Sat. Mar 28th, 2020

BLAM

KEREN

BLAM Akan Dirikan “BLAM Corner”, Saprillah: Ini sebagai Ruang Diskusi Lintas Kalangan

2 min read

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, berbincang-bincang dengan Peneliti BLAM, Senin, 16 Desember 2019. Foto: M. Irfan

3,124 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Memasuki tahun 2020, Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) siap melakukan terobosan baru. Salah satunya, BLAM berencana mendirikan “BLAM Corner”, yang tujuannya untuk membuka ruang diskusi, sekaligus merespon isu-isu terkini, dengan melibatkan berbagai kalangan.

“Misalnya, ketika ingin mengetahui pandangan kelompok minoritas, kami akan mengundang mereka untuk membincangkan di BLAM Corner. Setidaknya, kami menginginkan BLAM Corner menjadi semacam sebuah gerakan pengetahuan di Makassar,” kata Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, Senin, 16 Desember 2019.

Demikian pula, saat ada isu-isu penting, atau kasus yang menyita perhatian publik, BLAM bakal mengundang para pembicara dari berbagai kalangan (akademisi, praktisi, pengambil kebijakan), untuk mendiskusikan hal tersebut di BLAM Corner bersama Peneliti BLAM. Bagi yang tertarik mengikuti diskusi tersebut, mereka tentu saja bisa ikutan nimbrung.

Sejak beberapa tahun belakangan ini, gerakan literasi lagi marak di Kota Makassar. Pemerintah kota dan sejumlah lembaga non formal terlihat sangat concern mengajak warga masyarakat untuk giat membaca, dan mencintai literasi. Teriakan yel-yel; Ayo Membaca! menggema hampir di seluruh penjuru kota.

Peneliti BLAM sendiri, hampir juga tak pernah ketinggalan merespon dan menindaklanjuti isu-isu lokal maupun nasional yang sifatnya urgen. Terlebih lagi, yang dianggap meresahkan masyarakat. Cara meresponnya pun beragam. Bisa melalui penelitian reguler, penelitian kelompok/individual, dan atau menulis artikel.

Menurut Saprillah, sebenarnya banyak hal penting yang bisa diperbincangkan bersama. Boleh jadi, dari “duduk-duduk bersama” dengan berbagai kalangan dan multidisiplin keilmuan, mereka bisa menemukan perspektif baru, dan kemudian ikut memberikan kontribusi mengenai isu-isu atau kasus-kasus yang sementara booming.

“Kayak kasus “razia buku” dulu yang bikin heboh warga Makassar, atau pernyataan Agnes Mo yang belum lama ini viral di youtube soal nasionalisme, dan sebagainya. Nah, akan menarik misalnya, kalau isu-isu seperti itu kita diskusikan bersama-sama di BLAM Corner. Tentunya, teman-teman Peneliti BLAM juga punya perspektif berbeda dalam melihat sebuah peristiwa sosial,” kata Saprillah.

Secara keseluruhan, Peneliti BLAM saat ini berjumlah 32 orang. Mereka meliputi Peneliti Pertama hingga Peneliti Ahli Utama.

Selain ajang diskusi yang mengundang dan melibatkan “orang luar”, BLAM Corner juga akan dipergunakan untuk pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) internal Peneliti BLAM. Misalnya, bedah buku, mendiskusikan teori-teori tertentu, hingga membahas kegiatan pengembangan (workshop) masing-masing bidang penelitian.

Rencananya, segala aktivitas BLAM Corner, yang bertempat di Kantor BLAM, Jalan Andi Pettarani Nomor 72 Makassar, bakal ditayangkan melalui channel youtube BLAM, dan dimuat di website BLAM, blamakassar.co.id. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *