Tue. Mar 31st, 2020

BLAM

KEREN

Dalami Moderasi Beragama, BLAM – IAIN Gorontalo Bikin MoU

3 min read

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si dan Rektor IAIN Gorontalo, menandatangani MoU. Foto: Arafah

4,751 total views, 6 views today

GORONTALO, BLAM – Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) melakukan penandatanganan kerjasama, atau Memorandum of Understanding (MoU), dengan Kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo, Kamis pagi, 20 Februari 2020.

Penandatanganan MoU, yang dihadiri sejumlah dosen dan pejabat struktural kampus, digelar di Aula LP2M Kampus I IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Wakil Rektor III IAIN Sultan Amai Gorontalo, selaku moderator, menyatakan, dunia penelitian di perguruan tinggi adalah pilar, sehingga menjadi kewajiban bagi semua dosen untuk melakukan penelitian.

“Dengan penelitian, segala sesuatu bisa dipahami, menghasilkan karya, dan memecahkan masalah. Oleh karena itu, memang ada kegiatan yang nantinya menuntut peran serta kita untuk terlibat di dalamnya sebagai tindaklanjut MoU. Dan, tentunya, tidak akan ada hasilnya jika kita tidak menindaklanjutinya,” katanya.

Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. H. Lahaji, M.Ag, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur atas kerjasama yang ditandai MoU dengan BLAM.

Menurutnya, pihak kampus sebenarnya telah lama menjalin kerjasama dalam hal penelitian dan publikasi ilmiah dengan BLAM dan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama R.I. Namun, dalam bentuk penandatanganan kerjasama MoU, baru kali ini mereka lakukan.

“Karena itu, diperlukan inovasi dan kreasi dosen-dosen, termasuk menentukan tema-tema penelitian apa yang tepat untuk dilakukan, khususnya terkait Moderasi Beragama maupun tema-tema yang sedikit ngeri, seperti radikalisme.  Bahkan, tahun ini, kami akan membuat rumah Moderasi Beragama,” kata rektor.

Menurut Lahaji, pihaknya telah melakukan beberapa tema penelitian terkait Moderasi Beragama. Bahkan, salah satu desa di Gorontalo, yaitu Desa Banorejo, bakal dijadikan laboratorium untuk Moderasi Beragama di Gorontalo.

“Yang juga menarik untuk diamati adalah kehidupan keberagamaan masyarakat di Desa Torisiaje dan Komunitas Suku Bajo. Di Kampung Bugis, ada juga dua masjid yang berada dalam satu pagar,” kata Lahaji.

Sementara itu, Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, menyatakan, BLAM telah melakukan beberapa kali kerjasama dalam bentuk MoU dengan beberapa pihak kampus. Antara lain, Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar, IAIN Parepare, IAIN Palopo, Universitas Haluoleo Kendari.

“Bahkan, pada Juli mendatang (2020), kami bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Unhas akan mengadakan seminar internasional di Makassar,” kata Saprillah.

Saprillah menyatakan, penelitian BLAM pada 2020 hingga 2025 akan berkonsentrasi mengangkat tema Moderasi Beragama sesuai arahan Menteri Agama. Meski begitu, kata pria berusia 43 ini, Moderasi Beragama yang diteliti tidak melulu hanya kepada persoalan teoritik, tetapi juga fokus pada tataran praktik di lapangan.

“Jadi, yang kami ingin dalami adalah Moderasi Beragama bukan hanya pada persoalan teoritik, dan bukan pula sekadar jargon negara untuk mengurai ketegangan dengan bahasa radikalisme. Untuk memahami itu semua, maka di sinilah diperlukan riset mendalam,” ujarnya.

Untuk 2021, BLAM akan mendalami Moderasi Beragama dengan menyasar berbagai komunitas seperti perempuan, penyandang difabel, dan kelompok minoritas lainnya.

Menurutnya, penting juga dilakukan kerjasama untuk membangun agen intelektual sebagai jembatan pengetahuan, khususnya pengetahuan lokal, yang selama ini terkesan terabaikan untuk dikembangkan menjadi sebuah pengetahuan baru.

“Hal ini sebagaimana dilakukan Syekh Arsyad Al-Banjari dengan menggunakan perspektif lokal. Moderasi pengetahuan penting, khususnya pengetahuan lokal, sehingga hal seperti ini tidak boleh diabaikan begitu saja,” imbuhnya.

Saprillah menyatakan, Kum dan Kam bagi peneliti maupun dosen memang penting dan diperlukan. Namun, yang terpenting dari semua itu adalah, bagaimana menghasilkan sebuah pengetahuan baru, dan karya baru.

“Harapan kami adalah semoga kerjasama ini dapat mendorong Peneliti BLAM maupun Dosen IAIN Gorontalo dapat berkolaborasi dalam hal penelitian dan publikasi. Dan, pada 2021 nanti, BLAM telah merancang penelitian SBKU dengan sistem kompetisi, dan semua berpeluang untuk ikut berkompetisi,” ujar Saprillah. (sta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *