Mon. Jul 13th, 2020

BLAM

KEREN

Diskusi Serial BLAM Bakal Jadi Buku

3 min read

Peneliti BLAM tengah membincangkan penerbitan buku diskusi serial di Kantor BLAM, Senin, 30 September 2019. Foto: Fauzan

2,200 total views, 4 views today

 MAKASSAR, BLAM –  Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) berencana menerbitkan diskusi serial kegiatan pengembangan (workshop) yang diadakan Peneliti Ahli Utama BLAM, menjadi sebuah buku. Sebanyak 28 makalah yang ditulis peneliti BLAM dan dosen perguruan tinggi di Makassar bakal dimuat di dalam buku tersebut.

“Tema besar yang kita bahas dalam diskusi tersebut adalah Halaqah sebagai Medium Moderasi Beragama. Nantinya, buku ini dibagi menjadi dua tema besar, yaitu bagian pertama membahas halaqah berbasis kegiatan di masjid dan bagian kedua mendiskusikan tentang Moderasi Beragama dalam beragam perspektif,” kata Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, saat memimpin rapat pembahasan perencanaan penerbitan buku dengan beberapa peneliti dan pegawai, di aula lantai tiga Kantor BLAM, Senin, 30 September 2019.

Rencananya, sebelum diterbitkan menjadi buku, makalah yang disajikan oleh para penulisnya di Kantor BLAM, akan dikirimkan lagi kepada masing-masing penulisnya untuk dilakukan penambahan maupun pengurangan.

“Tentunya, makalah dari penulis akan kita sesuaikan dengan tema isi buku yang akan diterbitkan. Jadi, kemungkinan besar, kita akan mengirimkan lagi makalah kepada masing-masing penulisnya untuk mereka rapikan sebelum diterbitkan menjadi buku,” kata Saprillah.

Diskusi kegiatan pengembangan (workshop) ini mulai dilaksanakan pada 2018, dan kemudian dilanjutkan pada tahun berikutnya, 2019.

Pada kegiatan pengembangan tahap pertama 2018, yaitu Halaqah Berbasis Kegiatan Dakwah di Masjid, para penyaji atau narasumber adalah, mereka yang melakukan kegiatan dakwah dan pengajian kitab berbahasa Arab di masjid, baik masjid di perkotaan, masjid kampus, hingga masjid di negara lain (Brunei Darussalam).

Jadi, narasumber menuangkan pengalaman mereka melakukan pembinaan dan pengajian kitab di masjidnya ke dalam makalah, yang diperkuat dengan kajian teoritik yang relevan.

Kegiatan pengembangan yang digelar 2019, yaitu Moderasi Beragama, narasumbernya juga merupakan pembina masjid, dan mengadakan kegiatan dakwah di masjidnya. Baik narasumber tahap pertama maupun kedua berasal dari kalangan peneliti BLAM, dan dosen di perguruan tinggi Makassar.

Sementara, sebanyak 14 narasumber dari Peneliti Ahli Utama BLAM dan dosen perguruan tinggi di Makassar, menyajikan makalah pada kegiatan pengembangan tahap pertama (2018), yaitu:

  1. Dinamika Dakwah pada Masyarakat Pedesaan (Abd. Kadir M)
  2. Dinamika Pengajaran Kitab Turath di Negara Brunei Darussalam (Hamzah Harun)
  3. Halaqah Bagi Kader Ulama (Ahmad Sewang)
  4. Halaqah di Pesantren (Muh. Galib)
  5. Mobile Class Santri Tahfidz (Abd. Kadir Ahmad)
  6. Kajian Gender pada Majelis (Nurningsih)
  7. Kajian Hadis pada Masyarakat Perkotaan (Kamaluddin Abunawas)
  8. Pengajian Fiqh di Kota Makassar (Muammar Bakri)
  9. Pengkajian Sejarah (M. Arfah Sidiq)
  10. Pengkajian Tafsir pada Masyarakat Plural (Ruslan Wahab)
  11. Sentuhan Dakwah (Arifuddin Ismail)
  12. Mengaji Tasawuf di Beberapa Masjid Makassar (Baharuddin AS)
  13. Mencintai Masjid Sejak Dini (Mardiywati)
  14. Jamaah Berpendidikan Tinggi (M. Hamdar Arraiyyah)

Pada kegiatan pengembangan tahap berikutnya (2019), terdapat juga 14 penyumbang tulisan, yang terdiri atas Peneliti Ahli Utama BLAM dan dosen perguruan tinggi di Makassar. Mereka adalah:

  1. Dakwah sebagai Tanggung Jawab Sosial Menghadapi Masyarakat Plural (M. Arfah Shiddiq)
  2. Eksistensi Dakwah pada Ruang Publik (Arifuddin Siraj)
  3. Tradisi Halaqah sebagai Wahana Solusi Moderasi Beragama (Ruslan Wahab)
  4. Mengikuti Sunnah: Pengertian, Penerapan, dan Pengamalan (Hamzah Harun)
  5. Tradisi Keagamaan dan Pembinaan Umat (Abd.Kadir M)
  6. Wakaf: Pranata Sosial Ekonomi untuk Penguatan Dakwah dan Kesejahteraan Umat (Nurman Said)
  7. Menyemaikan Aura Pesantren Salafi ke dalam Sistem Pendidikan Keagamaan (Wahyuddin Halim)
  8. Islam Rahmatan lil Alamin (Ahmad Sewang)
  9. Penguatan Peran Ormas Islam (Muh. Ghalib)
  10. Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Marginal (M. Tahir Kasnawi)
  11. Salat dan Penghayatan Ukhuwah Umat (M. Hamdar Arraiyyah)
  12. Literasi Ulama Awal Abad ke-20: Wacana Keislaman dan Tantangan Ulama Masa Kini (Abd. Kadir Ahmad)
  13. Moderasi Beribadah dengan Perbedaan Bermazhab di Kota Makassar: Analisa Fiqih Perbandingan (Muammar Bakry)
  14. Tasawuf Bagi Kaum Mileneal (KH. Baharuddin) (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *