Sat. Mar 28th, 2020

BLAM

KEREN

Diseminasi Riset & Pengembangan: Rebutan Buku dan Jurnal, Saprillah Imbau Peneliti Kolaborasi Lintas Disiplin

2 min read

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, membuka Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengembangan BLAM, di Hotel Imperial Aryaduta Makassar, Kamis, 12 Desember 2019. Foto: M. Irfan

1,135 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Buku-buku dan jurnal yang dihasilkan Peneliti Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), yang dipamerkan pada acara “Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengembangan di Kawasan Timur Indonesia tahun 2019,” di Hotel Imperial Aryaduta Makassar, Kamis, 12 Desember 2019, menjadi bahan rebutan peserta. Semua buku dan jurnal yang dipamerkan ludes habis.

Pada acara yang dihadiri dari peneliti dari kementerian dan lembaga, seperti Balai Bahasa, LAN, BKKBN, Balai Besar Kominfo, BLAM, Balai Arkeologi, Kemenprin, dan KLH, BLAM memamerkan beberapa produk unggulan berupa hasil riset dan kegiatan pengembangan yang dilaksanakan pada 2019.

Sebut, misalnya, Al-Quran terjemahan bahasa Mandar, yang diterjemahkan oleh Peneliti Ahli Utama BLAM, Prof. Dr. H. Idham, M.Pd, Cerita Bergambar Aksara Berbahasa Lontara, film Tondok Solata yang mengangkat tentang Kerukunan Umat Beragama di Tana Toraja, dan sebagainya.

Selain memamerkan produk unggulan kegiatan pengembangan, BLAM juga merefleksikan hasil penelitian reguler 2019, yang bahas oleh masing-masing koordinator bidang.

Koordinator Bidang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi, Abu Muslim, memaparkan tiga penelitian mereka, yaitu “Moderasi Beragama dalam Tradisi Lisan Masyarakat,” dan  “Kajian Konten Khutbah Jumat pada Masjid Perkotaan.”

Kemudian, Koordinator Bidang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, Sitti Arafah, memaparkan hasil penelitian “Efektivitas Pelayanan Bimbingan Manasik Haji pada Kementerian Agama di KTI” dan “Dinamika Kebangsaan dan Keagamaan Masyarakat Perbatasan di Kalimantan Timur dan Jayapura.”

Sedangkan Koordinator Bidang Pendidikan Agama dan Layanan Keagamaan, Amiruddin, mengulas penelitian “Implementasi Kebijakan Pengangkatan Guru Pendidikan Agama pada Sekolah”, dan “Pengelolaan dan Pemberdayaan Guru Non Pegawai Negeri Sipil di Madrasah Negeri”.

Sebelum membuka diseminasi, Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, menyatakan, apa yang dilakukan BLAM ini adalah melaksanakan mandat untuk mendukung kebijakan kementerian agama (kemenag).

Menurutnya, kemenag di dalam lima tahun terakhir ini berupaya untuk membangun relasi antarumat beragama yang harmonis, serta membangun perspektif moderasi beragama.

“BLAM akan bekerja semaksimal mungkin untuk memastikan kebijakan-kebijakan dari kemenag akan berjalan dengan baik, dan tidak keluar dari jalurnya. Karena itu, sebagai lembaga penelitan, kami siap menyiapkan datanya, menyiapkan executive summary, dan menyiapkan policy brief, guna mengawal kebijakan yang sudah ada, sekaligus menyiapkan kemungkinan-kemungkinan kebijakan alternatif terhadap kebijakan yang telah ada,” jelas Saprillah.

Sebagai lembaga akademik, lanjut Saprillah, pihaknya juga punya tanggungjawab akademik, serta mandat sosial untuk memastikan hasil-hasil penelitian lembaga yang dipimpinnya berjalan sesuai kaidah ilmiah.

“Meskipun riset yang kami lakukan adalah riset kebijakan, yang terkadang kurang peduli terhadap teori, tetapi itu bukan berarti kita mengabaikan sama sekali teori,” kata pria berusia 42, ini.

“Di dalam tahapan proses penelitian kami, kami melakukan beberapa tahapan, seperti pendalaman teori, pra-seminar, seminar hasil, pembahasan executive summary, dan diseminasi, yang melibatkan stakeholder, akademisi, dan orang-orang yang secara kompetensi sangat baik di bidangnya,” ujar ayah tiga anak ini.

Saprillah juga mengajak peserta yang terdiri atas perwakilan dari kementerian dan lembaga, untuk melakukan kolaborasi lintas disiplin dalam hal penelitian dan menulis.

“Memperluas networking (jaringan) juga sangat penting, karena untuk memastikan sebuah pekerjaan tidak mungkin dikerjakan sendirian saat ini. Ini terkait spirit LIPI mengenai pentingnya networking dan kolaborasi. Salah satu indikator tulisan cepat dimuat di jurnal terindeks Scopus adalah ketika peneliti melakukan lintas disiplin ilmu pengetahuan,” kata Saprillah. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *