Tue. Mar 31st, 2020

BLAM

KEREN

Mengenal Virtual Classroom

5 min read

Sumber gambar: Tech Admirers

1,857 total views, 10 views today

Oleh: Badruzzaman (Peneliti Balai Litbang Agama Makassar)

Pada tulisan terdahulu, diperkenalkan model pembelajaran Asynchronous E-Learning. Kali ini,  penulis akan menginformasikan model pembelajaran Synchronous E-Learning. Synchronous E-Learning juga merupakan model pembelajaran yang menggunakan pendekatan students cantered (aktivitas pembelajaran yang berpusat pada pembelajar), yang berakar pada Constructivist Theories Of Learning (Teori Pembelajaran Constructivist).

Kedua jenis model tersebut menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (internet) sebagai media pembelajaran.

Perbedaan signifikan antara pembelajaran Asynchronous E-Learning dan Synchronous E-Learning adalah pesan instan dan umpan balik langsung. Peserta didik dapat menerima umpan balik langsung dari sesama siswa atau guru mereka melalui pesan instan ketika menggunakan pembelajaran Synchronous E-Learning.

Pembelajaran Asynchronous E-Learning tidak memungkinkan jenis interaksi itu. Jika seseorang siswa mengalami kesulitan menjawab atau mengerjakan tugas, mereka tidak dapat langsung meminta bantuan.

Pada Asynchronous E-Learning, peserta didik dapat belajar secara mandiri pada waktu yang dikehendaki, sementara kondisi itu tidak memungkinkan untuk dilakukan dengan pembelajaran Synchronous E-Learning.

Komunikasi sejajar (tersinkronisasi) dalam pendidikan jarak jauh dimulai sebelum munculnya penggunaan komputer dalam pembelajaran. Bentuk komunikasi sejajar (tersinkronisasi) mulai muncul ketika siaran radio dan televisi dipergunakan oleh lembaga penyelenggara pendidikan jarak jauh.

Pada 1980-an, muncul sarana teknologi konferensi video dan televisi interaktif dan mulai dipergunakan dalam dunia pendidikan yang memungkinkan siswa dapat mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan materi ajar sambil melihat peserta didik lain dalam suasana tersinkronisasi. Pemanfaatan multimedia interaktif, internet, akses ke sumber belajar berbasis web untuk mengelola pembelajaran, dimulai pada 1990-an.

Synchronous E-Learning  merupakan model pembelajaran yang menekankan pada sekelompok siswa yang terlibat dalam pembelajaran pada waktu yang sama. Sebelum teknologi pembelajaran ini digunakan, sebagian besar model pembelajaran online menggunakan Asynchronous E-Learning.

Karena sarana teknologi informasi dan komunikasi sudah mendukung, maka banyak praktisi pendidikan mulai mengembangkan model pembelajaran Synchronous E-Learning, karena membatu mengurangi kendala jarak komunikasi belajar. Beberapa studi kasus yang menemukan bahwa siswa dapat mengembangkan rasa komunitas melalui platform komunikasi online.

Dewasa ini, banyak aplikasi komunikasi online (media sosial) yang dapat dipergunakan untuk saling sharing informasi dan berdiskusi secara langsung, audio call maupun video call. Sebut saja yang dominan dipergunakan masyarakat Indonesia: Facebook, Whatsapp, Messenger, WeChat, Email, dan sebagainya. Semua aplikasi ini dapat dipergunakan mengirim pesan secara instan dan berbicara langsung secara real-time.

 Synchronous E-Learning merupakan teknik pembelajaran online interaktif. Pada kenyataannya, Synchronous E-Learning memiliki lebih banyak kemiripan dengan kelas konvensional.

Metodologi e-learning ini memungkinkan sekelompok siswa untuk -secara virtual- berkumpul bersama pada waktu tertentu untuk belajar dan mendiskusikan topik tertentu. Synchronous E-Learning menekankan interaksi antar pelaku pembelajaran dan dilengkapi dengan instruksi-instruksi secara langsung, real-time, dan biasanya terjadwal. Model ini dilaksanakan dengan memanfaatkan perangkat elektronik, khususnya komputer dan internet.

Synchronous e-Learning dapat dilaksanakan dengan berbagai macam strategi, salah satunya adalah dengan mengimplementasikan konsep Virtual Classroom. Synchronous E-Learning memungkinkan peserta didik memilih satuan pendidikan terkenal di luar negeri tampa harus berada di negara tersebut secara fisik.

Virtual Classroom

Peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran yang dipandu oleh guru tanpa harus hadir bertatap muka secara fiksi. Peserta didik juga dapat mengajukan pertanyaan, berdiskusi dengan sesama peserta didik. Kondisi ini (sekelompok) peserta didik disatukan dalam satu kelas online, yaitu virtual classroom.

Virtual classroom merupakan penerapan proses pembelajaran yang dilaksanakan secara online. Proses pembelajaran dapat dilaksanakan di mana saja dan kapan saja, peserta didik dapat mengikuti kelas dan menerima materi yang disediakan pengajar di internet, pengajar dan peserta didik tidak hanya dapat bertatap muka langsung tetapi juga dapat berkomunikasi melalui chat atau video conference.

Saat ini sudah ada beberapa aplikasi yang dapat mendukung penerapan virtual classroom. Google Classroom, sebuah virtual classroom yang dominan difungsikan untuk mengatasi kesulitan penugasan pembelajaran.

Aplikasi mempermudah guru membuat, membagi, dan mengelompokkan tugas yang diberikan kepada siswa, demikian halnya dengan mempermudah siswa dalam membuat dan menyerahkan tugas kepada guru.

Memanfaatkan aplikasi ini membantu efisiensi, karena tidak lagi membutuhkan kertas. Namun dalam proses pembuatan dan pemberian tugas, aplikasi ini masih Google Drive Gmail. Microsoft Classroom, aplikasi yang memiliki fungsi sama dengan Google Classroom. Edmodo, juga aplikasi serupa dengan Google Classroom.

Aplikasi ini menawarkan alat komunikasi, kolaborasi, dan pembinaan untuk guru dan sekolah K-12 (satuan pendidikan 12 tingkatan: SD, SMP, dan SMA). Jaringan Edmodo memungkinkan guru untuk berbagi konten, mendistribusikan kuis, tugas, dan mengelola komunikasi dengan siswa, kolega, dan orang tua. Edmodo memiliki fasilitas Snapshot-seperangkat alat penilaian untuk mengukur kemajuan siswa pada standar pendidikan.

ClassDojo, aplikasi yang dapat menghubungkan guru dengan siswa dan orang tua untuk membangun komunitas kelas. Melalui aplikasi ini, guru dapat mendorong siswa untuk terampil, bekerja keras, bersikap baik, dan membantu orang tua.

Aplikasi ini juga dimanfaatkan untuk memperlihatkan dan membagikan konten belajar kepada siswa dengan menambahkan foto atau video. Selain itu, guru juga memanfaatkannya untuk membagi kondisi pembelajaran kepada orang tua dalam bentuk foto dan video. Schoology, layanan jejaring sosial dan virtual classroom untuk sekolah K-12 dan lembaga pendidikan tinggi.

Melalui aplikasi ini pengguna memungkinkan untuk membuat, mengelola, dan berbagi konten akademik. Schoology dapat membantu guru menghubungi siswa dengan pekerjaan rumah dan banyak lagi. Mereka dapat mem-posting notifikasi atau updating. Mereka dapat mengirim pesan kepada siswa, mengelola kalender tugas dan menempatkan tugas baru.

Layanan ini mencakup catatan kehadiran, buku pelajaran online, tes dan kuis, dan dropbox pekerjaan rumah. Fitur media sosial memfasilitasi kolaborasi antara kelas, grup, atau sekolah. Sistem ini dapat diintegrasikan dengan pelaporan sekolah dan sistem informasi yang ada dan juga menyediakan keamanan, filter, dan dukungan yang dibutuhkan di sekolah filial.

Pengelola satuan pendidikan di Indonesia, termasuk madrasah, sepantasnya mempersiapkan diri menyongsong era Virtual Classroom. Hampir seluruh satuan pendidikan di Indonesia sudah dilengkapi fasilitas Internet. Software Virtual Classroom dapat segera dibuat karena sarjana dan praktisi teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia sudah banyak.

Perhatian utama kemudian adalah mempersiapkan mental untuk memasuki dunia era Virtual Classroom. Karakter disiplin dan tanggung jawab sejatinya sudah tidak menjadi masalah di kalangan warga belajar (pengelola satuan pendidikan, pengajar, dan peserta didik).

Kedua karakter ini harus tetap melekat dalam diri pengelola dan pengajar, karena Virtual Classroom tidak lagi mengharuskan kehadiran fisik di sekolah untuk melaksanakan tugas.

Demikian halnya terhadap peserta didik, mereka perlu dibiasakan secara mandiri meningkatkan kedisiplinan. Tentunya, keterlibatan orang tua siswa sangat dibutuhkan untuk membiasakan karakter tersebut, terutama pada saat peserta didik harus mengikuti proses pembelajaran di rumah atau di mana saja secara online. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *