Thu. Oct 1st, 2020

BLAM

KEREN

2020, Jurnal Al-Qalam Akan Terbit Bahasa Inggris

2 min read

Sidang Pleno Redaksi Jurnal Al-Qalam. Foto: Fauzan

1,190 total views, 2 views today

GALESONG, BLAM – Jurnal Al-Qalam bakal tampil beda pada 2020. Jika sekarang ini masih menggunakan bahasa Indonesia, maka mulai tahun 2020, jurnal terakreditasi Sinta dua yang dikelola Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) ini, diproyeksikan terbit ke dalam bahasa Inggris.

“Salah satu kriteria untuk menuju ke jurnal internasional adalah menggunakan bahasa Inggris. Insya Allah, tahun depan (2020), semua tulisan yang dimuat di dalam Jurnal Al-Qalam akan menggunakan bahasa Inggris,” kata Pimpinan Redaksi Jurnal Al-Qalam, Dr. H. Idham, M.Pd, Kamis malam, 29 Agustus 2019.

Idham menyampaikan hal tersebut pada pembukaan Sidang Pleno Dewan Redaksi Penerbitan Al Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya Volume 25 Nomor 2, November 2019, yang berlangsung selama tiga hari, 29 – 31 Agustus 2019, di Hotel Bintang Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Selain bahasa Inggris, jurnal internasional juga menggunakan bahasa Arab, Perancis, Rusia, Spanyol, dan Tiongkok. “Enam bahasa ini merupakan bahasa resmi PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa),” kata Idham, yang juga Peneliti Ahli Utama BLAM, ini.

Menurut Idham, jurnal merupakan produk penelitian, yang mesti selalu dijaga kualitasnya setiap kali penerbitan. “Nah, sebagai redaksi, salah satu upaya kita menjaga kualitas jurnal Al-Qalam adalah dengan memperbaiki dan meningkatkan kualitas tulisan-tulisan yang akan dimuat di dalam jurnal,” jelas Idham.

Kepala Sub Tata Usaha BLAM, Ilham, M.Si, yang mewakili Kepala BLAM, H. Saprillah, sekaligus membuka kegiatan, menyambut baik keinginan Redaksi Jurnal Al-Qalam untuk menggunakan bahasa Inggris.

“Hal ini memang sudah lama direncanakan. Kalau sudah berbahasa Inggris, ini akan menjadikan Al-Qalam jurnal internasional. Tentu saja ada tantangan yang akan kita hadapi bila menggunakan bahasa Inggris. Tetapi, ini juga sekaligus meningkatkan kemampuan SDM (sumber daya manusia) di jajaran redaksi untuk bisa berbahasa Inggris,” paparnya.

Yang menggembirakan, kata Ilham, buku-buku yang hasilkan dan diterbitkan peneliti BLAM kerap kali diminati kalangan dosen dan peneliti di Indonesia. Dari beberapa kali mengikuti kegiatan nasional dan pameran buku, buku BLAM seringkali jadi incaran.

“Bahkan, sebelum pameran buku berlangsung, kita sudah menerima banyak request (pesanan) yang menginginkan buku-buku dan jurnal BLAM. Ini menunjukkan, produk kita layak disandingkan dengan karya-karya peneliti dari luar,” jelasnya.

Menariknya, Al-Qalam kali ini juga terbit dengan edisi khusus. Edisi khusus ini memuat 11 tulisan peserta yang menyumbangkan tulisan saat mengikuti Seminar Internasional “Conflict and Violence (Historical Reconstructions and Cultural Resolutions) di Makassar.

“Jurnal Al-Qalam terbitan edisi khusus ini merupakan kerjasama BLAM dengan BPNB (Balai Pelestarian Nilai Budaya) Sulsel. Ada 11 tulisan yang akan dimuat di Jurnal Al-Qalam edisi khusus ini, yaitu mereka yang menyumbangkan tulisan saat seminar internasional di Makassar, belum lama ini,” kata Sekretaris Jurnal Al-Qalam, Abu Muslim.

Sementara untuk Jurnal Al-Qalam volume 25 nomor 2, November 2019, redaksi telah menerima sebanyak 34 tulisan. “Dari 34 tulisan yang masuk, redaksi seperti biasa hanya akan memuat 16 tulisan. Semua naskah yang masuk sudah melalui cek plagiasi,  atau aplikasi turnitin,” jelas Abu Muslim. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *