Thu. Nov 26th, 2020

BLAM

KEREN

Gubernur Sulsel Imbau Hargai Keragaman dan Perbedaan   

3 min read

Kepala BLAM, H. Saprillah, M.Si, memberikan hadiah kepada pegawai honorer terfavorit, Herman. Foto: Istimewa

1,060 total views, 2 views today

MAKASSAR, BLAM – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Dr. H. Nurdin Abdullah, mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulsel untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan kerukunan, serta menjadikan nilai-nilai budaya Sulsel sebagai panutan dalam bersikap dan bertindak.

“Mari kita kembali kepada nilai-nilai luhur budaya kita di Sulsel, yaitu sipakalebbi, sipakainga, sipappaccei, dan sipakatau, yang dilandasi agama, moral, serta etika yang senapas dengan esensi semua ajaran agama yang sangat menghargai keragaman dan perbedaan,” kata Kepala Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), H. Saprillah, M.Si, saat membacakan Pidato Seragam Gubernur Sulsel, pada upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus, di halaman Kantor BLAM, Sabtu pagi, 17 Agustus 2019.

Gubernur Sulsel juga mengatakan, Indonesia adalah negara majemuk, yang di dalamnya terdiri atas beragam agama, ras, dan etnis. Kemajemukan ini mesti dijaga bersama-sama dengan sebaik-baiknya, supaya selalu tercipta kedamaian di Tanah Sulsel.

“Kemajemukan bangsa dapat menjadi kekuatan yang dahsyat jika kita menjaganya dengan baik. Namun, akan menjadi bencana jika kita salah menyikapinya. Banyak bangsa yang harus menghadapi takdir sejarah, yang akhirnya terpecah belah dan tercerai berai, karena tidak mampu menjaga kemajemukan. Hal seperti itu tidak boleh terjadi di Indonesia, khususnya lagi di Sulsel,” kata Gubernur Sulsel.

Gubernur Sulsel, seperti dibacakan Saprillah, juga memberikan informasi terkait sembilan pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah, yang telah pemerintah provinsi laksanakan sejak dirinya menjabat gubernur selama 10 bulan.

Pembangunan infrastruktur tersebut adalah, akses jalan dari Sabang menuju Seko di Luwu Utara sepanjang 325 kilometer, akses jalan dari Bua memuju Rantepao lewat Bastem, pembangunan bandara Tana Toraja yang direncanakan selesai Desember 2019, jalan  pintas dari Larompong menuju Kabupaten Luwu melalui Komba, tembus Tanrutedong, Kabupaten Sidrap.

Selanjutnya, Kota Rantepao Toraja Utara, dan Makale Tana Toraja, akan dilengkapi pedestrian berkualitas internasional, kawasan Pantai Bira di Bulukumba akan dijadikan destinasi wilayah unggulan tahun 2019.

Lalu, penyerahan aset dari pihak swasta kepada pemerintah Sulsel dengan obyek aset Stadion Mattoanging, lahan Stadion Barombong, dan Jalan Metro Tanjung Bunga sepanjang tujuh kilometer.

Pemerintah provinsi juga melakukan pembangunan rumah sakit regional di Kabupaten Bone dan Kota Palopo, serta pembangunan rest area di Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Barru.

Gelar Favorit BLAM

Sementara itu, seperti tradisi sebelumnya, setiap kali memperingati acara 17 Agustusan, BLAM selalu menggelar berbagai perlombaan seusai upacara.

Perlombaan ini tidak hanya diikuti anak-anak pegawai yang duduk di bangku sekolah dasar. Namun, juga pegawai dan ibu Dharma Wanita BLAM.

Selain perlombaan, BLAM juga menganugerahkan penghargaan terfavorit kepada masing-masing satu orang pegawai, koordinator bidang penelitian, dan pegawai honorer.

Untuk pegawai dan koordinator bidang penelitian, namanya telah ditentukan sebelumnya, yakni M. Nasrun Alboneh dan Muh. Darwis (kategori pegawai), sedangkan Sitti Arafah, Amiruddin, dan Abu Muslim, untuk kategori koordinator bidang penelitian. Sementara pegawai honorer, bebas menentukan siapa yang disukai.

“Indikator favorit tidak ada. Jadi, ini hanyalah suka-suka kita saja. Dari nama-nama pegawai dan koordinator bidang penelitian yang telah saya tentukan sebelumnya, kita bebas memilih siapa yang kita favoritkan. Kalau pegawai honorer, terserah kita untuk menyebutkan namanya masing-masing,” kata Saprillah.

Untuk memilih nama yang difavoritkan, semua pegawai ASN dan pegawai honorer mengirimkan masing-masing satu nama pilihannya kepada Kepala BLAM melalui jalur pribadi WhatsApp. Semua orang berhak memberikan satu suara kepada yang mereka unggulkan. Sistemnya, one man one vote; satu orang satu suara.

Proses penentuan menuju puncak terfavorit berlangsung cukup ketat. Sejak Saprillah memperbolehkan  jajaran BLAM menyumbangkan suara pada Juli lalu, beberapa nama tertentu langsung melejit, dan saling kejar-mengejar untuk meraih suara terbanyak.

Usai upacara, Saprillah kemudian mengumumkan siapa yang berhak memperoleh gelar terfavorit. Untuk kategori pegawai, jatuh kepada Kepala Urusan Keuangan, M. Nasrun, kategori koordinator bidang penelitian terfavorit diberikan kepada Koordinator Bidang Lektur Khazah Keagamaan dan Manajemen Organisasi, Abu Muslim. Sementara Herman, diganjar pegawai honorer terfavorit.

Pada kesempatan ini, Koperasi BLAM juga memberi bantuan dana pendidikan anak kepada beberapa pegawai honorer. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *