Sat. Sep 26th, 2020

BLAM

KEREN

Perkuat Moderasi Beragama di Palu, BLAM-Untad Teken MoU

2 min read

Kepala BLAM, Saprillah, M.Si dan Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. H. Mahfudz, MP, foto bersama usai tandatangan MoU. Foto: Dok. BLAM

2,880 total views, 2 views today

PALU, BLAM – Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) kembali melebarkan sayap untuk menjalin kerjasama akademik dengan pihak kampus.

Setelah dua pekan lalu menggandeng dua kampus sekaligus; IAIN Sultan Amai Gorontalo dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), kali ini BLAM merambah ke kampus berbeda, yaitu Universitas Tadulako (Untad), Palu.

Penandatanganan kerjasama, atau Memorandum of Understanding (MoU) BLAM dengan Untad, dilakukan di ruangan Rektor Gedung Rektorat Untad, Jumat pagi, 28 Februari 2020.

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, datang bersama dua penelitinya, yang kebetulan melakukan penelitian di Palu, Amiruddin, M.Pd, dan Dr. Sabara Nuruddin. Mereka diterima langsung Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. H. Mahfudz, MP.

Sejumlah dosen dan pejabat struktural Untad ikut hadir pada penandatanganan MoU ini. Mereka, antara lain, Kepala UPT Labdas Dr. Asri, M.Si, Koordinator Dosen Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam, Dr. Nurhayati, M. Pd, dan Dekan FKIP, Dr. Ir. Amiruddin Kade, M.Si.

Suasana penandatanganan MoU berlangsung santai. Pada kesempatan ini, Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. H. Mahfudz, MP, menyambut gembira atas terjalinnya kerjasama dengan BLAM.

Menurut Mahfudz, pihak kampus sejak dulu tertarik mengamati dan meneliti fenomena sosial keagamaan. Karena itu, pihaknya juga ingin mendalami persoalan-persoalan sosial keagamaan, terutama bagaimana melakukan upaya penangkalan paham fundamentalisme yang merasuki kalangan mahasiswa Untad.

“Dengan adanya kerjasama MoU ini, kami berharap dapat meningkatkan mutu kampus, utamanya kualitas dosen-dosen. Selain itu, kerjasama ini juga akan memperkaya wawasan keagamaan dosen mengenai moderasi beragama, dan upaya menangkal fundamentalisme agama di kampus,” kata Rektor Untad.

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, juga menyambut baik kerjasama dengan Untad, yang ditandai dengan MoU ini.

Saprillah menyatakan, dalam lima tahun mendatang, yang dimulai 2020 ini, BLAM bakal mendalami isu-isu terkait Moderasi Beragama. Bahkan, saat ini, semua peneliti BLAM tengah berada di lapangan untuk melakukan riset lapangan mengenai Moderasi Beragama di lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan komunitas.

“Tahun depan (2021), Insya Allah, BLAM akan menyasar berbagai komunitas seperti perempuan, penyandang difabel, dan kelompok minoritas lainnya, dengan tetap mengusung tema besar Moderasi Beragama,” kata Saprillah. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *