Sun. Apr 5th, 2020

BLAM

KEREN

Juli 2020, BLAM Gandeng ASBAM Adakan Seminar Internasional Moderasi Beragama

2 min read

BLAM dan ASBAM membicarakan seminar internasional. Foto: Dok. BLAM

1,678 total views, 8 views today

MAKASSAR, BLAM – Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) bekerjasama dengan ASBAM (Arkeologi, Sejarah, Bahasa, Budaya di Alam Melayu), akan menggelar International Conference on Religious Moderation (ICRM), yang dijadwalkan Juli 2020.

Rencana mengadakan seminar internasional ini dibahas bersama Kepala BLAM dan beberapa perwakilan ASBAM, di Kantor BLAM, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Selasa, 4 Februari 2020.

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, mengaku senang terjalinnya kerjasama lintas kampus dan lintas lembaga ini. Terlebih lagi, BLAM memang sudah lama merencanakan mengggelar seminar internasional, terutama sejak mulai diberlakukan Hasil Kerja Mininal (HKM) untuk kalangan dosen dan peneliti di Indonesia.

“Kegiatan seminar internasional sangat urgen untuk kita lakukan. Apalagi, yang menjadi tema adalah Moderasi Beragama, salah satu isu penting kementerian agama untuk beberapa tahun ke depan. Kementerian agama konsen mengangkat dan mengusung isu Moderasi Beragama untuk merespon dinamika perubahan sosial keagamaan di Indonesia,” kata Saprillah.

“Publikasi ilmiah internasional yang akan kita lakukan bersama ini sebagai wujud mendeklarasikan pengetahuan kita melalui tulisan ilmiah untuk bisa dimanfaatkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat,” sambung Saprillah.

Dekan FIB Universitas Hasanuddin, diwakili Wakil Dekan II, Dr. Andi M. Akhmar, M.Hum, menyambut baik seminar internasional, yang diprakarsai BLAM.

“Kami merespon baik ajakan Kepala BLAM untuk bermitra mengadakan seminar internasional. Apalagi, tema Moderasi Beragama sangat menarik dan memang penting,” katanya.

ASBAM merupakan gabungan dari beberapa kampus dan lembaga penelitian (instansi pemerintah), seperti Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin, Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan, dan Universitas Kebangsaan Malaysia.

Pada penyelenggaraan ke-9, yang telah dimulai sejak 2013, ASBAM telah menghadirkan beberapa delegasi dari sejumlah negara. Antara lain, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, China, Indonesia, Australia, Belanda, Singapura, dan Kamboja.

ASBAM selalu membuka diri terhadap semua bidang ilmu, seperti ilmu pertanian, ilmu kedokteran, dan sebagainya. ASBAM, sejak berdirinya, telah menyelenggarakan kegiatan ini selama delapan tahun, dan dilaksanakan setiap tahun sejak 2013.

Rencannya, 2021, kegiatan serupa dijadwalkan di Malaysia atau di Brunei. Sementara untuk 2020 ini, kegiatan dilaksanakan di Makassar dengan mengangkat tema “Meneroka Jejak Peradaban dan Dinamika Sosial-Budaya Alam Melayu Nusantara.” Juga, digandengkan dengan ranah sosial-budaya, yang menjadi kajian BLAM.

Sub tema yang bakal didiskusikan pada perhelatan seminar internasional Juli mendatang adalah, “Moderasi Beragama: Pemikiran dan Praktik; Merawat dan Mengembangkan Warisan Kebudayaan”; “Arkeologi dan Jejak Peradaban”; “Manuscripts dan Peradaban Nusantara”; “Gender, Etnisitas, dan Multikulturalisme”; “Bahasa, Media, dan Wacana”; serta “Humanisme dan Dehumanisme”.

Pembicara utama yang akan diundang adalah Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Zuliskandar Ramli (ATMA-UKM, Malaysia), Prof. Dr. Fathu Rahman, M.Hum (UNHAS, Indonesia), dan Dr. Kathryn Wellen (KITLV, Laiden).

Juga, Prof. Dr. Asbol (UBD Brunei Darussalam), Nik Rakib Nik Hassan (Coordinator of Nusantara Studies Center, Thailand), Campbell Macknight (ANU, Australia), Xi Xinnian (China), dan Martin van Bruinessen (Belanda).

Ketua Panitia Seminar Internasional BLAM, Husnul Fahimah Ilyas, mengajak kepada peneliti, akademisi, pemerhati kebudayaan, dan pemerhati sosial keagamaan, untuk ikut berkontribusi dan berpartisipasi pada kegiatan ini.

“Nantinya, artikel pemakalah dipublikasikan ke dalam prosiding terindeks scopus, jurnal terakreditasi, dan prosiding ISBN,” kata Husnul, Peneliti Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi BLAM. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *