Mon. Jul 13th, 2020

BLAM

KEREN

Waspadai Virus Corona, BLAM Mulai “Work From Home” 23 – 31 Maret 2020

2 min read

Kepala BLAM, H Saprillah, M.Si, menggelar rapat terbatas, Senin pagi, 23 Maret 2020. Foto: Abu Muslim

2,813 total views, 4 views today

MAKASSAR, BLAM – Perkembangan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang terus menghantui masyarakat hingga menelan korban jiwa di Indonesia, termasuk di Kota Makassar, membuat Kepala Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), H. Saprillah, M.Si, segera mengambil tindakan cepat.

Terhitung, mulai 23 Maret 2020, Saprillah menginstruksikan seluruh “anak buahnya” (ASN dan non ASN) untuk melakukan kegiatan Work From Home (WFH) sampai 31 Maret 2020.

“Melihat situasi penyebaran virus corona yang membutuhkan kewaspadaan tingkat tinggi, maka sebaiknya kita semua Work From Home saja dulu untuk sementara waktu, hingga 31 Maret 2020,” kata Saprillah, seusai menggelar rapat terbatas dengan Kasub Tata Usaha BLAM, Ilham, Kepala Urusan, dan Koordinator Bidang Penelitian, Senin pagi, 23 Maret 2020.

Namun, Saprillah belum bisa memberi kepastian kapan pemberlakuan WFH di BLAM bakal berakhir. “Kita lihat saja perkembangannya. Kalau situasinya belum memungkinkan masuk kantor, kegiatan WFH bisa saja akan berlanjut. Semua tergantung kondisinya,” lanjut Saprillah.

Sebenarnya, sejak 18 Maret 2020, BLAM telah memberlakukan pembagian kerja dengan model shift sesuai instruksi Kementerian Agama, yang kemudian diteruskan oleh Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, yang merupakan induk BLAM.

Pembagian kerja dua gelombang itu mulai diberlakukan sejak 17 hingga 31 Maret 2020. Dengan ketentuan, setiap gelombang sebanyak 50 persen dari jumlah pegawai. Pembagian gelombang pertama, yaitu antara 17 hingga 23 Maret 2020, sedangkan gelombang kedua dimulai 24 hingga 31 Maret 2020.

Jadi, untuk gelombang pertama, misalnya, secara bersamaan ada yang masuk kantor dan WFH mulai 18 hingga 23 Maret 2020.

Setelah itu, mulai 24 Maret 2020, shift mereka ditukar lagi. Mereka yang tadinya bekerja di kantor, kemudian bertukar menjadi berkantor di rumah, atau WFH. Sementara mereka yang tadinya WFH, selanjutnya bekerja di kantor.

Menurut Saprillah, keputusan untuk melakukan WFH di BLAM sudah disampaikan dan disetujui oleh Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI.

“Kami sudah menyampaikan untuk melakukan kegiatan WFH sampai 31 Maret, dan disetujui. Ini juga sebagai salah satu bentuk untuk mencegah terjangkitnya virus corona. Karena itu, teman-teman juga harus tetap menjaga kebersihan dan melakukan social distancing,” kata Pepi, sapaan akrab Saprillah.

Dalam masa-masa WFH, Saprillah kembali mengingatkan kepada seluruh peneliti dan pegawai untuk tetap bekerja seperti biasanya.

“Kita ini sebenarnya tidak libur kantor, melainkan cuma pindah tempat bekerja. Jadi, saya meminta kepada semuanya untuk tetap melakukan pekerjaan seperti biasanya, sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” imbuhnya.

Bagi peneliti, Saprillah berharap mereka menyelesaikan laporan penelitian tahap pertama, mengerjakan kegiatan pengembangan, serta menulis artikel untuk jurnal. Demikian pula pegawai, mereka pun harus melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya sesuai jadwal deadline yang diberikan.

“Pekerjaan kita cukup banyak. Jadi, saya meminta kepada semuanya supaya jangan menjadikan WFH ini sebagai ajang untuk bersantai-santai di rumah,” kata Ketua Lakpesdam Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, ini. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *