Sat. Sep 26th, 2020

BLAM

KEREN

Prof Idham Nahkodai Himpenindo Sulsel

3 min read

Ketua Himpenindo Sulsel, Prof Idham, berfoto usai pemilihan, Kamis, 12 Desember 2019. Foto: Dok. BLAM

1,374 total views, 4 views today

MAKASSAR, BLAM – Prof Dr. H. Idham, M.Pd terpilih menjadi Ketua Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2019-2024.

Peneliti Ahli Utama Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) itu, terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Anggota Himpenindo Sulsel, di Hotel Imperial Aryaduta Makassar, Kamis, 12 Desember 2019.

Dengan demikian, Putra Mandar, Sulawesi Barat, ini tercatat sebagai ketua pertama Himpenindo Sulsel. Rencananya, Idham bersama tim formatur menyusun Anggota Pengurus Himpenindo Sulsel di Kantor BLAM, Senin, 16 Desember 2019.

Sebelum pemilihan berlangsung, tanda-tanda Idham bakal ditunjuk menahkodai “rumah” bagi peneliti di Sulsel, sudah kelihatan. Beberapa peneliti, yang berasal dari kementerian dan lembaga yang hadir pada pemilihan tersebut, belum mengantongi nama-nama bakal calon.

Nama Idham akhirnya mencuat menjadi satu-satunya bakal calon, yang kemudian disepakati oleh seluruh perwakilan dari delapan Kementerian dan Lembaga Anggota Himpenindo.

Delapan kementerian dan lembaga tersebut adalah Balai Bahasa, LAN, BKKBN, Balai Besar Kominfo, BLAM, Balai Arkeologi, Kemenprin, dan KLH.

Prof Idham, pada sambutan pertamanya sebagai Ketua Himpenindo Sulsel, mengajak untuk saling bekerjasama menghadapi dan menyelesaikan persoalan yang selama ini dianggap sebagai kendala peneliti.

“Mari kita kerja bareng. Himpenindo ini dibentuk untuk memfasilitasi apabila teman-teman peneliti punya masalah,” kata Idham.

Untuk saat ini, kata Idham, kendala yang paling sering dialami oleh kalangan peneliti adalah kesulitan mereka menembus jurnal terakreditasi hingga terindeks Scopus. Makanya, ia berencana memprogramkan kolaborasi menulis lintas lembaga/kementerian untuk dimasukkan ke dalam jurnal.

“Himpenindo terdiri atas berbagai lembaga dan kementerian. Dengan kondisi pluralitas seperti ini, kita bisa membuat kolaborasi menulis lintas disiplin. Jadi, bukan hanya penelitian saja yang lintas disiplin, tetapi kita juga bisa menulis lintas disiplin di jurnal,” kata pria berusia 46 ini.

Sebagai orang yang telah mengantongi sertifikat asesor, Idham memahami betul bagaimana kesulitan yang kerap dihadapi peneliti saat ingin memasukkan tulisan mereka ke dalam jurnal bergengsi. Salah satu tugas asesor adalah menilai kelayakan dan kesesuaian Hasil Kerja Minimal (HKM) peneliti dalam proses uji kompetensi.

“Sebagai asesor peneliti dan asesor jurnal, saya tahu bagaimana hambatan teman-teman yang ingin naik pangkat itu sangat susah. Barangkali, perlu kita pikirkan bersama untuk berkolaborasi menulis di jurnal terakreditas dan terindeks Scopus,” kata Idham.

Semua Anggota Himpenindo Sulsel menyambut gembira atas terpilihnya Prof Idham. Salah satunya dikemukakan Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si.

Menurut Saprillah, Idham adalah sosok yang tepat memimpin Himpenindo untuk saat ini. Selain menyandang gelar profesor di usia muda, pria beranak satu ini, termasuk orang yang tekun dan selalu bersungguh-sungguh menyelesaikan setiap persoalan hingga selesai.

“Beliau juga punya relasi luas dan bagus dengan berbagai instansi di Indonesia. Di bawah kepemimpina Himpenindo yang pertama, kita semua tentu berharap beliau mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang dialami peneliti dengan hasil maksimal,” kata Saprillah.

Himpenindo, yang dalam bahasa Inggrisnya, Indonesian Researcher Union (IRU), merupakan organisasi profesi resmi pertama yang menaungi profesi peneliti di Indonesia.

Himpenindo dikelola oleh, dari dan untuk peneliti Indonesia di bawah pembinaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Peneliti yang menjadi cakupan Himpenindo adalah seluruh civitas pelaku penelitian yang bernaung di bawah lembaga penelitian pemerintah pusat, daerah, swasta, perguruan negeri dan swasta, serta perorangan pelaku kegiatan penelitian.

Inisiator pembentukan Himpenindo adalah tiga (3) kementerian dan lembaga, yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, dan LIPI.

Deklarasi resmi Himpenindo dan pengurus formatur ditetapkan di Kongres Himpenindo yang pertama kali dilaksanakan 17 Oktober 2013, yang kemudian ditetapkan menjadi “Hari Kelahiran Himpenindo.” (ir)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *