Fri. Sep 18th, 2020

BLAM

KEREN

Al-Quran Bahasa Mandar Diluncurkan di STAIN Majene

2 min read

Foto: Dok. BLAM

2,698 total views, 2 views today

MAJENE, BLAM – Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) meluncurkan Al-Quran terjemahan bahasa Mandar edisi revisi 2019. Peluncuran perdana dilakukan di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa, 3 Desember 2019.

Peluncuran Al-Quran terjemahan bahasa Mandar dihadiri, antara lain, Bupati Majene, Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulbar, Kabid Lajnah Pentashihan Mushab Al-Quran (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Wakil Rektor STAIN Majene dan civitas akademisi kampus tersebut, serta Kepala Unit Percetakan Al-Qur’an Kementerian Agama RI.

Hadir juga, para Pentashih Al-Quran di Majene, Imam Masjid di Majene, Penyuluh Agama Islam, dan sejumlah Pimpinan Pondok Pesantren di Majene.

Al-Quran berbahasa Mandar ini diterjemahkan oleh Prof. Dr. H. Idham, M.Pd. Pria asal Majene, kelahiran 1973 ini, merupakan Peneliti Ahli Utama, sekaligus Tim Pengendali Mutu Kelitbangan (Pemuka) BLAM.

Al-Quran terjemahan bahasa Mandar kali ini merupakan edisi revisi, yang sebelumnya pernah dicetak, dan diterbitkan di Arab Saudi oleh Mujamma Malik Faj Arab Saudi di Madinah pada 2005.

Seusai menerjemahkan, terjemahan edisi pertama itu kemudian diedit oleh pakar bahasa Mandar dan ulama, seperti Rahman Halim, KH Sahabuddin, Husni Jamaluddin, Ahmad Sahur, dan Suradi Yasil.

Untuk terjemahan edisi revisi kedua (2019), BLAM memfasilitasi dalam bentuk menggelar dua kali kegiatan pengembangan (workshop) di Majene. Kegiatan ini melibatkan 33 pakar bahasa Mandar dan ulama Mandar.

Saat memberikan sambutan, Prof Idham tak mampu menyembunyikan perasaan bahagia. Dalam tahap proses penyelesaian terjemahan Al-Quran berbahasa Mandar ini, ia mengaku selalu diberikan jalan dan kemudahan oleh Allah Swt. Ia pun tak henti-hentinya bersyukur, lantaran dikelilingi orang-orang baik, yang selalu bersedia membantu dirinya menyelesaikan “pekerjaan” ini hingga selesai.

“Alhamdulillah, saya dikelilingi orang-orang baik yang selalu bersedia meluangkan waktunya untuk membantu terjemahan ini hingga selesai. Pada kesempatan ini, saya berharap STAIN Majene menyediakan perpustakaan berbahasa mandar. Selain itu, saya juga berharap, skripsi yang mengutip Al-Qurán nanti, selain ada terjemahan bahasa Indonesia, juga dituliskan terjemahan bahasa Mandar-nya,” kata Idham.

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, menyatakan, kehadiran orang-orang pada kegiatan ini adalah atas undangan Allah Swt untuk terlibat dalam pemeliharaan Al-Quran.

“Al-Quran membuka ruang spiritual kepada siapapun yang ingin terlibat di dalam proyek pemeliharaan, sebagaimana terkandung di dalam Surat Al Hijr ayat 9,” kata Saprillah.

Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Dr. H. M. Muflih B Fattah, MM, menyambut gembira terbitnya edisi revisi Al-Quran terjemahan bahasa Mandar ini. Menurutnya, apa yang telah dilakukan Prof Idham adalah sebuah loncatan besar, yang mesti diapresiasi setinggi-tingginya, terutama oleh masyarakat Mandar.

“Mudah-mudahan setelah acara launching ini, Al-Quran bahasa Mandar dapat digunakaan oleh semua masyarakat Sulbar. Mudah-mudahan Al-Quran ini dibagikan juga kepada setiap masjid di Sulbar. Sebab, siapa lagi yang bisa mengangkat daerah Sulbar kalau bukan kita sendiri,” kata Muflih.

Pada acara ini, BLAM juga memberikan terjemahan Al-Quran bahasa Mandar kepada Kepala Kanwil Sulbar, yang mewakili Bupati Majene, Perwakilan Kankemenag yang diwakili Kankemenag Mamuju Tengah.

Tak lupa pula, semua peserta ikut kebagian mendapatkan Al-Quran, yang disampulnya tertulis “Koroang Mala’bi Al-Qur’an Terjemahan Bahasa Mandar dan Indonesia”, itu. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *