Fri. Sep 25th, 2020

BLAM

KEREN

18 Februari, Peneliti Turun Lapangan

2 min read

Peneliti BLAM akan melakukan penelitian lapangan, Selasa, 18 Februari 2020. Foto: Dok. BLAM.

4,277 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Peneliti Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) akan turun lapangan secara serentak, Selasa, 18 Februari 2020. Selama dua pekan lebih, mulai 18 Februari hingga 3 Maret 2020, tiga bidang peneliti bertolak ke masing-masing lokasi penelitian mereka di seluruh Kawasan Timur Indonesia.

Tiga bidang tersebut adalah Bidang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, yang meneliti “Media Online dan Pembentukan Pemahaman Keagamaan Siswa,” di bawah koordinator Paisal, Baso Marannu mengomandoi penelitian Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan mengenai “Pemahaman Kebhinnekaan Peserta Didik Madrasah,” dan Wardiah Hamid memimpin Bidang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi meneliti “Moderasi Beragama dalam Kearifan Lokal Masyarakat.”

Peneliti Ahli Utama, saat ini, tengah berada di lapangan. Pekan ini, mereka dijadwalkan balik dari lokasi penelitian. Peneliti senior itu sementara meneliti mengenai “Pemikiran dan Praktik Moderasi Beragama di Berbagai Lembaga Pendidikan Keagamaan.”

Pada penelitian tahap pertama ini, BLAM ingin mengetahui keragaman Moderasi Beragama di Kawasan Timur Indonesia.

Karena itu, meski judul-judul setiap bidang penelitian tampak berbeda, namun tema penelitian tersebut akan bertemu pada satu titik, yaitu ingin melihat dari dekat praktik-praktik Moderasi Beragama di berbagai lembaga pendidikan agama, komunitas tertentu, dan organisasi masyarakat.

“Saya berharap, semua teman-teman peneliti memahami desain operasional sesuai penelitian yang mereka lakukan. Setidaknya, desain operasional itu menjadi rujukan awal untuk memahami realitas yang mereka teliti di lapangan,” kata  Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, Senin, 17 Februari 2020.

Sebagai orang yang acap kali melakukan riset lapangan, Saprillah tentunya memahami kondisi di lapangan, termasuk kondisi psikologis maupun kesehatan peneliti.

Untuk itu, terkait kondisi kesehatan, ia mengimbau seluruh peneliti untuk selalu menjaga dan memerhatikan kondisi kesehatan selama berada di lapangan. Sesibuk apapun pencarian dan pengumpulan data peneliti di lapangan, peneliti jangan sampai melupakan kondisi kesehatan.

“Biasanya, kalau kita sudah asyik mencari data dan menganalisis (data) di lapangan, kita terkadang menjadi lupa dengan kondisi kita sendiri. Yang paling sering kita lupa itu makan tidak tepat waktu. Jadi, saya berharap, semua peneliti jangan sampai mengabaikan kondisi kesehatan mereka di lapangan,” imbuh Ketua Lakpesdam NU Sulawesi Selatan, ini. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *