Tue. Mar 31st, 2020

BLAM

KEREN

BLAM Berduka, Prof Arifuddin Ismail Wafat

2 min read

Prof. Dr. H. Arifuddin Ismail, Mpd. Foto: Dok. Pribadi

5,884 total views, 10 views today

BALIKPAPAN, BLAM – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Awan kelabu menyelimuti Balai Litbang Agama Makassar (BLAM).

Salah seorang peneliti senior BLAM, Prof. Dr. H. Arifuddin Ismail, M.Pd (62), meninggal dunia, Kamis, 23 Januari 2020, sekitar pukul 22.30 Wita, di Rumah Sakit Bunda, Balikpapan, akibat serangan jantung.

Pada Jumat pagi, 24 Januari 2020, jenazah diterbangkan dari Balikpapan ke rumah duka di Hartaco Indah, Makassar.

Pegawai BLAM, yang bertugas mendampingi beberapa peneliti yang melakukan penjajakan lapangan di Balikpapan dan Samarinda; Munawarah, Nasri, dan Zakia, ikut mengantar dan mendampingi almarhum mulai masuk ke rumah sakit, hingga mengembuskan napas terakhir. Beberapa keluarga dan rekan almarhum di Balikpapan, juga ikut melayat di rumah sakit.

Prof Arifuddin, yang lahir di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, 31 Desember 1957, bertolak ke Balikpapan untuk melakukan studi awal, atau penjajakan lapangan, selama sepekan, 21 hingga 27 Januari 2020.

Pada riset kali ini, Prof Arif (sapaan akrab Arifuddin Ismail), bertindak sebagai koordinator penelitian. Ia memimpin rekan-rekannya, sesama Peneliti Ahli Utama BLAM, meneliti “Pemikiran dan Praktik Moderasi Beragama di Berbagai Lembaga Pendidikan Keagamaan di KTI.”

Kepala BLAM, H. Saprillah, M,Si, mengaku sangat bersedih atas wafatnya Prof Arif. Dengan kepergian Prof Arif, BLAM telah kehilangan salah satu peneliti terbaiknya. Bahkan, bukan hanya di BLAM saja, melainkan juga di lingkungan Peneliti Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

“Prof Arif merupakan peneliti yang patut kita teladani bersama. Beliau juga sudah kita anggap orang tua. Atas nama pribadi dan keluarga besar BLAM, kami ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Prof Arif. Semoga keluarga yang ditinggal diberi kesabaran dan ketabahan oleh Allah Swt,” kata Saprillah.

Prof Arif merupakan Peneliti Utama di BLAM. Golongan kepangkatan terakhirnya adalah Pembina Utama, IV/e.

Selama menjalani karier pegawai negeri sipil, Prof Arif pernah menjabat Kepala Subbagian Tata Usaha BLAM, dan Kepala Balai Litbang Agama Semarang.

Hingga ajal menjemput, Prof Arif yang juga merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini, seringkali diundang mengajar di berbagai kampus, serta menjadi narasumber di lembaga penelitian dan organisasi sosial keagamaan.

Di lingkungan BLAM sendiri, Prof Arif dikenal sangat dekat dengan semua pegawai. Ia sudah dianggap orang tua oleh peneliti, pegawai, dan honorer. Pembawaannya santai, mudah bergaul, dan cepat akrab dengan siapapun, tanpa memandang status sosial orang-orang.

Prof Arif meninggalkan istri, Sri Samiaji Mujiarti, dan empat anak, yaitu Mardiah Endah Sari, Fauzan Ariwibowo, Shafwan Dimas Nugroho, dan Wulan Adiningrum.

Selamat jalan, Prof.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Al-Fatihah. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *