Wed. Feb 19th, 2020

BLAM

KEREN

Dilantik Jadi Ketua Himpenindo Sulsel, Prof Idham: Kami Hadir untuk Membantu Peneliti

3 min read

Ketua Himpenindo Sulsel, Prof. Dr. H. Idham, M.Pd. Foto: Dok. BLAM

944 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Wakil Ketua Himpenindo Pusat, Prof. Dr. Husein Avicenna Akil, M.Sc, melantik Ketua Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2020-2025, Prof. Dr. H. Idham, M. Pd.

Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan pembacaan SK susunan pengurus Himpenindo Sulsel 2020-2025, dan dilanjutkan dengan pengukuhan dan pembacaan ikrar oleh Ketua Himpenindo Sulsel, penandatanganan Fakta Integritas oleh pengurus, penyerahan bendera Himpenindo, dan pemasangan simbolik PIN Himpenindo.

Acara pelantikan dihadiri kalangan peneliti dari 15 kementerian/lembaga di Sulsel, serta pemerintah daerah Sulsel, di Aula Hasanuddin Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Sulsel, Rabu pagi, 12 Februari 2020.

Idham sendiri terpilih secara aklamasi pada pemilihan Ketua Himpenindo, di Hotel Imperial Aryaduta Makassar, Desember 2019.

Idham, dalam sambutannya, menyatakan, setiap profesi harus mempunyai organisasi profesi termasuk peneliti, sehingga semua peneliti mesti bergabung di dalam organisasi ini. Hal ini mengacu pada PP 11 tahun 2017.

“Setiap peneliti wajib menjadi anggota Himpenindo. Saat ini, dari 200 peneliti yang tersebar pada 15 kementerian dan lembaga di Sulsel, yang sudah terdaftar adalah sekitar 117 orang,” kata Idham.

Menurut Idham, kehadiran Himpenindo adalah untuk membantu dan mencarikan solusi terbaik terhadap permasalahan yang dihadapi peneliti. Ia lalu membagi permasalahan yang dialami peneliti di Sulsel terbagi dalam tiga kategori.

“Yang pertama, persebaran peneliti di semua kementerian dan lembaga tidak merata, sehingga peneliti jalan sendiri-sendiri, hebat di instansi sendiri, dan terkesan tanpa melihat dunia luar. Permasalahan ini dapat diatasi dengan dibentuknya Himpenindo,” kata pria berusia 47, ini.

Permasalahan kedua, lanjut Idham, banyak peneliti yang bekerja tidak sesuai tugas dan fungsinya (tusi), karena tidak ada dukungan dari lembaga yang menaungi.

“Dengan demikian, peneliti yang bersangkutan tidak dapat, atau akan mengalami kesulitan dalam pengembangan kariernya,” kata Peneliti Ahli Utama Balai Litbang Agama Makassar, ini.

Menurutnya, permasalahan ketiga yang sementara dialami peneliti Sulsel adalah, adanya regulasi yang membatasi kenaikan jabatan fungsional peneliti. Bila sudah begini, yang selalu jadi korban adalah peneliti itu sendiri.

“Walau peneliti sudah memenuhi Hasil Kerja Minimal (HKM) dan prasyarat jenjang kepangkatan fungsional, namun karena tidak ada formasi yang bisa diisi, maka peneliti bersangkutan dengan terpaksa tidak bisa naik jenjang. Dengan kehadiran Himpenindo, Insya Allah kami akan selalu hadir, sekaligus bersama-sama membantu mencarikan solusi terbaik buat peneliti,” imbuh putra Mandar, Sulawesi Barat, ini.

Sementara itu, Wakil Himpenindo Pusat, Prof. Dr. Husein Avicenna Akil, M.Sc, mengucapkan selamat atas terpilihnya Idham memimpin para peneliti di Sulsel, dan berterima kasih kepada Kepala LAN, yang telah memfasilitasi kegiatan ini hingga terlaksana dengan baik.

“Kami juga berharap kepada bapak yang mewakili Gubernur Sulsel supaya memberdayakan Himpenindo Sulsel, karena para peneliti merupakan aset potensial untuk pembangunan dan kemajuan di daerah masing-masing,” kata Husein.

Gubernur Sulsel, yang diwakili Kepala BPSDM Sulsel, H.Imram Jauzi. M.Pd, menyatakan, Pemerintah Sulsel menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, budaya ilmiah di Indonesia masih tergolong rendah, sehingga pemerintah dan masyarakat berharap organisasi profesi peneliti ini mampu meningktkan kualitas sumber daya manusia dan masyarakat.

“Dengan adanya Himpenindo, saya menyakini akan memperkuat sikap dan komitmen bersama untuk maju dengan berbagai program di Sulsel menjadi lebih baik. Program harus berbasis riset,” ujarnya.

Himpenindo, yang dalam bahasa Inggrisnya, Indonesian Researcher Union (IRU), merupakan organisasi profesi resmi pertama yang menaungi profesi peneliti di Indonesia.

Himpenindo dikelola oleh, dari dan untuk peneliti Indonesia di bawah pembinaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Peneliti yang menjadi cakupan Himpenindo adalah seluruh civitas pelaku penelitian yang bernaung di bawah lembaga penelitian pemerintah pusat, daerah, swasta, perguruan negeri dan swasta, serta perorangan pelaku kegiatan penelitian.

Inisiator pembentukan Himpenindo adalah tiga (3) kementerian dan lembaga, yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, dan LIPI.

Deklarasi resmi Himpenindo dan pengurus formatur ditetapkan di Kongres Himpenindo yang pertama kali dilaksanakan 17 Oktober 2013, yang kemudian ditetapkan menjadi “Hari Kelahiran Himpenindo.” (sta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright ©BLAMakassar2019 | Newsphere by AF themes.