Sat. Mar 28th, 2020

BLAM

KEREN

Terjemahan Al-Quran Bahasa Mandar Terbit 10 November

2 min read

857 total views, 6 views today

BOGOR, BLAM – Peneliti Balai Litbang Agama (BLAM) kembali bikin gebrakan. Unit Percetakan Al-Quran (UPQ) siap menerbitkan Al-Quran ke dalam bahasa Mandar yang diterjemahkan oleh Peneliti BLAM, Dr. H. Idham, M.Pd. Rencananya, Al-Quran berbahasa Mandar itu diterbitkan 10 November 2019.

“Setelah selesai ditashih oleh Lajnah Pentashih Mushab Al-Quran (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama R.I., Al-Quran terjemahan bahasa Mandar ini dicetak oleh UPQ, dan Insya Allah terbit tanggal 10 November 2019,” kata Idham.

Idham ke Bogor untuk memenuhi panggilan peluncuran perdana (launching) Al-Quran yang ia terjemahkan dalam bahasa Mandar. Peluncuran perdana dilaksanakan di Kantor UPQ di Ciawi, Bogor, Kamis, 17 Oktober 2019. Lukman Hakim Saifuddin, yang saat itu menjabat Menteri Agama, hadir pada acara tersebut, sekaligus melakukan launching kegiatan.

Selain Al-Quran berbahasa Mandar, kegiatan ini dirangkaikan juga dengan penerbitan produk UPQ tahun 2019, seperti Al-Quran Pojok, Al-Quran terjemahan kemenag, Juz Amma, dan Surah Yasin.

Hadir pada kegiatan tersebut adalah Dirjen Bimas Islam Kemenag, Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, Ketua UPQ, Jamaluddin Malki, Lc, Kepala Kanwil Kemenag seluruh Indonesia, serta sejumlah pejabat lainnya.

Menurut Idham, Al-Quran yang ia terjemahkan ini merupakan edisi revisi yang pernah dicetak sebelumnya. Ia sebelumnya sudah pernah menerjemahkan Al-Quran berbahasa Mandar pada 2005, dan diterbitkan di Arab Saudi oleh Mujamma Malik Faj Arab Saudi di Madinah.

“Saya akhirnya merasa terpanggil menerjemahkan kembali Al-Quran ke bahasa Mandar, setelah menerima banyak masukan dari edisi pertama. Alhamdulillah, BLAM tahun 2019 ini memfasilitasi penerjemahan Al-Quran dalam bentuk dua kali kegiatan workshop di Majene, Sulawesi Barat, yang melibatkan 33 pakar bahasa Mandar dan ulama,” kata Peneliti Ahli Utama BLAM, ini.

Idham pertama kali menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Mandar saat duduk dibangku kuliah strata satu di IAIN Alauddin Makassar (kini UIN Alauddin Makassar) pada 1995. Seusai menerjemahkan, terjemahan itu kemudian diedit oleh pakar bahasa Mandar dan ulama, seperti Rahman Halim, KH Sahabuddin, Husni Jamaluddin, Ahmad Sahur, dan Suradi Yasil.

Idham selanjutnya membawa naskah terjemahan tersebut ke Mujamma Malik Faj Arab Saudi, Madinah, pada 2000, dan lima tahun kemudian (2005) baru diterbitkan.

Banyak kendala yang Idham alami selama proses menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Mandar. Salah satu kendalanya, bahasa Mandar banyak yang tidak punya padanan dalam bahasa Arab, dan demikian pula sebaliknya.

“Saya tertarik menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Mandar, karena selain memang belum ada Al-Quran berbahasa Mandar, juga karena pekerjaan ini semata untuk ibadah,” kata pria kelahiran 1973, ini. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *