Sat. Mar 28th, 2020

BLAM

KEREN

Kepala BLAM Ingatkan Redaksi Al-Qalam Perhatikan Artikel Plagiat

2 min read

Dewan Redaksi Jurnal Al-Qalam BLAM foto bareng usai sidang pleno. Foto: Dok. BLAM

652 total views, 2 views today

GALESONG, BLAM – Plagiarisme atau plagiat masih menjadi momok bagi setiap pengelola jurnal ilmiah, termasuk Jurnal Al-Qalam, yang dikelola Balai Litbang Agama Makassar (BLAM).

Karena itu, Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, mewanti-wanti kepada redaksi untuk selalu memerhatikan artikel yang bakal dimuat ke dalam Jurnal Al-Qalam, yang telah terakreditasi Sinta Dua tersebut.

“Berdasarkan pengalaman setiap kali menerima artikel yang masuk, redaksi selalu menemukan artikel masuk kategori plagiat, dan bahkan copy paste. Ini yang mesti selalu diperhatikan oleh jajaran redaksi,” kata Saprillah, sebelum menutup kegiatan Sidang Pleno Dewan Redaksi Penerbitan Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya volume 25 nomor 2, November 2019, Jumat malam, 30 Agustus 2019, di Hotel Bintang Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Redaksi Jurnal Al-Qalam sebenarnya telah lama memiliki alat pendeteksi plagiarisme. Makanya, sebelum artikel dinyatakan layak muat ke dalam jurnal, redaksi juga melakukan cek plagiasi, atau aplikasi turnitin. Artikel yang terlacak dan dianggap melampaui batas-batas toleransi plagiat yang ditetapkan redaksi, tentunya langsung ditolak.

“Jurnal Al-Qalam memang telah menetapkan batas-batas kategorisasi plagiat. Dan, di antara kategori plagiasi itu, ada yang masih bisa kita toleransi. Dan, Alhamdulillah, kita sudah lama mempunyai alat pendeteksi plagiat, sehingga kita dengan mudah akan mengetahui artikel yang tergolong plagiat atau tidak,” jelas Saprillah.

Dalam dunia publikaasi jurnal ilmiah, plagiarisme tidak boleh dipandang sebelah mata. Apabila tulisan yang dimuat ke dalam jurnal ilmiah terbukti melakukan plagiarisme, jurnal bersangkutan bisa saja dijatuhi sanksi. Salah satu sanksinya, akreditasi jurnalnya dicabut.

“Apalagi, Insya Allah, Jurnal Al-Qalam akan terbit menggunakan bahasa Inggris tahun depan (2020), dan menuju ke jurnal internasional. Jadi, marilah kita semua bersama-sama menjaga kualitas dan integritas setiap artikel yang akan dipublikasikan. Sebab, salah satu ciri lembaga penelitian yang sehat adalah memiliki jurnal ilmiah berbobot dan berkualitas,” imbuh Saprillah. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *