Mon. Jul 13th, 2020

BLAM

KEREN

Sosialisasi E-Peneliti Jadi Ajang “Curhat” Peneliti

2 min read

Yoke dan Fadly melakukan Sosialisasi E-Peneliti, di Kantor BLAM, Senin, 9 Desember 2019.

2,776 total views, 4 views today

MAKASSAR, BLAM – Kedatangan dua orang dari Pusbindiklat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Yoke Pradanatama dan Fadly Akbar Saputra, untuk melakukan Sosialisasi E – Peneliti tahun 2019, ternyata dimanfaatkan sebagian besar peneliti untuk “curhat” mengenai jenjang kepangkatan jabatan fungsional mereka.

Pada kesempatan ini, peneliti kerap mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai regulasi berkenaan jabatan fungsional peneliti. Ternyata, masih banyak di antara peneliti yang belum memahami prosedural dan persyaratan untuk menaiki jenjang kepangkatan jabatan fungsional peneliti.

“Ijazah pendidikan terakhir saya doktor, dan saya tertarik menjadi peneliti. Apakah saya masih boleh mengajukan untuk menjadi peneliti, meski umur saya sudah 50 tahun?” tanya seorang perempuan.

Sebagai narasumber, Yoke Pradanatama dan Fadly Akbar Saputra, mampu menjawab semua pertanyaan dan kegelisahan peneliti, sekaligus menuntaskan rasa penasaran yang selama ini dialami peneliti.

Menariknya, meski Sosialisasi E – Peneliti digelar di Kantor Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), Senin pagi hingga sore, 9 Desember 2019, namun BLAM juga mengundang beberapa perwakilan dari lembaga penelitian yang berkantor di Makassar, dan di bawah naungan LIPI.

Selain Peneliti BLAM, mereka yang ikut sosialisasi ini, antara lain, peneliti dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan (Sulsel), Balai Besar Infokom Sulsel, Balai Besar Kehutanan, Balai Loka Pertanaman, Balai Arkeologi.

Pada sosialisasi ini, hadir juga Tim Majelis Penilai Instansi (MAPI) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia;  Dr. Murtadho, Dr. Kustini, dan Ibnu Hasan.

Peneliti Pusat Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Dr. Fakhriati, Dr. Nurman Kholis, juga ikut bergabung dengan para peneliti lainnya.

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, mengingatkan kepada seluruh peneliti untuk serius menyimak Sosialisasi E – Peneliti ini, sehingga di kemudian hari mampu mengoperasikan sendiri E – Peneliti miliknya.

“Sosialisasi E – Peneliti ini juga dimaksudkan supaya tak ada lagi peneliti yang bilang mereka belum paham dengan sistem E – Peneliti. Sekarang ini, kerja E – Peneliti ini adalah personal, dan nantinya dilakukan sendiri-sendiri oleh peneliti bersangkutan,” katanya.

Menurut Saprillah, pola kerja untuk jenjang kepangkatan peneliti pada 2019 mengalami perubahan. Pada tahun-tahun sebelumnya, peneliti belum diharuskan melaksanakan Hasil Kerja Minimal (HKM).

Nah, pada tahun 2019 ini, beberapa pola kerja berubah. Dulu, belum ada yang namanya HKM. Tetapi sekarang, semua peneliti harus memiliki HKM untuk bisa naik ke jenjang kepangkatan fungsional peneliti,” katanya.

“Yang namanya regulasi baru, pasti kita merasa kesulitan di awal-awalnya. Contohnya HKM ini. Di awal-awalnya berlakunya regulasi ini, kita mungkin mengalami kesulitan. Namun, setelah kita menjalaninya, ternyata di dalamnya banyak potensi yang bisa meningkatkan kapasitas kita sebagai peneliti,” lanjut Saprillah. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *