Sat. Mar 28th, 2020

BLAM

KEREN

Tim Pengembangan Diskusikan Executive Summary dan Policy Brief

2 min read

Suasana pembahasan executive summary dan policy brief kegiatan pengembangan BLAM, Kamis, 31 Oktober 2019. Foto: M. Irfan

1,039 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Kegiatan pengembangan (workshop) Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) untuk tahun 2019, akhirnya mencapai puncaknya.

Selama dua hari, dimulai Kamis, 31 Oktober 2019, di Hotel Almadera, Jalan Somba Opu, Makassar, beberapa peneliti yang terlibat di dalam kegiatan Penyempurnaan/Finalisasi Draf Pengembangan melakukan pembahasan, sekaligus mendiskusikan executive summary dan policy brief.

Pada hari pertama, masing-masing bidang peneliti yang terlibat di dalam pengembangan memaparkan executive summary dan policy brief yang mereka bikin.

Bidang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan memaparkan dua kegiatan pengembangan mereka, yaitu “Peta Keagamaan Berbasis Kelurahan di Kota Parepare, Sulawesi Selatan” yang dikoordinatori Paisal dan “Model Kampanye Toleransi Agama Bagi Generasi Muda Melalui Media Sosial di Kabupaten Toraja, Sulawesi Selatan”, yang dimotori Muh. Irfan Syuhudi.

Bidang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi membahas tiga kegiatan pengembangan. Yakni, “Penulisan Aksara Lontara dalam Bentuk Cerita Bergambar di Sulawesi Selatan”, yang dinahkodai Husnul Fahimah Ilyas, Transliterasi dan Terjemahan Naskah Klasik Keagamaan (Syarifuddin), dan Penerjemahan Al-Quran dalam Bahasa Daerah Mandar (Wardiah Hamid).

Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan memaparkan tiga kegiatan pengembangan, yaitu “Modul Pendekatan Pendidikan Agama terhadap Pencegahan Radikalisme di Sekolah, yang dikomandoi Muh. Rais, “Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum” (Rosdiana Rusdi), dan “Modul Riset Sederhana Bagi Peserta Didik di Madrasah” (Baso Marannu).

Sementara itu, ada juga pengembangan yang dilakukan Peneliti Ahli Utama BLAM, yaitu “Bahan Bacaan Halaqah”. Kegiatan pengembangan berupa diskusi serial ini dikoordinatori Badruzaman.

Kepala Subbagian Tata Usaha BLAM, Ilham, M.Si, dalam sambutannya sekaligus membuka acara, mengharapkan masing-masing koordinator pengembangan untuk bekerja maksimal, sehingga dapat menghasilkan executive summary dan policy brief sesuai harapan pengambil kebijakan.

“Ada sembilan kegiatan pengembangan yang kita akan kerjakan selama dua hari ini. Nah, sesuai tujuan kegiatan ini, yaitu melahirkan suatu dokumen, maka saya berharap kepada para koordinator untuk membuat executive summary dan policy brief yang rasional, dan sesuai fakta yang peneliti peroleh selama di lapangan,” imbuh Ilham.

Sudah menjadi tradisi di kalangan Peneliti BLAM, jalannya diskusi selalu berlangsung alot. Mereka saling bertukar pendapat, dan memberikan pandangan mengenai executive summary dan policy brief yang mereka bikin. Meski begitu, suasana diskusi tetap mengedepankan semangat kekeluargaan, dan tak lupa, canda tawa.

Kegiatan pengembangan yang dimulai sejak Februari lalu ini, dilaksanakan melalui lima tahapan.

Tahapan pertama adalah pengumpulan literatur, kedua; penyusunan draf, ketiga; pembahasan draf awal, keempat; pembahasan draf final, dan terakhir, kelima; pengujian draf final, berupa uji coba/uji publik, termasuk melakukan launching atas hasil kegiatan pengembangan. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright ©BLAMakassar2019 | Newsphere by AF themes.