus menggalakkan stay at home dan work from home,” kata Shaifullah, yang juga Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kota Makassar. (ir)

Berikut ini teks lengkap pesan Grand Syeikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad al-Thayyeb, yang disebarkan melalui media sosial Facebook Al Azhar Mesir, yang diterima redaksi website BLAM dari Ketua ICATT Indonesia: Dr. H. Andi Aderus, Lc, MA:

Bismillâhirrahmânirrahîm

Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudara tahu bahwa dunia kita saat ini berada dalam kecemasan dan kesulitan yang dahsyat,  sebagai akibat dari penyebaran pandemi Covid-19 yang sangat cepat.

Ratusan ribu orang terinfeksi dan ribuan orang meregang nyawa. Kehidupan normal tidak berjalan mulus setelah terputus hubungan di seluruh dunia.

Dalam kondisi yang genting ini, kita sebagai negara, bangsa, individu, institusi dan badan, masing-masing dari kita, harus memikul tanggung jawab untuk memainkan peran dalam memerangi wabah ini, mengendalikannya, dan melindungi umat manusia dari bahaya.

Kita juga harus mengingat dan menyebut dengan penuh kebanggaan dan penghargaan, pengorbanan besar yang dilakukan oleh para dokter, perawat dan semua tenaga kesehatan, yang telah mempertaruhkan nyawa dan diri mereka sendiri, untuk menghadapi bahaya yang mengancam kemanusiaan.

Upaya luar biasa para pejabat untuk mengepung virus ini memberi harapan bahwa kita akan dapat mengalahkan wabah ini dan menyingkirkannya.

Tetapi, keberhasilan dalam pertempuran ini sangat bergantung pada tekad kita untuk terus memikul tanggung jawab dengan keinginan kuat yang tiada henti, dengan ketegaran yang tidak mengenal lesu dan mundur.

Sesuai tanggung jawab saya di Al-Azhar al-Syarif, dan berdasarkan pada kaidah hukum: dar`ul mafâsid muqaddammun alâ jalbil mashâlih (mencegah kerusakan didahulukan atas mewujudkan kemaslahatan), dan kaidah lainnya: yuzâlu al-dharar al-akbar bi al-dharar al-ashgar (bahaya yang lebih besar dihilangkan dengan yang lebih sedikit mudaratnya), berdasarkan semua ini, saya menegaskan, bahwa kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan peraturan yang dikeluarkan oleh otoritas resmi yang berkompeten, di antaranya menjaga kebersihan pribadi, mematuhi kebiasaan phsycal distancing (jaga jarak kontak fisik), komitmen untuk tinggal di rumah, menangguhkan shalat Jumat dan shalat jamaah, baik sedikit maupun banyak, sambil berkomitmen untuk melakukan shalat tepat waktu di rumah tanpa berkerumun, semua ketentuan ini dan lainnya, baik di Mesir atau negara lain yang melaksanakan shalat, semua itu adalah kewajiban agama yang harus ditaati, dan berdosa bila dilanggar. Melanggar aturan tersebut berarti melanggar firman Allah: .. “dan janganlah menjerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah 2: 195).

Pesan saya kepada saudara-saudara kami yang terinfeksi virus Covid-19 di Mesir dan di seluruh dunia, bahwa hati dan doa kami yang tulus selalu menyertai Saudara.

Kami selalu berdoa dan memohon kepada Allah Swt semoga semuanya cepat pulih. Kepada yang meninggal dunia karena penyakit ini semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada mereka, dan keluarga yang ditinggal diberikan kesabaran.

Dalam kesempatan ini, tidak lupa saya menyampaikan solidaritas Al-Azhar al-Syarif kepada semua negara dan bangsa yang sedang memerangi penyebaran virus ini. Saya menegaskan, bahwa memberikan bantuan, dari mereka yang mampu kepada semua pihak yang terdampak, di belahan dunia mana pun, adalah kewajiban agama dan kemanusiaan.

Bahkan, ini adalah bentuk kongkrit dari persaudaraan kemanusiaan, yang tengah diuji oleh krisis ini, untuk mengungkap ketulusan dan komitmen terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan yang agung.

Pesan saya dalam upaya menghilangkan kerisauan ini adalah mari kita lakukan tindakan pencegahan dan taati protokol kesehatan serta temuan ilmu pengetahuan yang wajib diikuti dan ditaati menurut agama.

Selain itu, mari kita perbanyak sedekah, dan kembali berserah diri kepada Allah melalui salat dan doa, dengan harapan semoga Allah segera mengangkat musibah ini, menghilangkan keresahan dari hamba-hamba-Nya, memberikan inspirasi kepada para ilmuwan dan peneliti agar lahir dari tangan mereka obat yang dapat menyembuhkan penyakit berbahaya ini. Dialah Allah, Tuhan Yang Maha Melindungi dan Kuasa atas itu.

Ya Allah, janganlah Engkau kuasakan atas kami, karena dosa-dosa kami, orang-orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak mengasihi kami, wahai Dzat yang Maha Penyayang.

Ya Allah, Tuhan Yang Mahalembut lagi Maha Memberi, wahai Dzat yang Maha Ihsan, wahai Dzat Yang Maha Mengasishi dan Menyayangi di dunia dan akhirat, wahai Dzat Yang Menjadi Sandaran bagi orang-orang yang berlindung, Penolong bagi orang-orang yang meminta pertolongan, Pemberi rasa aman kepada orang-orang yang cemas, wahai Dzat Yang Menyingkap Kemudaratan, Yang Menolak bala bencana, kami memohon kepada-Mu agar segera sirna segala bencana, baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, dan Engkau Maha Mengetahui itu semua. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Mahamulia. Semoga salawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad beserta keluara dan para sahabatnya.

Wassalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad al-Tahyyeb, Pemimpin Tertinggi Al-Azhar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *