Sun. Apr 5th, 2020

BLAM

KEREN

Buku BLAM Ludes di Temu Riset

2 min read

Buku BLAM banyak diminati di ajang temu riset. Foto: Dahlan

2,693 total views, 18 views today

CIBUBUR, BLAM – Buku terbitan Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), ternyata “laris manis” di ajang temu peneliti.

Satu jam seusai berakhirnya pembukaan Temu Riset Peneliti Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, di Hotel Cibubur, Jawa Barat, 21-23 Agustus 2019, buku yang dipajang di stand BLAM, langsung ludes.

Peneliti yang ditugasi menjaga stand BLAM, Amiruddin dan Sitti Arafah, terlihat kewalahan melayani mereka yang tertarik memiliki buku BLAM. Keduanya sibuk memberikan formulir, sekaligus memberikan petunjuk untuk diisi bagi yang berminat menjadikan buku-buku BLAM sebagai koleksinya.

“Maaf Pak. Maaf Bu. Tabek. Tolong jangan lupa mengisi formulirnya. Itu sebagai bukti pertanggungjawaban administrasi kami di kantor,” kata Arafah dan Amiruddin, terdengar berbarengan.

Pada temu riset ini, BLAM memboyong beberapa buku terbitan 2019 . Selain itu, ada juga buku-buku yang diterbitkan pada 2018, serta Jurnal Al-Qalam maupun jurnal ilmiah yang dikelola masing-masing bidang penelitian, seperti Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan (Bidang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi), Jurnal Mimikri (Bidang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan), dan Jurnal Educandum (Bidang Pendidikan Agama dan Layanan Keagamaan).

Balai lainnya, yaitu Balai Litbang Agama Jakarta, Balai Litbang Agama Semarang, dan Badan Litbang Agama, juga membuka stand berisikan buku-buku dan jurnal ilmiah, yang ditulis oleh peneliti mereka.

Empat stand buku ini lokasinya saling berdekatan, di dekat pintu masuk ruang pertemuan. Semua stand tampak ramai. Apalagi, semua bebas memilih buku apa saja yang disukai, tanpa harus mengeluarkan duit, alias gratis.

Alhasil, peneliti memilih sejumlah buku yang mereka anggap layak dibawa pulang. Bahkan, bila stok buku tinggal satu, tetapi yang berminat lebih satu orang, mereka terkadang terlihat saling berebut buku. Namun, tetap dalam suasana santai dan saling canda. Hampir semua peserta temu riset membawa beberapa buku atau jurnal.

“Jangan terlalu banyak membawa pulang buku. Hati-hati, bisa-bisa nanti over bagasi. Hehe,” celetuk peneliti, mencoba mengganggu temannya, yang tampak sibuk memilih-milih buku dan jurnal. (ir)

More Stories

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *