Mon. Jul 13th, 2020

BLAM

KEREN

Saprillah “Provokasi” Peneliti BLAM Menulis Artikel

2 min read

Kepala BLAM, Saprillah, membuka acara Finalisasi Akhir Kegiatan Pengembangan 2019, Minggu, 15 Desember 2019. Foto: M. Irfan

1,571 total views, 6 views today

MAKASSAR, BLAM – Kepala Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), H. Saprillah, M.Si,  “memprovokasi” seluruh Peneliti BLAM untuk terus memproduksi karya tulis. Sebagai peneliti yang akrab dengan dunia tulis-menulis, banyak ruang yang tersedia untuk menuangkan ide-ide yang bersemayam di kepala.

“Menulis itu tidak selamanya harus dalam bentuk menulis laporan penelitian, buku, dan jurnal. Peneliti sebenarnya bisa juga menuliskan ide-idenya dalam bentuk artikel, dan kemudian mengirimkan tulisannya itu ke berbagai media, termasuk di website kita (BLAM) sendiri, yaitu blamakassar.co.id,” kata Saprillah, sebelum membuka acara “Finalisasi Pelaporan Akhir Kegiatan Pengembangan tahun 2019 BLAM”, di Hotel Claro Makassar, Minggu sore, 15 Desember 2019.

Kegiatan Finalisasi Pelaporan Akhir Kegiatan Pengembangan untuk 2019 ini, berlangsung selama empat hari, 15 hingga 18 Desember 2019.

Selama empat hari, sejumlah peneliti, koordinator masing-masing bidang, serta pegawai yang terlibat langsung dalam kegiatan pengembangan (workshop), diminta menyelesaikan tugas-tugasnya mereka sebelum memasuki tahun anggaran baru 2020.

Untuk Bidang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, kegiatan pengembangan yang mereka lakukan adalah “Peta Keagamaan Berbasis Kelurahan di Kota Parepare, Sulawesi Selatan” dan “Model Kampanye Toleransi Agama Bagi Generasi Muda Melalui Media Sosial di Kabupaten Toraja, Sulawesi Selatan.”

Kegiatan pengembangan yang dilaksanakan Bidang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi adalah “Penulisan Aksara Lontara dalam Bentuk Cerita Bergambar di Sulawesi Selatan”, Transliterasi dan Terjemahan Naskah Klasik Keagamaan”, dan “Penerjemahan Al-Quran dalam Bahasa Daerah Mandar.”

Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan melakukan tiga kegiatan pengembangan, yaitu “Modul Pendekatan Pendidikan Agama terhadap Pencegahan Radikalisme di Sekolah”, “Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum”, dan “Modul Riset Sederhana Bagi Peserta Didik di Madrasah.”

Sementara itu, ada juga pengembangan yang dilakukan Peneliti Ahli Utama BLAM, yaitu “Bahan Bacaan Halaqah”.

Menurut Saprillah, Peneliti BLAM memiliki banyak gagasan yang dapat dituangkan ke dalam bentuk artikel atau tulisan “lepas”. Alasannya, selain bertemu langsung, dan sekaligus “mengakrabi” realitas saat melakukan riset lapangan, peneliti juga bisa mengamati beragam fenomena yang tengah menjadi perhatian publik tanah air.

Nah, beragam peristiwa menarik itu bisa ditulis oleh peneliti dalam bentuk artikel. Karena itu, saya tentu berharap, tiap-tiap bidang penelitian di BLAM ada penulisnya, dan mereka  bisa mewakili identitasnya masing-masing,” kata Saprillah. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *