Tue. Mar 31st, 2020

BLAM

KEREN

19 November 2019, Idham Orasi Pengukuhan Profesor Riset

3 min read

Dr. H. Idham, M.Pd. Foto: M Irfan

4,248 total views, 8 views today

MAKASSAR, BLAM – Profesor Riset bakal bertambah satu lagi di Balai Litbang Agama Makassar (BLAM). Kali ini, gelar Profesor Riset akan dipasang di depan nama Dr. H. Idham, M.Pd.

Pria asal Mandar, Sulawesi Barat, itu sudah menerima undangan untuk menggelar orasi ilmiah pengukuhan Guru Besar, Selasa pagi, 19 November 2019, di Jakarta.

“Saya sudah menerima undangannya sejak pekan lalu. Insya Allah, saya orasi pengukuhan Profesor Riset tanggal 19 November 2019 ,” kata Idham, yang memberi judul orasi ilmiahnya “Moderasi dalam Budaya Masyarakat Islam.”

Sebelumnya, BLAM telah memiliki tiga Guru Besar. Mereka adalah Prof. Dr. H. Kadir Ahmad, Prof. Dr. H. Arifuddin Ismail, dan Prof. Dr. H. Hamdar Arraiyyah. Mereka dikukuhkan di Makassar pada 2018. Dengan demikian, BLAM kini punya empat Guru Besar.

Acara pengukuhan Profesor Riset Idham digelar di Auditorium KH. M. Rasjidi Kementerian Agama Republik Indonesia, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta.

Selain Idham, ada juga dua peneliti di lingkungan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia, yang akan pengukuhan Profesor Riset. Mereka adalah Dr. H. Muhammad Adlin Sila, MA dan Dr. Farida Hanun, M. Pd.

Adlin Sila, yang juga putra Makassar, akan membacakan orasinya dengan judul “Islam dan Dinamika Keberagamaan di Indonesia”, sedangkan Farida, “Inovasi Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah.”

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, mengaku bangga dengan pengukuhan Profesor Riset Idham. Menurutnya, apa yang diraih Idham dianggap sesuatu pencapaian akademik yang luar biasa.

“Pak Idham orangnya memang sangat tekun dalam mengerjakan sesuatu. Beliau juga tergolong produktif menulis, dan rajin mengirimkan artikelnya ke berbagai jurnal nasional dan internasional. Ini menjadi bukti, Pak Idham memang layak menyandang gelar Profesor Riset,” kata Saprillah.

Saprillah berharap, tambahan satu amunisi Guru Besar di BLAM ikut berdampak positif terhadap hasil riset dan kegiatan pengembangan BLAM di masa-masa mendatang. Sebab, Guru Besar dan Peneliti Ahli Utama itu dijadikan tempat konsultasi dan pembimbingan para Peneliti BLAM.

“Para Profesor Riset dan Peneliti Ahli Utama BLAM merupakan Penjamin Mutu Kelitbangan (Tim Pemuka) BLAM. Dengan kehadiran mereka, saya dan kita semua di BLAM tentu berharap, hasil riset dan kegiatan pengembangan kita semakin bagus dan berkualitas. Apalagi, beberapa peneliti kita juga sudah banyak yang menyandang gelar dan doktor dan calon doktor,” imbuh Saprillah.

Idham masuk BLAM pada 2005 dengan formasi peneliti. Selama di BLAM, ia bergelut di Bidang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi, sesuai dengan kecintaannya terhadap fenomena tradisi keagamaan dan naskah klasik.

Sejak namanya tercatat sebagai Peneliti BLAM, karier Idham langsung melejit. Pria berusia 46 tahun ini pun tergolong peneliti yang produktif menuangkan tulisan hasil riset lapangannya ke berbagai jurnal nasional dan internasional.

Tak mengherankan, karier jabatan fungsional peneliti mantan Kepala BLAM ini, cepat melejit. Dari hasil kerja keras dan ketekunannya itu, Idham menyandang gelar Peneliti Ahli Utama, dengan jabatan Fungsional Golongan IVD, di usia yang tergolong muda. Setelah pengukuhan Proferor Risetnya ini, alumni Doktor Universitas Negeri Makassar, ini berencana mengusulkan Jabatan Fungsional untuk Golongan IVE.

Di tengah kesibukannya meneliti dan menulis, Idham juga aktif mengajar di kampus, menjadi narasumber di berbagai kegiatan ilmiah, serta menjadi reviewer di berbagai jurnal nasional.

Belum lama ini (November 2019), pria beranak satu ini, menuntaskan pengerjaan terjemahan Al-Quran berbahasa Mandar. Edisi revisi ini diterbitkan Unit Percetakan Al-Quran (UPQ), setelah ditashih Lajnah Pentashih Mushab Al-Quran (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama. Idham sebelumnya pernah menerjemahkan Al-Quran berbahasa Mandar pada 2005, dan diterbitkan di Arab Saudi oleh Mujamma Malik Faj Arab Saudi di Madinah. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *