Mon. Nov 30th, 2020

BLAM

KEREN

BLAM – UNG Teken MoU, Saprillah Ajak Kolaborasi Penelitian dan Publikasi Ilmiah

2 min read

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, berjabat tangan dengan Wakil Rektor UNG, seusai tandatangan MoU. Foto: Arafah

4,841 total views, 2 views today

GORONTALO, BLAM – Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) kembali melakukan penandatanganan kerjasama, atau Memorandum of Understanding (MoU), dengan kampus di Gorontalo.

Setelah sebelumnya Kampus IAIN Sutan Amai Gorontalo, BLAM kali ini meneken kerjasama dengan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Penandatanganan berlangsung di ruang rapat rektor, Kamis siang, 20 Februari 2020, dan dihadiri sejumlah dosen serta pejabat struktural kampus.

Wakil Rektor IV UNG, Prof Dr. Phil Ikhfan Haris, M.Sc, mewakili Rektor UNG, saat penandatangan MoU, mengapresiasi kegiatan kerjasama ini. Selain siraturahim antardua lembaga berbeda kajian, kerjasama ini juga menjadi penting untuk membangun kolaborasi, khususnya bidang pendidikan keagamaan.

“Kami sangat berterimakasih atas kehadiran Kepala BLAM, walaupun ini bukan hal baru bagi kami dalam hal kerjasama,” kata Ikhfan.

Menurut Ikhfan, ada beberapa kerjasama yang bisa dilakukan terkait penelitian maupun pengembangan keagamaan dengan BLAM. Salah satunya, paham keagamaan di kalangan mahasiswa yang cenderung mengarah ke radikalisme.

“Kami tentu berharap kerjasama ini bukan hanya sekadar ditandatangani, tetapi akan diisi dengan penguatan penelitian, dan pengajaran di pendidikan agama Islam. Apalagi, di era milenial ini, kita pun harus mengikuti perkembangan teknologi informasi,” ujarnya.

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, dalam sambutannya, menjelaskan, arah riset BLAM lima tahun mendatang (2020-2025), yaitu mengangkat tema-tema penelitian mengenai praktik Moderasi Beragama di Kawasan Timur Indonesia.

“Karena kalau melihat isu Moderasi Beragama saat ini, kalau kita mau jujur, lebih kepada akidah Ahlusunnah wal Jamaah yang lebih populer di NU, seperti buku Moderasi Beragama yang diterbitkan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama,” katanya.

“Pada penelitian BLAM tahun 2020, kita ingin melihat moderasi beragama pada praktiknya di berbagai komunitas, lembaga, dan organisasi masyarakat untuk melihat seperti apa masyarakat memahami Moderasi Beragama sebagai sosial evident, bukan hanya sebagai teoritik. Artinya,  Moderasi Beragama betul-betul telah dipraktikkan, bukan cuma sekadar jargon politik,” lanjut Saprillah.

Saprillah juga mengajak kalangan dosen UNG untuk melakukan kolaborasi penelitian dan publikasi dengan BLAM.

“Persepktif pengetahuan juga tidak boleh dikelola sendirian, melainkan kolaborasi. Kolaborasi bukan hanya kum dan kam, tetapi yang terpenting adalah melahirkan sesuatu yang baru, dan karya besar. Maka dari itu, kita butuh melakukan kolaborasi dengan perguruan tinggi, sehingga dapat melahirkan pengetahuan dan pendekatan baru secara bersama-sama,” kata Saprillah. (sta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *