Tue. Mar 31st, 2020

BLAM

KEREN

BLAM Kembali Berduka, “Etta Aji” Ramlah Wafat dan Dimakamkan di Bone

2 min read

Keluarga dan teman almarhum di BLAM melayat ke rumah duka di Kabupaten Bone. Foto: Syamsuddin

4,052 total views, 8 views today

MAKASSAR, BLAM – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka kembali memayungi Balai Litbang Agama Makassar (BLAM).

Setelah kepergian salah satu peneliti senior, Prof. Dr. Arifuddin Ismail, M.Pd, yang wafat pada Kamis, 23 Januari 2020, kali ini BLAM kembali harus kehilangan satu lagi peneliti seniornya, Hajjah Ramlah Hakim, M.Pd.

Setelah berjuang beberapa lama melawan penyakit yang diderita, Hajjah Ramlah Hakim, akhirnya menyerah. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Wahidin, Makassar, Kamis, 30 Januari 2020, sekitar pukul 15.00 Wita, dalam usia 65.

Dari rumah sakit, jenazah langsung diberangkatkan, dan sekaligus akan dimakamkan di kampung halaman, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Sementara keesokan harinya, Jumat pagi, beberapa peneliti dan pegawai BLAM menyusul ke Bone untuk menghadiri pemakaman.

Etta Aji, panggilan akrab almarhumah, sebenarnya akan menghadiri pelepasan dirinya sebagai Pegawai Negeri Sipil yang diadakan Kantor BLAM, Kamis pagi, 30 Januari 2020.

Kebetulan, almarhumah bersama Aisyah Said dan Ahmad Sarillah memasuki masa purna bakti pada 2020 ini.  Memasuki masa pensiun, jabatan terakhir yang disandang almarhumah adalah Peneliti Ahli Madya, Pembina Utama, IV/c.

Namun, sejak beberapa bulan belakangan, kondisi kesehatan almarhumah terus menurun. Ia  harus keluar masuk rumah sakit untuk perawatan kesehatan, sehingga berhalangan hadir pada acara pelepasan dirinya.

Pada saat acara pelepasan berlangsung, peneliti yang bergelut di Bidang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan ini, sementara dirawat di rumah sakit.

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, merasa sangat kehilangan atas kepergian Hajjah Ramlah. Almarhumah sudah dianggap orang tua bagi seluruh anak-anak BLAM. Sosoknya yang periang, penuh perhatian, ramah, dan penyayang dengan semua orang, masih membekas di hati pegawai dan peneliti BLAM, termasuk orang-orang yang mengenal dirinya.

“Semua merasakan kehilangan atas wafatnya Etta Aji. Kami semua merasa dekat dan akrab dengan beliau. Semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahan beliau,” kata Saprillah.

Di kalangan peneliti dan pegawai BLAM, Etta Aji dikenal sosok ceria dan bergaul tanpa memandang identitas sosial seseorang. Semua rekan peneliti BLAM yang pernah satu lokasi riset bersama almarhumah, menyatakan hal demikian.

Saat melakukan penelitian lapangan, ia mudah sekali akrab dengan siapa saja, termasuk orang yang baru pertama kali ia temui.

“Kalau kita satu lokasi, Etta Aji selalu bisa langsung akrab dan mengobrol dengan semua orang yang ditemui, seolah-olah orang itu teman lama atau keluarganya. Padahal, ia baru pertama kali bertemu orang itu,” tutur beberapa Peneliti BLAM.

Selamat jalan, Etta Aji.

Allahummaghfirlaha warhamha wa’afihi wa’fuanha. Al-Fatihah. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *