Sat. Sep 19th, 2020

BLAM

KEREN

Insentif Guru Non PNS Madrasah Dipertanyakan

3 min read

Peneliti BLAM foto bareng dengan peserta seminar. Foto: Fauzan

1,148 total views, 4 views today

MAKASSAR, BLAM – Peserta Seminar Akhir Penelitian Tahap Kedua mengenai “Pengelolaan dan Pemberdayaan Guru non PNS di Madrasah di Kawasan Timur Indonesia”, di Hotel Claro, Makassar, Rabu, 4 September 2019, mempertanyakan temuan hasil riset lapangan yang dilakukan Peneliti Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balai Litbang Agama Makassar (BLAM).

Yang menjadi sorotan pertanyaan peserta adalah terkait adanya insentif tambahan yang diberikan kepada guru honorer di Madrasah Kota Manado. Peserta membandingkan dengan kondisi di Kota Makassar, yang ternyata belum ada insentif tambahan buat guru honorer di madrasah.

“Jangan sampai memberikan pernyataan keliru, bahwa guru non PNS yang sudah impassing tidak dibayarkan sertifikasinya. Padahal, tunjangan sertifikasi guru non PNS yang sudah impassing itu, sudah terakumulasi di dalam gajinya,” kata Abd. Rahman, dari Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, menanggapi temuan peneliti di Kota Manado.

Meski begitu, beberapa peserta seminar juga mengakui, kinerja guru non PNS sudah tergolong bagus, dan bahkan, ada yang lebih baik dari guru PNS. “Sejauh ini, kinerja guru non PNS sudah cukup baik. Mereka ada yang lebih baik dari guru PNS,” kata peserta.

Penelitian ini melibatkan lima peneliti BLAM, yaitu Dr. Badruzzaman yang meneliti di Kota Samarinda, Asnandar (Kota Manado), Abdul Rahman Arsyad (Kota Gorontalo), Israpil (Kota Kendari), dan Rosdiana (Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan). Badruzzaman pada penelitian ini bertindak sebagai koordinator penelitian.

Konsultan penelitian, Prof. Dr. H. Hamdar Arraiyyah, menjelaskan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu peluang, tantangan, dan respons. Peluang pada madrasah negeri cenderung meningkat atau berkembang, disebabkan orang tua siswa menginginkan anaknya dapat belajar agama lebih banyak.

“Yang terjadi kemudian adalah ekspektasi pada madrasah mengalami peningkatan. Apalagi, alumni madrasah negeri banyak yang berhasil, dan tentu saja, itu menjadi daya tarik. Akan tetapi, keberhasilan pada madrasah ada yang individual dan institusional,” kata Peneliti Ahli Utama BLAM, ini.

Keberhasilan madrasah aliyah dapat dilihat dengan banyaknya para alumni menembus perguruan tinggi negeri. Menurut Hamdar, keberhasilan institusional diwakili oleh MAN IC, yang alumninya banyak lulus ke perguruan tinggi negeri. Berbicara kebutuhan guru harus pula dibedakan antara MAN IC dan MAN reguler, karena ada perbedaan yang sangat subtansial. MAN IC itu diasramakan peserta didiknya sedangkan di MAN reguler tidak.

“Oleh sebab itu, analisis dalam penelitian ini harus dibedakan antara MI, MTs, dan MAN, karena guru MI itu adalah guru kelas, sedangkan pada MA dan MTs adalah, guru mata pelajaran,” sambung Hamdar.

Narasumber penelitian, Prof. Dr. Salam, menyoroti guru yang telah sertifikasi. Sistem sertifikasi guru sejak awal telah berkali-kali dilakukan perubahan, karena tidak ada peningkatan kualitas SDM guru. Demikian pula, kata Salam, MGMP perlu juga diaktifkan, karena dapat meningkatkan kompetensi guru secara mandiri.

Menurut Salam, kesejahteraan guru pada masing-masing daerah juga tidak sama. Bila membandingkan antara guru di Kalimantan dengan guru di Sulawesi, maka kesejahteraan guru di Kalimantan terlihat lebih baik.

“Karena itu, saat membuat rekomendasi nanti, perlu dipisahkan rekomendasi untuk MI, MTs, dan MA,” papar Salam.

Peserta yang diundang pada kegiatan ini, antara lain, Kepala Madrasah Aliyah Negeri Kota Makassar beserta perwakilan guru honorernya, Kepala Madrasah Tsanawiyah Kota Makassar beserta perwakilan guru honorernya, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Kota Makassar beserta perwakilan guru honorernya, dan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Sulsel.

Hadir juga Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Makassar, dan Kepala MAN Insan Cendikia Gowa, perwakilan dari Balai Diklat Keagamaan Makassar, dan Pengawas guru pendidikan agam Islam. (zan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *